
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Om, kata tante Reni Om disuruh tunggu sebentar, karena tante Reni sedang terima telepon dari klien. Nanti Tante Reni keluar," si cantik keluar lagi. Sekarang sudah ganti baju dan membawakan segelas es sirop.
'*Rupanya bu Ariani biasa disapa Reni*.' batin Marvel sambil menatap gadis belia didepannya.
"Iya terima kasih," jawab Marvel yang masih berdiri memandangi beberapa foto.
Di sana juga ada foto Lieke sejak kecil dengan berbagai piagam serta piala yang diperolehnya.
"Ini bu Lieke waktu kecil?" tanya Marvel.
"Iya Om. Kak Lieke tinggal di panti asuhan ini sejak umur 5 tahun ketika kedua orang tuanya meninggal. Dia adalah anak asuh mami Clarissa pemilik panti asuhan ini."
"Loh kamu bukan anak asuh panti?" Tanya Marvel.
"Maksud saya kalau kak Lieke itu lebih spesial karena dia adalah anak sahabatnya ibu pemilik. Kalau kami kan enggak." Jawab gadis itu.
"Tapi perlakuan bu Rissa eggak ngebedain kan?"
"Enggak Mami nggak pernah bedain siapa pun dan Kak Lieke juga nggak pernah bedain kami."
"Kak Lieke itu orang yang sangat baik," kata gadis itu.
"Oh ya siapa namamu?" kata Marvel.
"Saya Marvel sekretarisnya Pak Axel suaminya Ibu Lieke." Marvel mengulurkan tangannya.
"Saya Vero, Veronica," kata Vero sambil mengulurkan tangan.
"Kamu masih SMA?"
"Ya Om saya masih kelas 12, hendak ujian," jawab Vero.
"Oh gitu," kata Marvel.
"Sebentar ya Om. Tunggu sebentar."
"Ya enggak apa apa saya sedang melihat-lihat foto kok," kata Marvel.
"Silakan diminum Om," Vero menawarkan Marvel untuk meminum sirop yang dia buatkan.
"Ya terima kasih," Kata Marvel.
'*Dia sangat manis dan bersahaja*.'
"Bagaimana? Kamu sudah lama menunggu?" tanya Ariani yang baru keluar ke ruang tamu.
"Belum Bu baru kok," jawab Marvel.
"Iya Ibu," jawab Marvel kaku.
"Kamu panggil saya mami aja kayak anak-anak nggak apa apa," Clarissa menyukai sosok Marvel yang bersahaja seperti Axel.
"Iya Tante, eh Bu, eh Mami," kata Marvel serba salah.
"Jadi gini saya ingin bertanya tentang kasus kamu," Ariani lalu mulai merinci pertanyaan, dan mencatat banyak hal yang dia rasa penting.
Proses tanya jawab dengan Marvel cukup lama terjalin.
Diskusi antara Marvel dan Ariani serta Clarissa berlangsung cukup hangat dan tak kaku lagi.
"Mami, ini cicipi dulu buat nahan laper," Vero membawakan pisang rebus yang dia masak.
"Kamu bikin pisang rebus?"
"Iya Tante kemarin ada pisang diantar."
"Gimana ordermu?"
"Puji Tuhan rame dan lancar Tante."
"Bagus, tapi ingat jangan sampai kakakmu marah. Kamu dan Nina mau ujian akhir. Batasi order," Ariani menasihati Vero.
"Iya Tante. Ini kami mau ke rumah sakit nengok kak Lieke. Kami bersiap dimarahin karena masih terina order kilat."
"Kak Lieke masih ngebolehin kami terima order tapi enggak boleh order kilat agar enggak ganggu sekolah kami."
"Kalian mau ke rumah sakit?" Tanya Marvel.
"Iya Om," jawab Vero.
"Koq Om sih? Ini kan anak buah kak Axel dan kak Lieke," protes Clarissa.
"Enggak apa apa tetap aja Om kan?" kata Veronica.
"Terserah enggak apa-apa dipanggil Opa juga enggak apa-apa kok," Kata Marvel. Akhirnya semua tertawa.
"Kalau mau bareng ke rumah sakit ayok bareng saya. Ini saya mau ke rumah sakit untuk bicara dengan bu Lieke," ajak Marvel.
"Nah, tu malah enggak repot. Kalian bareng saja karena Marvel memang mau ke sana," Clarissa setuju dengan Marvel.
"Iya Mi. Mau bawakan kak Lieke pisang rebus kesukaan dia dan kak Axel juga," jawab Vero.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR