WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
ARTI CUBITAN ITU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Marvel teringat wajah gadis itu ketika mengantarkan pisang rebus.



"Mami, ini cicipi dulu buat nahan laper," Vero membawakan pisang rebus yang dia buat.



"Kamu bikin pisang rebus?"



"Iya Tante kemarin ada pisang diantar."



"Gimana ordermu?"



"Puji Tuhan rame dan lancar Tante."



"Bagus, tapi ingat jangan sampai kakakmu marah. Kamu dan Nina mau ujian akhir. Batasi order," Ariani menasihati Vero.



"Iya Tante. Ini kami mau ke rumah sakit nengok kak Lieke. Kami bersiap dimarahin karena masih terina order kilat."



"Kak Lieke masih ngebolehin kami terima order tapi enggak boleh order kilat agar enggak ganggu sekolah kami."



Semua pembicaraan itu Marvel rekam dalam benaknya. 



'*Mengapa aku bisa terpesona pada gadis ini? Dulu ke Lian enggak begini deh rasanya*.' batin Marvel.



"Kalian mau ke rumah sakit?" Tanya Marvel.



"Iya Om," jawab Vero.



"Koq Om sih? Ini kan anak buak kak Axel dan kak Lieke," protes Clarissa.



"Enggak apa apa tetap aja Om kan?"  kata Veronica.



"Terserah enggak apa-apa dipanggil Opa juga enggak apa-apa kok," Kata Marvel.



"Kalau mau bareng ke rumah sakit ayok bareng saya. Ini saya mau ke rumah sakit untuk bicara dengan bu Lieke," ajak Marvel.



"Nah, tu malah enggak repot. Kalian bareng saja karena Marvel memang mau ke sana," Clarissa setuju dengan Marvel.



"Iya Mi. Mau bawakan kak Lieke pisang rebus kesukaan dia dan kak Axel juga," jawab Vero.



"Kalian bisnis apa?"  tanya Marvel penasaran. Tadi di panti Marvel mendengar Ariani bertanya soal bisnis ada Vero. Anak SMA ditanya tentang order tentu membuat yang mendengar akan bingung.



"Kami bisnis baju baby homemade Kak," jawab Helly si bungsu. 




"Tapi saat Kak Lieke mau kembali ke rumah kk Axel dia mengajarkan Kak Nina dan Kak Vero untuk belajar memotong."



"Akhirnya mereka mahir," si centil Helly menerangkan dengan rinci semuanya.


\*\*\*



"Vero kamu tiba-tiba sakit gigi?" goda Marvel.



"Kenapa kak?" Tanya Nina atau Karenina.



"Tiba-tiba dia diam. Takutnya kena sakit gigi," goda Marvel lagi.



"Ih Om nih ngaco deh," bantah Vero.



"Ha ha ha, lihat kalian cuma dari dia kakak dapat panggilan OM," lapor Marvel pada ketiga adiknya Vero.



"Suka-suka dia lah," kata Karenina.



"Iya kakak juga nggak repot kok. Biarin aja dia mau panggil Om, mau panggil Opa atau mau panggil SAYANK juga kakak nggak nolak," goda Marvel lagi. 



Semuanya tertawa kecuali Vero yang hanya senyum kecut. 



"Cie cie ada yang minta dipanggil sayank, cie," kata Betty.  



Marvel melihat semua tertawa riuh dan Vero tersipu. 



"Enggak apa apa kan? Kali aja dikabulkan permintaannya,"  Marvel terus menggoda Vero yang wajahnya sudah memerah.



"Iya bener Kak kali aja ada yang tiba-tiba langsung jadi pacar," kata Karenina lagi. Dia semakin bersemangat menggoda Vero.



"Apa sih kalian?" Protes Vero.



"Eh ada suaranya loh," Marvel juga makin menjadi menggoda Vero.



Semua terus saja tertawa. Tak ada yang melihat saat itu tangan Vero mencubit paha Marvel.



"Ayo kita turun," ajak Marvel, karena mereka telah tiba di rumah sakit tempat Lieke dirawat.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN