WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
POSSESSIVE PADA KAMU ATAU PADA AXEL?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Selamat malam Pak," Marvel berdiri dan mengulurkan tangan pada Pieter.



"Eh kamu, ada apa ini?"



"Saya sedang bicara dengan Bu Magdalena Pak."



"Ada apa Ma?"



"Duduk Pa, bisa bicara nggak? Apa Papa terlalu capek?" Magdalena tak mau memaksa suaminya.



"Enggak cape, bisa kok Papa bicara."  Pieter pun ikut duduk bersama dengan Magdalena dan Marvel.



"Jadi gini Pa. Tadi Mama tanya Marvel saat di kantor. Mama  tanya ke Marvel kapan dia ambil kertas di dokter Martha karena Martha bilang itu adalah pagi dan Marvel memang jujur bilang pagi dia sudah di rumah Martha."



"Lalu Mama bilang kata dokter Martha tulisannya bukan seperti yang Mama baca saat party. Sedang dari rumah Martha sampai masukin kertas itu kan cuma tangannya Marvel yang pegang. Sampai sini siapa pun akan sepakat, kalau kertas itu berubah hanya Marvel lah pelakunya."



"Barusan Marvel bilang bukan dia pelakunya dia berani sumpah bahwa bukan dia pelakunya." 



"Marvel baru sadar karena kata-kata Mama siang tadi di kantor."



"Marvel baru ingat Martha memasukkan kertas tulisannya itu kesedotan besar berwarna hijau, dan Marvel bilang dia baru ingat yang dia masukin ke balon itu sedotan kecil warna kuning."



"Padahal sejak diterima dari rumah Martha tulisan itu ada di saku dan tak pernah dia tukar."



"Lalu siapa yang tukar?" kata Pieter pura-pura bodoh.



"Itulah Pak saya nggak ngerti," jelas Marvel jujur.



"Kamu waktu itu dengan siapa?"



"Dengan kekasih saya tapi dia nggak pegang sama sekali Pak. Dia hanya melihat saya menaruh amplop di saku kemeja saya."



"Lalu dia turun di toko roti untuk beli sarapan. Sudah gitu aja Pak," jujur Marvel mengatakan semuanya.



"Kamu yakin?"



"Yakin Pak." Marvel bicara sambil mengangguk.




"Sekarang saya nggak tahu Pak. Saya nggak tahu, tapi saya berani sumpah bukan saya pelakunya. Saya nggak pernah membuat kecurangan seperti itu." Ungkap Marvel.



"Untuk sementara saya percaya dengan omonganmu. Nanti kita lihat aja siapa pelakunya. Tentu akan ada hukuman sangat buruk karena telah membuat menantu saya depresi dan bisa membuat keguguran calon pewaris saya." Ucapan Pieter ini tentu menyadarkan Marvel kalau pemilik perusahaannya sangat marah dengan adanya kejadian itu.



"Saya berani  bersumpah dan berani mempertanggung jawabkan kebenaran ini. Dibawa ke polisi sekali pun saya bersedia karena memang bukan saya pelakunya."



"Kalau soal ini saya bilang benar-benar tidak bohong Pak. Saya bukan pelakunya," kata Marvel lagi.



"Kalau saya pelakunya saya nggak akan berani lapor untuk bertanggung jawab ke sini kan Pak?"



"Kalau soal dengan Pak Faisal memang saya berbohong Pak. Karena saat itu memang bukan Pak Faisal yang meminta saya untuk menemuinya di belakang."



"Lalu siapa?" Magdalena cepat bertanya karena dia penasaran.



"Kekasih saya Bu. Dia minta ditemui saya sebentar di belakang."



"Karena masih jam kerja jadi saya berbohong. Hanya itu saja alasan sebenarnya. Saya tak enak pada Pak Axel bila jam kerja bertemu dengan kekasih. Saya tidak berbohong untuk merugikan pak Axel Pak."



"Oh begitu. Lalu kenapa kekasihmu tahu dimana kamu berada. Apa kamu kasih tahu jadwal Axel meeting?"



"Kekasih saya itu selalu tanya saya sedang apa dan dimana Bu. Kalau saya bilang sedang menemani pak Axel meeting dia akan tanya posisi meeting dimana. Dia takut saya selingkuh."



"Dia possessifnya ke kamu atau ke Axel, karena selalu ingin tahu dimana Axel berada."



"Iya sih Pak, Bu dia suka tanya, misalnya pa Axel sedang dimana, kenapa saya enggak ikut dan pertanyaan lain."



"Lalu kamu selalu merinci dimana lokasi Axel?"



"Ya nggak selalu, kadang saya bilang saya nanti akan menemani di hotel mana atau kadang saya bilang saya enggak tahu jadwal pak Axel keluar karena tak ada kegiatan."



"Karena kamu selalu di absen kekasihmu saya pindah kamu ke bagian umum yang tak ada hubungan dengan Axel sama sekali. Saya sudah beritahu pada HRD. Kalau semua kegiatan Axel masih juga bocor sampai telinga kekasihmu, kamu saya pecat tanpa pesangon dan tanpa referensi kerja,"   Marvel menyadari semua karena posesifnya Lian. Marvel harus berpikir soal masa depannya.



'*Kalau dia jadi istriku dan selalu ingin tahu semua langkahku, aku sama saja hidup dalam penjara*.' 


Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE



baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa