WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
KAMU TERLUKA KARENA AKU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Axel kaget melihat reaksi istrinya. Dia tak berani membayangkan bagaimana terlukanya Lieke ketika mendapat tamparan menyakitkan di gender reveal party saat itu.



AKU MANDUL! BAGAIMANA BISA KAMU HAMIL? Axel ingat tulisan itu. Dan dia tak membantahnya atau menahan Lieke yang berlari sedih ke kamar mereka bahkan Axel juga tak mencegah saat Lieke keluar dari rumah mereka. Tak ada sepatah kata pun yang Axel ucapkan ketika itu.



Axel tak mampu lagi membayangkan bila saat itu Lieke nekat berbuat hal buruk misal mengakhiri hidup atau melenyapkan bayi yang membuat dirinya malu.



Axel tak berani membayangkan hal itu. Bahkan Axel ingat dia masih diam dan tak berani berucap apa pun saat kedua orang tuanya memarahi dirinya ketika Lieke telah pergi membawa luka hati.



Saat itu di rumah Pieter tinggal Pieter bersama Petrus dan Novita, Maria Magdalena, Martha, berapa tetua selain Axel. Semua tamu sudah pulang sebelum makan siang. Banyak yang tak mau makan karena tak suka  cara Axel merendahkan harga diri Lieke.



"Kamu membuat Lieke terluka sangat dalam. Kalau memang kamu bukan ayah anak itu,  kalau memang bukan kamu yang membuat Lieke hamil, kalau memang kamu mandul nggak seperti itu cara membuat pengumumannya."



"Bagaimana bila Lieke depressi? Kasihan baby-nya. Papa nggak percaya kamu sejahat itu. Papa nggak pernah ngajarin anak Papa seperti itu. Kamu lebih jahat dari ibli5!"  kata Pieter ketika itu.



"Aku nggak bisa ngomong Pa. Itu bukan perbuatanku." Bantah Axel lirih tanpa berani menceritakan hal sebenarnya.



"Kenyataannya itu tidak kamu bantah! Kamu diam seakan meng-iya-kan isi tulisan itu!"  Magdalena berang mendengar Axel tak mau mengakui perbuatan liciknya!



"Kamu sudah melangkah terlalu jauh. Kamu ingat kalau kamu selingkuh berarti kamu tak dapat hak apa pun, kan? Kamu sudah tanda tangani."



"Itu kan alasanmu membuat Lieke tersingkir,  agar kamu bebas melakukan hal buruk yang kamu sembunyikan. Kamu menyingkirkan Lieke  agar tidak ketahuan  kamu selingkuh tapi memang kalian sudah bercerai karena kejadian ini."



"Itu kan maumu?" kata Magdalena  berapi-api. Pieter mengusap punggung istrinya agar tidak semakin kalap.



"Enggak Ma ini nggak ada urusannya dengan harta! Semua harta itu bisa aku buang yang penting aku dapat Lieke dan anakku."




"Buktinya kamu tadi nggak membantah satu kalimat pun. Kamu enggak menahan kepergian Lieke. Kalau bukan kamu yang nulis seharusnya kamu bantah di depan semua orang. Bukan membiarkan Lieke dibully semua undangan rapat."



"Enggak Ma, enggak seperti itu," bantah Axel lagi.



"Kalau bukan seperti itu, lalu seperti apa?" Tanya Petrus Wibowo opanya Axel.



 "Aku, aku nggak bisa ngomong Opa," kata Axel sambil pergi ke kamarnya.


\*\*\* 



"Maafkan aku. Karena aku kamu jadi tersiksa seperti ini. Maafkan aku," bisik Axel. Dia peluk Lieke. 



Semua berhenti makan. Tak ada yang bisa menelan dengan nikmat menyaksikan pasangan muda itu berpelukan sambil terisak.



"Tante periksa dulu ya," pinta Martha yang tak disadari kehadirannya oleh Axel dan Lieke.



"Kamu tenang ya, biar lusa boleh pulang. Sekarang langsung makan aja." Martha langsung memberikan suntikan yang dia persiapkan. Tak minta bantuan suster, dia lakukan sendiri.



"Axel, cepat beri makan jangan tunda," perintah Martha.



Axel mematuhi perintah Martha. Dia menyuapi Lieke yang perlahan tertidur padahal makanan di piring belum habis.



"Ini rupanya perintah Martha untuk tidak menunda makan. Takut perut Lieke belum terisi ketika dia tak sadar seperti ini," Maria berkata pelan pada Novita.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR