
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Halo saya Pieter Markus Wibowo. Pada kesempatan kali ini saya ingin memberitahu bahwa tadi memang ada kejadian di perusahaan saya."
"Tadi memang ada penangkapan pelaku penjebak anak saya. Mohon jangan dengar rumors yang tak bertanggung jawab. Bila ingin berita yang akurat bisa hubungi saya langsung," Pieter tak ingin ada khabar simpang siur.
"Kejadian berawal satu setengah bulan lalu anak saya Marcel Geraldy Wibowo dijebak oleh Margaretha atau Rita di sebuah cafe selepas dia meeting."
Pieter merinci bagaimana Axel dijebak di cafe dan dibuat video mesum rekayasa seakan-akan Axel melakukan making love dengan Rita.
"Semua fakta akan saya berikan di pengadilan. Dalam rekaman CCTV jelas bagaimana Rita dibantu oleh otak pelaku yang bernama Marianne Phillipus atau Anne membuat video editan."
"Saya mohon untuk semua wartawan, kalau mendapatkan berita tidak benar bahwa tadi kami didalam menyakiti saudara Rita itu adalah perbuatan yang tidak benar."
"Staff kami tidak ada yang menyakiti saudari Rita. Memang benar ada seorang staff yang mendorong Rita. Tapi hal itu karena saudari Rita ingin mendorong menantu saya."
"Staff saya melindungi menantu saya, sehingga saudari Rita sedikit terdorong. Saat ini dia sedikit mengalami gangguan tapi bayinya tidak keguguran!"
"Ingat, staff kami melindungi menantu saya yang didorong oleh saudari Rita! Staff kami bukan melakukan penyerangan! Mohon agar semua tidak menyebar rumors yang salah. Ini CCTV kejadian sebenarnya," lalu Pieter menyalakan laptop dan memperlihatkan pada wartawan.
"Anda semua perhatikan saudari Rita mendorong menantu saya dan staff kami melindungi menantu saya."
"Apabila sehabis ini ada berita tidak benar, kalian akan berhubungan dengan pengacara saya." Ancam Pieter.
"Pelaku utama adalah ini, namanya Margaretha, papanya sudah dipenjara karena melakukan korupsi, mamanya entah kemana."
"Dia mencari uang dengan menjual diri dan hamil. Lalu minta tanggung jawab pada anak saya yang belum kenal dia dan tak pernah bertemu sebelumnya, dengan cara menjebaknya."
"Otak semua itu adalah ini," Pieter menayangkan wajah Anne yang didapat dari CCTV ruang meeting tadi.
"Dia kekasih Rita, namanya Marianne Philipus," tak tanggung-tanggung Pieter membeberkan pelaku tanpa tedeng aling-aling. Dia ingin langsung berperang.
"Lian selalu bertanya pada kekasihnya yang kebetulan sekretaris putra saya."
"Sekali lagi saya tegaskan staff saya tidak bersalah. Staff saya hanya menjawab pertanyaan kekasihnya tanpa tahu bahwa kekasihnya adalah informan otak pelaku penjebakan ini."
"Saya beritahu saya lagi saya sangat dirugikan oleh kelakuan saudari Anne dan saudar Rita yang membuat menantu saya sangat depresi sehingga meninggalkan rumah akibat di pesta yang sangat besar dibuat malu dengan menukar kertas dari dokter Martha."
"Kedua perempuan jahat itu telah membuat menantu saya terluka batinnya, harus menanggung malu sehingga nanti juga akan ada tuntutan dari menantu saya sendiri di luar tuntutan dari anak saya."
"Jadi ada dua tuntutan untuk 2 perempuan itu. Eh 3 perempuan karena saudari Lian juga akan terseret kasus sebagai pelaku tambahan."
"Sekali lagi saya jelaskan mereka akan dapat dua tuntutan satu dari anak saya dan kedua dari menantu saya."
"Sekian keterangan yang saya berikan dari rumah sakit di mana sekarang anak menantu saya dan anak saya sangat terluka."
"Akibat didorong tadi menantu saya kram perut dan sampai saat ini anak saya juga depresi melihat istrinya seperti itu."
"Yang ini tak akan bisa dibayarkan oleh apa pun sehingga saya ingin mereka bertiga dihukum seumur hidup!" kata Pieter tegas.
\*\*\*
Phillipus dan Christina yang baru sadar kaget melihat konferensi pers yang dilakukan oleh Pieter. Mereka masih di kantor polisi.
Mereka tahu berhadapan dengan orang besar itu sulit terlebih memang anaknya yang bersalah.
Mereka sangat malu karena foto anaknya terpampang jelas di televisi. Banyak kerabat yang langsung tahu kelakuan dua anak kembar mereka. Rumah mereka pun sekarang sudah diserbu oleh wartawan. Si kecil Joshua yang masih berusia 8 tahun barusan menelpon melaporkan kondisi rumah mereka.
Joshua bersama dua pembantu di rumah disuruh tutup pintu oleh Phillipus. Mereka semua malu karena semua hancur gara-gara kelakuan Anne.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU