WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
LURUS SEPERTI PAK FAISAL



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Axel, Lieke ini denyut jantungnya sudah semakin kuat ya. Kalian tidak perlu khawatir dia kalah. Walau mungkin belum bergerak seperti kemarin lagi tapi denyut jantung sudah semakin terdengar jelas kencangnya dan juga semakin cepat."



"Artinya baby kalian tetap bertahan, kalian sebagai orang tua harus bersemangat terus sehingga baby juga ikut bersemangat seperti kedua orang tuanya." Martha memberi nasehat kepada pasangan muda yang khawatir terhadap kondisi baby mereka.



"Ini lihat dia mulai aktivitas walau kalian belum merasakan lagi seperti kemarin-kemarin tapi lihat ya."



Memang di dalam monitor terlihat pergerakan ringan dari baby boy.



Axel tersenyum melihat itu, dia tadi sangat takut kehilangan pangerannya.



Pieter dan Magdalena yang memang berada di situ juga turut bahagia.



Saat mereka baru selesai pemeriksaan Novita masuk.



"Dari mana Ma?" Tanya Magdalena, karena memang tadi mertuanya bilang sudah di lobby rumah sakit. Kok lama dan baru tiba.



"Dari lobby Mama coba ke kantin, coba cari salad sayuran. Ternyata adanya salad buah, salad sayurnya belum datang. Jadi mama tunggu."



"Ini baru datang Mama langsung beli."



"Tapi mami mau bawa Ma." Protes Magdalena.



"Bilang saja sudah dapat. Tapi kalau dia juga sudah dapat ya nggak apa apa, banyak yang makan koq."



"Tadi Mama tambahkan krim keju," ujar Novita.



"Iya kan Lieke suka krim keju yang banyak." Mertua dan oma mertua sangat mengerti kesukaan menantu atau cucu menantunya.



Axel bahagia melihat bagaimana mereka semua menyayangi istrinya. Tidak seperti yang dia dengar atau dia baca bahwa banyak menantu yang ribut dengan mertua nya.



Lieke tidak seperti itu, yang Axel  rasakan Lieke sangat disayangi oleh mamanya juga oleh kedua oma dan opa serta papanya.



Semua itu bisa terjadi karena Lieke memang gadis yang baik, penuh kasih sayang pada semua dan juga sangat sopan.



"Lieke ini masih Tante beri obat ya buat penguatnya dan masih tidak boleh turun. Kamu harus benar-benar bedrest biar aman. Kalau tidak penting sekali kamu tidak boleh turun. Masih pakai diapers kan?"




"Kamu boleh ke kamar mandi kalau buang air besar saja. Itu pun harus sangat pelan."



"Iya Tante aku nurut agar baby boy aman," kata Lieke. 



"Kamu harus seperti itu kalau kamu ingin dia aman," kata Martha.



"Axel, kamu jangan seperti tadi ya..ingat tuh Lieke belum boleh turun," Pieter mengingatkan Axel.



"Iya Pa, aku terbiasa dia yang layani aku. Aku enggak akan lupa lagi." Jawab Axel.


\*\*\*



Hari ini Marvel kembali bekerja dia masih di bagian umum.



"Pak Pieter nggak masuk ya?" tanya Marvel saat dia memarkir mobilnya. 



"Kayaknya pak Piter masih fokus di rumah sakit," kata Marvel lagi.



"Mulai sekarang aku harus menjaga mulutku. Tak tak akan aku beritahu pada siapa pun masalah keluarga Pak Pieter atau siapa pun. Aku tidak mau terjadi kasus seperti ini lagi."



"Masih untung aku diselamatkan oleh dia sehingga tidak masuk penjara."



"Aku tahu Lian juga sudah ada dalam penjara seperti yang pak Pieter bilang kemarin di konferensi pers."



"Aku harus meniru bu Lieke atau harus lurus seperti pak Faisal yang sama sekali tak mau terlibat dengan hubungan personal dengan semua teman kantor."



"Ya Pak," Marvel mengangkat sambungan telepon dari Pieter.



"Baik Pak. Saya akan lapor dulu pada pak Mukhlis di bagian HRD."



Marvel langsung menuju ruang kepala HRD karena diperintah oleh pak Pieter.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY