
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
“Serius dia minta seperti itu?” tanya Magdalena pagi ini.
“Iya Ma. Dia udah bilang seperti itu?” jawab Axel.
“Tante Martha kemarin kan bilang enggak apa apa. Yang terbaik kan harus sesuai dengan kemauan dia. Kalau dia mau pulang ke rumah kalian ya kamu harus setujui,” kata Magdalena.
“Iya Ma, dia maunya kembali ke rumah kami. Mungkin karena merasa udah aman karena Rita sudah ditangani polisi.”
“Ya mungkin dia merasa seperti itu. Dia lebih nyaman berada di rumahmu jadi lebih baik bawa pulang ke sana aja besok.”
“Tapi Mama hari ini jadi kan bawain dia ceker?” Axel tahu istrinya akan kecewa bila mamanya tidak membawakan apa yang dia inginkan.
“Jadi. Mama jadi bawakan. Ini sudah selesai packing, cuma masih panas. Sebentar lagi Mama berangkat,” jawab Magdalena.
‘Mama enggak ke gereja pagi?”
“Enggak, nanti aja kita gereja sore yang dekat Rumah Sakit,” kata Magdalena.
“Oke Ma, aku tunggu ya jangan kelamaan. Dia pasti nunggu ceker ricanya juga semur cekernya.”
“Ma, oma Maria dan oma Novita, tadi malam bilang sama aku mereka mau buat penyambutan surprise di rumah kami.”
“Sekedar Welcome Drink lah enggak pesta,” bisik Axel.
“Hati-hati dia masih trauma dengan pesta. Jangan bikin pesta yang membuat dia ketakutan,” pesan Magdalena pada Axel.
“Enggak Ma, ini kan cuma kita kita doang enggak ada orang lain. Paling tambah anak panti sama Marvel.”
“Oh ya sudah Mama setuju kalau anak panti yang diundang. Mereka kan adik-adiknya Lieke.”
“Iya Ma, adik-adiknya Lieke aja, tambah Marvel aja.”
“Oke nanti Mama hubungi Oma Vita dan Oma Maria mereka butuh apa lagi dari Mama.”
“Gitu aja ya Ma. Lieke sudah mau keluar dari kamar mandi, aku mau bantu dia keluar.”
“Ya, hati-hati,” kata Magdalena.
\*\*\*
“Kak sudah terima pesan dari Kak Axel belum?” tanya Helly.
“Pesan yang mana? Pak Marvel banyak kasih pesan soal kerjaan. Dan Kakak enggak bakal lagi kasih tahu haal apa pun,” jawab Marvel.
“Soal besok kita diundang acara kepulangannya Kak Lieke.’
“Kalian nggak sekolah?” tanya Marvel bingung karena besok hari Senin.
“Ya ampuuuun Kak, besok hari libur nasional, gimana sih? Memang Kakak masuk kerja?”
“Ya udah kita ketemu di sana ya Kak,” kata Helly.
“Kakak jemput aja gimana” Marvel menawarkan diri.
“Boleh. Kakak akan jemput jam berapa?” tanya Helly. Enaknya bicara dengan dia adalah tak pakai pura-pura. Dia enggak nolak dulu baru nanti mau. Dia langsung tanya mau dijemuput jam berapa.
“Acara kan jam 10.00, jam 08.00 Kakak sudah di rumah kalian ya,” jelas Marvel pada Helly.
“Iya Kak. Nanti aku bilang kakak-kakak yang lain jam 08.00 kita on the way ya.”
“Oke see you tomorrow,” kata Marvel.
\*\*\*
Tak lama dari perbincangan Helly dan Marvel, ponsel-nya Marvel berbunyi notifikasi pesan masuk.
‘*Ya*,’ jawab Marvel singkat.
‘*Pendek banget sih jawabannya*,’ protes sang pengirim pesan.
'*Maunya jawab bagaimana? Pokoknya jawaban permintaanmu IYA kan*?' balas Marvel sambil tersenyum.
‘*Kalau jawabannya ngeyel, nanti Ibu Negara marah*,’ tulis Marvel selanjutnya.
‘*Mulai deh*,’ balas teman chat Marvel.
‘*Awas aja kalau enggak*.’
‘*Iya. Enggak bakal enggak. Pokoknya jawabannya IYA*.’
‘*Oke thanks*.’
‘*Aku baru mau berangkat gereja, ini Mama udah siap*.’ Marvel pamit mau menyudahi chat mereka.
‘*Salam buat mama*.’
‘*Oke nanti aku bilangin dapat salam dari menantu kan*?’
‘*Calon kali*?’
‘*Oh calon ya? Belum menantu*?’
‘*Ya belum lah*,’ jawab orang tersebut.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA DITOLAK, DUKUN SANTET BERTINDAK
Kali ini ceritanya ada bau-bau mistis yaaa
Biar enggak bosen