WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
TAK ADA KERABAT



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Maaf saya bukan ayahnya," bantah seorang napi laki-laki.



"Tapi Pak di data kami dia anak Bapak," bantah petugas yang baru saja minta keterangan dari napi itu.



"Secara kewarganegaraan dulu dia anak saya tapi setelah saya tahu bahwa mereka itu hanya membuat saya sebagai sapi perah, saya sadar, dia bukan anak saya karena sesungguhnya dia memang bukan darah daging saya."



"Saya berani ditest DNA bahwa dia memang bukan darah daging saya," kata napi itu.



Papanya Rita tak mau mengakui Rita yang saat ini sedang kritis.



"Itu adalah urusan istri saya, cari aja dia." 



"Baik akan saya hubungi, mohon Bapak bersikap kooperatif. Tulis nomor telepon istri Bapak." desak petugas.



"Mana saya hafal? Nomor telepon sendiri aja saya enggak hafal," bantah papa Rita.



"Cari aja ibunya, saya nggak tahu siapa bapaknya. Saya nggak bisa bertanggung jawab."



"Sekarang saya di sini mau ngapain kalau pun saya bisa nolong bisa nolong apa? Saya di sini aja istri enggak pernah peduli," kata napi itu.



Akhirnya polisi yang bertanya pada sang napi pun pergi.


\*\*\*



Petugas akhirnya mengunjungi Anne.



"Wah maaf Pak saya nggak tahu sama sekali," kata Anne pelan. Anne tak percaya mendengar kalau Rita kekasihnya kritis.



"Tidak mungkin.  Kalian kan pacaran masa enggak tahu soal kerabat sama sekali?" Petugas tak percaya mendengar Anne sama sekali tak tahu kerabt Rita.



"Kami memang dekat tapi saya nggak tahu keluarganya sama sekali Pak," sanggah Anne serius.



"Klien saya bilang nggak tahu ya nggak tahu Pak," jawab pengacaranya Anne yang mendampingi saat interogasi.




"Baiklah kalau kalian bersikeras seperti itu. Saya akan cek ke ponselnya Rita."



Anne sedih mendengar bahwa Rita kritis.



"Apa bisa saya izin nengok Pak?"



"Wah saya nggak berani menjanjikan itu ke Mbak Anne," kata pengacaranya.



"Saya akan tanya dulu ya boleh atau nggak. Saya mengajukan izin karena status anda kan juga masih tersangka utama. Saya nggak tahu apakah bisa nengok ke rumah sakit atau enggak."



"Masalahnya pasti akan dilihat urgensinya kalau dia sudah kritis kita mau ngapain? Mau ngasih support kan juga nggak bisa," lanjut pengacara pada Anne.



Anne ingat kondisi Rita sangat lemah padahal sekarang kondisinya kritis dan bayi yang akan dijadikan mesin ATM juga sudah tidak ada. 



Pasti akan sangat berat buat Rita, Anne seakan ingin berlari menghampiri kekasihnya itu tapi apa daya kakinya terikat di balik jeruji penjara.



"Tapi yang saya  pastikan sepertinya nggak bisa Mbak Anne. Jadi jangan berharap lebih, karena ya itu tadi kita balik ke urgensinya.  Kalau pun dia meninggal, ke pemakaman juga kita nggak bisa karena bukan orang tua atau pasangan resmi.  Jadi nggak mungkin pada saat dia meninggal lalu dimakamkan kita bisa datang," kata pengacaranya.



Anne langsung tertegun, dia tidak menyangka nasibnya seperti ini harus berpisah dengan kekasih hati.  Dia hanya bisa berdoa semoga Rita kuat bertahan.


\*\*\*



Polisi kebingungan mencari keluarganya Rita karena ternyata nomor yang disebut sebagai Mama di ponselnya Rita sudah tidak aktif.



Nomor itu sudah tidak bisa dihubungi lagi. Lalu polisi mencoba beberapa nomor yang sering dihubungi tapi ternyata tidak ada yang bisa memberi tahu saudaranya Rita sama sekali.



Akhirnya polisi menyerah sudah tidak mau berupaya lagi.


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER