WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
KEPONAKAN OM



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Kalian enggak mau pulang?" tanya Maria pada keempat gadis ABG yang masih asyik cerita dengan Lieke.



"Ini udah malam loh nanti mami kalian marahnya ke kakak kalian, bukan ke kalian," kata Maria memperingatkan anak-anak asuhan mami Clarissa.



"Eh iya kita keenakan ngobrol. Kalian nanti dimarahin mami deh. Nanti kakak yang dimarahin gara-gara kalian nggak cepet pulang."



"Maklum lah kak kalau sudah ketemu Kakak pasti kita lupa udah keenakan ngerumpi, biasanya kan di kamar juga kita selalu gitu.  Mami pasti usir kita supaya keluar dari kamar kakak." Helly si bungsu mengemukakan kebiasaan mereka ngerumpi di kamar Lieke.



"Ya udah sekarang kalian pulang nanti bahaya, kalian ikut Marvel kan?" Tanya Lieke.



"Bukan ikut sih judulnya, dari tadi mereka udah ditungguin sama Marvel," kata Axel.



"Oh ditungguin ya Kak Marvel?" Tanya Betty.



" Pura-pura nggak sadar kamu," kata Axel.



"Kakak jangan galak-galak gitu entar bayinya ikut galak loh Kak," ejek Helly pada Axel yang memang sejak tadi tak enak ngusir adik-adik istrinya padahal dia ingin bermanja.



"Marvel, seharusnya kamu tadi langsung pulang. Enggak usah nungguin adik-adik saya. Kamu pulang kantor masih capek belum pulang ke rumah malah harus nganterin mereka," tegur Lieke.



"Enggak perlu antar kami kok Kak. Kami bisa pulang sendiri,"  jawab Vero pada Lieke.



"Ya kalian pulang sendiri, lalu besok Marvel disunat sama mami," celetuk Axel.



"Hei enggak gitu juga Kak Axel," bela Betty.



"Iya mami kalian pasti akan marah ke Kakak dan ke Marvel karena kalian enggak dianterin pulang," ucap Lieke.



"Iya deh iya kami langsung pulang. Kenapa sih kakak-kakak jadi pada cerewet gini?" Protes Helly.



"Kalian juga yang nakal," kata Maria.



"Oma nanti kami langsung pulang kok," Karenina membereskan tempat bekas pisang rebus.



"Dan jangan lupa siapin makan malam buat Kak Marvel. Sejak tadi dia nungguin kalian lho." Saran Lieke.




"Sudah tenang aja. Kalian makan diluar aja," kata Axel pada Marvel.



"Iya Pak baik."



"Jangan bikin repot Mami Clarissa. Kasihan dia. Kalian makan di luar aja nanti biar sekalian temani Marvel belanja buat mami," kata Axel.



"Iya Kak baik kami nggak akan ganggu Mami Clarissa."



"Marvel belikan mami ini barang yang datanya saya kirim di ponselmu." Axel sudah menuliskan apa yang harus Marvel beli, dia juga sudah mengirim uang untuk makan.



"Soal merek dan size, kamu tanya adik-adik aja. Mereka lebih tahu," pesan Axel.



"Baik Pak," jawab Marvel.


\*\*\*



"Kita langsung belanja dulu aja ya?" kata Marvel pada Karenina.



"Iya kak soalnya takut supermarketnya tutup. Kalau tempat makan kan masih buka sampai malam."



"Tadi pak Axel sudah lapor bu Clarissa kalau kita mau belanja dulu sebelum pulang."



"Bisa minta nomor ponselmu agar list yang Pak Axel pesan bisa kakak kirim? Kalian tambah yang kira-kira di panti asuhan kosong."



Helly menyebut deretan angka buat di save oleh Marvel.



"Eh, kenapa dikasih nomor kakak?" protes Vero.



"Biar nomor jenderal aja yang di save sama kak Marvel. Kami prajurit mah ikut kata jenderal aja," jawab Helly dengan tersenyum usil.



Mendengar itu Marvel langsung tahu nomor ponsel yang Helly sebutkan tadi adalah nomor KEPONAKAN OM. Begitu nama yang Marvel simpan untuk nama kontaknya Vero.



'*Ya ampun aku belanja sama 4 gadis? Satu mulut Helly aja sudah heboh*,' kata Marvel dalam hati mengikuti empat gadis itu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI