WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
MIMPI BURUK



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Dia tidur?" tanya Novita pelan.



"Iya Oma, kayaknya dia baru agak tenang karena besok sudah boleh pulang."



"Tapi kan ini jam makan siang," kata Novita lagi.



"Susah kalau dibangunkan Oma. Mungkin obatnya bikin dia agak tenang seperti ini. Nanti sebentar lagi dia makan kok kalau dia rasa lapar dia pasti makan."



"Kan mama bawa sop-nya pakai termos tahan panas jadi sopnya pasti panas terus. Enggak apa apa Oma." Axel kasihan kalau membangunkan Lieke yang sedang tidur.



Memang biasanya jam 09.00 sampai jam 11.00 Lieke akan tertidur, mungkin karena pengaruh obat yang diberikan Martha sehabis sarapan akan membuat Lieke beristirahat mungkin itu diperlukan untuk mengkondisikan tubuhnya agar cepat pulih. Jadi setiap jam 09.00 sampai jam 11.00 Lieke pasti akan tidur kecuali saat kunjungan polisi kemarin.



Waktu itu memang polisi dan pengacara datang memang belum tidur.



"Udah kita makan duluan aja nggak apa apa," kata Pieter.



"Enggak tungggu Papa?" tanya Magdalena.



"Memangnya Papa sudah on the way ke sini? Kan belum. Nanti kita malah kelaparan."



"Ya sudah, kita makan duluan aja," jawab Novita.



Maria membelikan mereka nasi box dengan menyuruh pegawainya.



"Axel kamu sekarang makan dulu sebelum Lieke bangun. Begitu lieke bangun kamu sudah siap," kata Magdalena berkali-kali.



"Iya Ma aku ngerti kok. Dan aku nggak akan mungkin ninggalin dia. Setiap saat juga dia aku urusin."



"Ya harus! Jangan sampai saat kondisi kayak begini kamu tinggalin dia. Nanti dia malah tambah depresi."



"Itu yang bahaya. Aku rasa sepertinya tadi dia keguncang mendengar kondisinya Rita Ma," kata Axel.



"Kok kamu tahu?"



"Saat Papa bilang bahwa Rita kecelakaan dan bayinya tertusuk, dia langsung pegang perutnya dan seakan meringis ikut merasakan sakit gitu. Aku merasa pasti dia kepikiran."



"Oh gitu ya?"



"Kayaknya seperti itu makanya sekarang dia baru tertidur."



"Kalau gitu nanti kamu bilang lagi sama Martha. Mungkin ada tambahan obat."



"Jangan Ma, kalau bilang nanti malah tambah lama pulangnya." Axel tentu tak ingin Lieke tak jadi segera pulang.



lama pulang atau dia kembali sakit?" kata Maria.



"Oh iya juga ya? Oke nanti aku akan laporkan ke tante Martha."



Semua sadar bisa jadi Lieke tak percaya mendengar yang bikin dia celaka sekarang malah celaka sendiri tanpa dia balas dendam.


\*\*\*



"Mamiiiiii," teriak Lieke. 



Axel langsung lompat mendengar Lieke berteriak. Axel langsung berlari menghampiri istrinya.



"Kenapa sayang?" Axel mendekap Lieke yang langsung terlompat duduk yang membahayakan janin karena gerakannya cepat bukan pelan-pelan.



Axel langsung berlari menghampiri Lieke, padahal mereka semua sedang makan siang.



"Kenapa?" tanya Axel lagi dengan lembut.



Axel memberikan air putih untuk diminum oleh istrinya.



"Ada apa?" tanya Axel lagi karena Lieke belum juga menjawab. Lieke langsung memeluk suaminya. 



"Aku takut," Lieke menyurukkan wajahnya ke dad@ suaminya.



"Takut kenapa? Kamu nggak di apa-apain. Kenapa takut?" kata Axel menenangkan istrinya.



"Aku mimpi buruk," keluh Lieke.



"Makanya kalau ada apa-apa nggak usah dipikirin. Mimpi buruk apa? Ceritain biar bebanmu berkurang," hibur Axel.



"Aku mimpi dikejar-kejar Rita. Dia ingin menusuk perutku." Lieke gemetar mengatakan itu. Dia sangat ketakutan



"Ya ampun kamu tuh kebawa cerita papa. Tadi Papa bilang bahwa Rita ketusuk perutnya jadi kamu ketakutan seperti itu," kata Axel.



"Sudah tenang aja. Kamu makan ya kita semua lagi makan loh," kata Novita berupaya membuat Lieke tenang.



"Ya Oma," jawab Lieke, dia masih ketakutan. Dia ingat saat itu sedang di padang rumput berjemur pagi-pagi sambil memandangi keindahan taman bunga di belakang rumah. Tiba-tiba Rita mendatanginya.



"Bayiku hilang, kamu juga enggak boleh punya bayi," begitu yang ancaman yang dikatakan Rita.



Lieke langsung berlari sambil berteriak memanggil Clarissa.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR