
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Dia kenapa?" Bisik Clarissa.
Magdalena menceritakan sejak awal. Sampai saat Lieke menjerit ketika tidur lalu diberikan suntikan penenang oleh Martha.
"Maaf Mi, apa saat awal dia datang kembali ke panti dia seperti ini? Bermimpi buruk?" Axel bertanya pada mertuanya.
"Enggak. Dia enggak mimpi buruk. Tapi sepanjang malam dia menangis terisak. Dia baru bisa tidur kalau Mami peluk dia. Sejak kecil seperti itu. Kalau sedih, dia akan tidur dalam pelukan Mami." Clarissa menceritakan fakta yang ada.
'*Ternyata dia memelihara anak-anak dengan penuh cinta*,' Novita menilai sosok ibu asuhnya Lieke.
Clarissa mendekati bed-nya Lieke. Dia kecup keningnya lalu dia bisikan kata-kata buat buah hatinya.
"Mami disini sayang. Enggak perlu khawatir. Kamu anak Mami terkuat. Kamu anak hebat. Mami dan papi cinta kak Lieke," Clarissa selalu menyebut dia dan Steve mencintai Lieke. Walau Steve sudah tak ada, tapi dia ingin anak-anak selalu ingat papi mereka.
\*\*\*
Axel menyesal mendengar Clarissa menangis sepanjang malam. Dan dia sangat bodoh memendam persoalan hingga orang tuanya mendesak dan berjanji akan menanggung bersama semua akibat yang akan terjadi bila masalah disebar ke orang lain.
"Kami yakin ada alasan kuat mengapa saat itu kamu tak melakukan semua hal itu. Kami berkesimpulan kamu sedang terpojok!"
"Kami memang belum punya bukti bukti bahwa kamu bukan pelakunya."
"Saat ini kami memutuskan bahwa kami percaya kamu bahwa bukan kamu pelakunya!"
"Kamu adalah anak kami, cucu kami dan keponakan kami, karena itu kami akan dukung kamu apa pun yang sedang kamu hadapi dan apa pun konsekwensinya. Kami akan pikul bersama denganmu agar beban kita ringan bila berbagi."
"Tapi dengan satu syarat kami sangat mendukung kalau kamu menyebutkan siapa pelakunya."
"Kami tahu kamu diancam, karena itu kami memutuskan akan mendukung kamu dengan semua konsekuensinya."
"Kami akan dukung kamu apa pun ya g akan terjadi. Ayo kita cari solusi bersama. Kami yakin kamu nggak bisa menyelesaikan persoalan ini sendirian."
"Kalau aku berbuat buruk. Apa semua sanggup menanggung malu?" Lirih akhirnya Axel bicara.
"Maksud kamu apa?" kata Magdalena tak percaya anaknya berkelakuan buruk.
"Aku diancam seseorang akan mengedarkan video aku selingkuh! Aku takut membantah ketika itu karena tak ingin Lieke melihat video itu dan dia akan depressi saat hamil."
"Video itu tidak 100% benar tapi juga tidak 100% salah."
"Ceritakan pada kami semuanya." Pinta Lucky. Dia paling geram dengan tindakan seperti ini.
"Ceritakan pada kami semuanya. Berikan pada kami data diri nya selengkapnya." Pinta Maria.
Axel menyesal, mengapa bukan saat pertama kali ditanya dia menjawab semua?
Mengapa harus menunda dua minggu dulu sehingga Lieke melihat dia mengantarkan perempuan hamil ke dokter kandungan?
Mengapa dia sebodoh itu?
Axel ingat, alasannya diam karena takut kondisi kandungan Lieke terpengaruh, itu yang membuat saat kejadian itu Axel diam. Karena pelaku ada di situ kalau dia langsung membantah, Axel yakin Rita akan langsung mengirimkan video itu ke ponsel Lieke.
Axel ingat dua hari sebelumnya Rita sudah mengancamnya **lihat saja suatu hal yang aku buat kalau kamu berani melawanku. Aku akan langsung berikan video itu pada Lieke dan papa** **mamamu**!"
Ancaman yang sangat jelas. Itu sebabnya Axel di tak berani berkutik saat kejadian.
Kalau aku membantah saat itu juga Lieke akan langsung melihat video itu. Sama aja kan Lieke terluka?
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN