
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Jangan berpikir Axel mau menjemput Rita. Dia menunggu Rita di rumah sakit pukul 17.30. Sesuai saran tante Martha jam segitu pasiennya sudah selesai.
Axel akan segera pergi bila Rita terlambat datang. Itu saja. Axel turun dari taksi. Sengaja dia tak membawa mobil.
'*Ternyata dia telah stand by duluan*,' batin Axel saat tiba di lobby sudah melihat Rita menantinya.
Axel tak mau jalan berdampingan dengan Rita, dia berjalan cepat lebih dulu menuju ruang periksa dokter Martha.
Axel mendaftarkan Rita menggunakan nama RITA saja, bukan Margaretha apa lagi dengan nama nyonya Wibowo seperti Lieke.
\*\*\*
"Ada yang Ibu ingin tanyakan?" kata Martha melihat data Rita.
Martha pura-pura tidak kenal dengan Axel.
"Saya tadi pagi test kehamilan, ini buktinya tapi suami saya tidak percaya sehingga ingin melihat bahwa saya benar-benar hamil," kata Rita tanpa malu mengatakan kalau Axel adalah suaminya.
"Kapan terakhir menstruasi Bu?"
"Saya lupa dan biasanya tidak teratur," jawab Rita.
"Silakan ibu kita langsung buktikan saja Ibu hamil atau tidak ya. Ayo kita lihat bagaimana kandungan dari istri Bapak," kata Martha.
"Wah selamat ya Ibu Bapak. Ibu benar-benar sudah hamil." Jelas Martha melihat kehamilan di layar monitor Ultrasonography atau USG. Setelah beberapa kali memindah transduser pada perut Rita
"Terima kasih Dok. Dokter telah membuka mata suami saya bahwa saya memang hamil," jawab Rita dengan senyum kemenangan.
"Jelas ini hamil Pak. Tak perlu diragukan lagi." Martha menjeda kalimatnya.
"Usia janin sudah masuk minggu ke-12 Bu. Jadi kehamilan Ibu kalau orang awam bilang sudah 3 bulan" jelas Martha.
Mendengar kata 12 minggu tentu Axel naik pitam. Dia baru bertemu Rita 6 minggu lalu!
"Sudah 12 minggu Dok?" Axel memastikan apa yang iya dengar.
"Ya Pak, istri Bapak telah hamil 3 bulan." Jawab Martha. Tak ada yang tahu sejak tadi ponsel Martha menyala merekam pembicaraan.
Sementara Rita tak peduli dia dibilang hamil sudah tiga bulan. Mungkin dia lupa kapan saat menjebak Axel. Yang bikin dia tenang dokter membenarkan dia hamil.
"Oke Dok baik," jawab Axel tanpa mau berdebat lagi.
"Oh ya Bu, sebentar ya kita ambil pemeriksaan darah dulu supaya Ibu lebih aman karena takutnya ada terjadi sesuatu di bayi ini." Martha meminta suster mengambil sample darah Rita.
Martha kembali ke kursi kerjanya dan Axel duduk di depannya dalam diam.
Axel melihat ada kiriman pesan suara dari nomor Martha di group, tapi dia tak buka. Sementara Martha membaca kiriman pesan dari Axel.
"Ibu ini resep vitaminnya. Apa Ibu ada keluhan lain?" Martha memberikan resep ketika Rita sudah duduk kembali di depannya sehabis ambil darah.
"Tidak ada Dok." Jawab Rita dengan tenang.
"Baik, sampai ketemu di pemeriksaan selanjutnya dan jangan lupa vitaminnya diminum."
"Kamu bayar semua." Ucap Axel sebelum dia keluar ruangan lebih dulu. Rita terpaksa membayar semua administrasi sendiri.
**FLASHBACK OFF**
Kita kembali ke Lieke di ruangan Martha ya. Tadi Martha kan tanya ada apa Lieke datang. Dia takut ada sesuatu yang buruk pada kandungan Lieke.
"Nggak kok Tante ada seseorang mengirimi aku pesan, aku suruh datang kesini tepat pukul 17.45, tak boleh kurang atau lebih. Ternyata aku disuruh melihat kalau Axel sedang mengantar perempuan lain yang sedang hamil." Jawab Lieke.
"Kenapa kamu bisa ada disini saat Axel membawa Rita, itu pasti kamu disuruh oleh Rita! Dia ingin menunjukkan kalau dia hamil anak Axel agar kamu terluka dan bisa berakibat buruk bagi janinmu."
"Kamu harus kuat. Ini tidak seperti yang kamu duga."
"Tante berani bersumpah itu bukan anak Axel. Tunggu dua minggu lagi semua akan Tante bongkar dengan test DNA."
"Tante yang minta Axel bawa Rita kesini saat tadi pagi jam 10 Rita bilang hamil."
"Kalau dibawa ke dokter lain maka bisa bahaya karena bisa jadi dokter itu dibayar untuk memberi hasil yang tidak jujur."
Lieke tenang mendengar fakta kalau anak dalam rahim Rita bukan anak Axel.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED