WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
JEBAKAN YANG LICIK.



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Axel ingat, sebelum bertemu di rumah sakit dengan Lieke, dia dihubungi oleh Rita, dan semua itu langsung Axel laporkan ke group yang membahas masalahnya.



@ : '*Ada apa*?' terdengar suara Axel di rekaman itu.



® : '*Aku mau kita ketemu*.'



@ : '*Maaf aku sibuk*!'



® : '*Kalau kamu tidak mau datang aku akan sebar video itu*.'



@ : '*Mau kamu apa sih*?' terdengar suara Axel agak ketus karena marah dan merasa terganggu. Jam 05.00 rekaman itu sudah tersebar. Entah percakapan terjadi kapan.



® : '*Datang sekarang di tempat yang aku kirimkan*!'



@ : '*Kamu gila? Ini belum jam 05.00 pagi,  aku disuruh datang*?'



® : '*Bukan sekarang,  maksud aku hari ini jam 10.00 pagi.  Di tempat yang aku kirim alamatnya*.'



@ : '*Oke, aku akan atur jadwal kantor. Jam 10.00 pagi dan waktuku hanya 10 menit! Jadi jam 10.10 aku harus kembali*.'



® : '*Enggak bisa dipastikan selesai dalam 10 menit. Yang pasti kamu harus datang*.'



Saat ada telepon masuk, Axel langsung menekan tombol rekam sehingga semua pembicaraan itu bisa dia simpan dan dia kirimkan.


\*\*\*



'*Kamu jangan lupa rekam semua pembicaraan agar bisa lebih jelas, tapi Oma akan kirim orang untuk bersiap di sana memasang perekam suara yang sensitivitasnya lebih tinggi dan ingat kamu jangan minum apa pun atau makan apa pun*.' Oma Maria langsung mengerahkan pasukannya untuk berada di sana.



'*Oma takut dia akan kembali menebarkan sesuatu*.'



'*Ya Oma aku akan turuti semua perintah Oma*.' Axel sekarang tenang karena dia tak sendirian lagi. Semua tetuanya memdukung dirinya.



'*Kecuali kalau kamu datang duluan. Itu pun kamu harus perhatikan menu yang dibawa oleh pramusaji*.'



'*Anggota Oma akan jaga makanan dan minuman kamu deh. oke Oma nanti kasih penjaga disana aja agar kamu aman*.'



'*Ponselmu jangan tidak aktif karena Oma akan kirim pesan atau petunjuk apa ya g harus kamu lakukan di situ*.'


\*\*\*



"Ada apa?" kata Axel datar saat bertemu dengan orang yang memintanya datang.



"Waktu aku 10 menit."



"Enggak kita makan dulu."



"Tidak bisa aku ada meeting cepat katakan!"



"Ini," rupanya perempuan yang menghubungi Axel sebelum jam 05.00 pagi melalui telepon adalah Rita.



Rita memberikan sebuah test pack yang dia bilang baru dilakukan pagi tadi saat bangun tidur, makanya dia panik.




"Apa itu?" Axel  pura-pura tidak mengerti benda yang dia lihat.



"Enggak mungkin kamu enggak tahu,  istri kamu sudah hamil. Ibu hamil tahu alat seperti ini buat apa."



"Itu apa?" Axel kembali bertanya dengan wajah lugu.



"Ini namanya test pack, semua orang orang tahu dan aku yakin kamu juga tahu."



"Sejak SMA aku tinggal di sekolah yang pakai asrama. Semua siswa laki- laki tak ada siswa perempuan. Jadi aku enggak tahu tentang alat itu."



"Maaf istri aku langsung periksa ke dokter, tidak pakai alat seperti itu dan untuk mengecek kehamilan istri aku langsung periksa darah agar tahu semua penyakit dalam janin," jawab Axel tenang.



"Lihat alat ini, ada dua garis artinya aku hamil."



"Lalu kalau kamu hamil kenapa lapor aku?"



"Karena kamu ayah bayi yang aku kandung."



"Oh ya?" tanya Axel.



'*Setelah minta jadi simpenan kalau kamu enggak mau jadikan dia istri kedua, sekarang dia jebak kamu dengan pertanggung jawaban bayi. Ikuti terus alurnya*.' saran oma Maria.



'*Bawa periksa ke tempat Tante, jangan mau ke tempat lain. Kamu bisa dijebak dengan hasil palsu*,' Martha yang kebetulan sedang pegang hape langsung kasih saran di group.



"Bagaimana mungkin bisa hamil? Kalau memang pernah, kita hanya satu kali melakukan. Aku tak yakin kamu hamil."



"Aku ragu kamu hamil anakku."



"Ya pastilah ini anakmu. Waktu itu kita bikin koq."



"Aku beneran hamil dan aku enggak takut kita periksa kehamilan," jawab Rita meyakinkan.



"Oke kita periksa kehamilan. Apa benar kamu hamil. Kita harus periksa di dokter yang aku tentukan."



"Oke, aku enggak takut akan periksa dimana karena aku memang hamil."



"Datang nanti sore jam 05.30 disini," Axel menuliskan alamat dokter Martha.



"Nanti aku daftarkan pada dokter itu."



"Baik," jawab Rita. 


\*\*\*



Axel tak menyangka, begitu dia tinggal pergi Rita menghubungi Lieke minta datang sesuai dengan jadwal periksanya.



Jebakan yang licik. 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN