
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Maaf aku nggak ikut kalian jalan-jalan ya. Aku ada praktek sore," Rita mendengar dengan jelas Martha pamit pada Lieke dan Magdalena karena mereka berdiri dekat meja dia.
Lieke dan Magdalena serta Marta sudah mau pulang.
"Iya enggak apa-apa Bu Dokter," kata Lieke sopan.
"Kamu tuh jangan panggil saya bu dokter dong. Kan kita sudah kenal bahwa kamu anak menantunya teman akrab saya ini." Jelas Martha.
"Iya Bu Dokter, eh Tante. Maaf belum biasa."
'*Oh dia baru kenal hari ini*,' kata Rita dalam hatinya.
"Nanti kita kontekan lagi ya," kata Magdalena pada Martha.
"Siap, pokoknya kita aturlah reuninya," ujar Martha.
'*Oh mereka teman kuliah atau sekolah*,' pikir Rita lagi.
"Siapa tadi namanya saya enggak tahu, saya permisi pulang duluan ya," pamit Martha pada Rita.
"Oh iya Bu dokter," kata Rita. Rupanya dia yang dipamiti oleh Martha sebelum meninggalkan rumah makan pizza itu.
Magdalena dan Lieke juga keluar tanpa bicara apalagi pamit pada Rita.
Dari dalam rumah makan pizza, Rita melihat bahwa Martha menuju ke kiri pintu sedang Magdalena dan Lieke ke kanan pintu.
"Rupanya mereka memang tidak barengan. Baru ketemu di sini dan enggak lanjut pergi bersama lagi," ucap teman Rita.
\*\*\*
Habis dari makan pizza, Lieke dan Magdalena pergi ke mall untuk mencari baju baby new born bagi calon bayi Lieke. Tentu saja kesempatan itu tak di sia-siakan oleh Lieke untuk memegang dan mengamati, jenis bahan juga model pakaian baby yang direkam dalam otaknya.
Lieke juga membeli banyak baju baby new born dan ada beberapa sample satu-satu untuk baby dress untuk usaha adik-adiknya di panti asuhan nanti.
"Buat apa kamu beli dress baby born seperti itu?" kata Magdalena. Jelas-jelas calon anak Lieke nanti laki, tapi Lieke membeli dress.
"Aku juga meraba beberapa bahan jadi aku harus beritahu adik-adik."
"Oh baguslah, beli agak banyak juga enggak apa-apa kan. Bisa kamu berikan pada bayi-bayi di panti," kata Martha.
Rupanya mereka tetap bertiga jalan bareng. Tadi hanya sandiwara di sebelah mejanya Rita saja.
Mendengar kata-kata Martha, Magdalena langsung teringat ingin memberi sesuatu bagi para bayi di panti.
Dia membeli banyak diapers, shampoo, sabun, bedak baby dan tissue baby. Dia biarkan pengawalnya yang bawa belanjaannya.
Lalu mereka jalan ke tempat baju hamil.
"Aku kan nggak suka rok untuk baju hamil Ma," ucap Lieke ketika Magdalena mengusulkan sebuah gaun hamil yang cantik.
"Ya udah sih ini ada celana hamil sama kemejanya," usul Magdalena.
"Tante sarankan ambil blousenya yang bisa untuk menyusui jadi nggak dua kali beli baju," kata Martha.
"Ada kok baju yang untuk ibu menyusui. Jadi sudah ada kancing di bagian dada yang bisa dibuka bagian kanan dan kiri untuk menyusui bukan kancing tengah depan," Martha memberi tahu apa yang disebut dengan rok atau blouse untuk ibu menyusui.
"Oh gitu Tante?" Lieke memang bukan perempuan yang suka mengikuti fashion walau bisa menjahit.
"Iya khusus ibu hamil kemejanya kanan kiri bisa dibuka ada kancing khusus," Martha mencari model yang dia maksud lalu memperlihatkan pada Lieke.
"Wow aku baru tahu," kata Lieke takjub.
Lieke langsung memilih mana blouse yang sesuai seleranya dipadukan dengan celana hamil yang dipilihkan mama mertuanya dn dokter Martha.
Selanjutnya mereka pun hunting sepatu tanpa hak sama sekali yang sudah dipesankan oleh Pieter. Pieter melarang Lieke menggunakan sepatu walau pun hak hanya 3 cm.
Lieke hari ini pakai sneaker saja tanpa hak sama sekali.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING