
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Rita mengupas pepaya yang memang sudah bersih. Pisau roti yang dia genggam untuk dia gunakan mengupas buah pepaya tidak tajam. Pisau tebal dengan ujung membulat bukan lancip.
'*Aku harus bagaimana ya*?' Rita ingin memutus selang infus tapi tidak bisa terputus, berkali dia mencoba tapi tak juga bisa, karena gesekan di selang maka tiang infus bergeser karena tiang infus menggunakan roda agar mudah dipindah saat pergi ke kamar mandi.
Tadi Rita baru ke kamar mandi jadi botol infus masih digantung di tiang yang buat bergerak, belum dia kembalikan kegantungan yang ada di bed rumah sakit.
Karena tiang bergeser maka Rita berupaya mengambil tiang tapi malang dia malah terguling jatuh dari tempat tidur.
Tak bisa dicegah pisau tumpul yang dia pegang menancap di perutnya karena dia jatuhnya tengkurap. Walau tumpul tapi karena badan jatuh ya tetap bisa tertancap di perut tepat di rahimnya.
Semua pasien langsung berteriak dan ada beberapa yang sempat menekan bel untuk memanggil petugas jaga.
Tak ada yang percaya kejadian tak terduga itu. Suster langsung berlarian masuk dan melihat kondisi Rita yang tertusuk pisau buah.
Rita langsung dibawa ke ruang operasi. pendarahannya sudah sangat banyak.
\*\*\*
Marvel hari ini tidak bekerja karena hari Sabtu. Dia bingung mau ke mana dia ingat gadis-gadis panti katanya mau ke posyandu. Tapi dia nggak punya nomor lain selain nomornya Vero.
Marvel enggak berani menghubungi sang jenderal. Akhirnya dia hanya beres-beres kamar saja.
"Ade, Mama udah lapor ke yayasan. Mereka ingin Mama survei ke panti asuhan itu. Kamu hari ini ada kegiatan nggak?" tanya Maheswari pada Marvel.
"Enggak ada sih Ma, emang kenapa?"
"Ayo antar Mama ke sana, biar Mama bisa live report ke yayasan bahwa Mama sudah sampai sana dan memberitahu bagaimana kondisi di panti asuhan."
"Aku enggak ada kegiatan sih Ma. Sebentar ya ini tanggung. Kalau Mama bilang dari tadi mungkin aku nggak bongkar lemari."
"Sedikit lagi rapi kok," Marvel memang sedang menyortir pakaian bekasnya untuk diberikan ke yayasan guna dijual di bazar besok minggu depan.
Bila ada barang-barang tak terpakai memang Marvel dan Maheswari juga Papanya Marvel dan kakaknya selalu sumbangkan ke yayasan.
Oleh yayasan barang bekas akan dijual guna kegiatan amal.
Selain untuk kegiatan amal oleh Yayasan untuk uangnya juga dibagikan kepada orang lain yang membutuhkannya.
"Kenapa enggak sama Bang Willy?" tanya Marvel kakaknya Marvel namanya William dipanggilnya Willy.
"Abang sibuk pergi sama Menik ( tunangan Willy )."
"Pasti sibuklah. Dia kan sudah mau nikah pasti banyak yang dia harus persiapkan," kata Marvel.
Willy bulan lagi akan menikah, jadi hari ini tidak bisa menemani Mama mereka.
\*\*\*
Marvel mengantar mamanya ke panti asuhan mereka tiba jam 11.00.
Karenina menyambut dengan manis.
"Hallo Kak, apa khabar?"
"Hei Nin, mamimu ada?" Tanya Marvel.
"Lagi di ruang baby kak."
"Perkenalkan ini mamaku, hari ini bertindak atas nama yayasan yang besok kalian mau ikut bazarnya. Mama ingin bertemu dengan mami."
"Aku laporkan ke mami dulu Kak. Silakan duduk Tante. Saya Karenina," Nina mengulurkan tangan dengan sopan.
"Kamu kok panggilnya mami?" bisik Maheswari pada putra bungsunya.
"Kemarin Ibu Clarissa bilang panggil dia mami aja seperti anak-anaknya panggil dia. Aku ya nurut aja kan Ma?" Marvel mengatakan hal sebenarnya pada sang mama.
'*Siapa tahu dia beneran jadi mami-ku. Mami mertua*,' lanjut Marvel, tapi kalimat yang belakangan ini hanya dia ucap di batinnya saja.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED