WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
H-1



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Honey, sebenarnya aku malas minum sussu itu," Rita merajuk manja ketika Anne menyodorkan sussu ibu hamil hangat untuknya.



Rita tak mengalami morning sickness atau kendala lain di kehamilannya. Anaknya seakan mengerti tak mau heboh dengan membuat ibunya muntah atau penderitaan apa pun.



"Enggak bisa cintaaa kamu harus rawat anak kita baik-baik. Dia yang akan jadi mesin ATM kita." Ujar Anne atau MARIANNE.



Marianne adalah kembaran MADELEINE atau Lian mantan kekasih Marvel.



Rita makin senang sekarang baby-nya sudah semakin besar dia sudah merasakan sedikit ada pergerakan di perutnya walau belum menendang.



"Kamu nggak apa apa sayank?" tanya Anne pada Rita yang menggeleng saat di beri suusu itu.



"Aku nggak apa-apa honey, aku nggak apa apa karena kamu selalu menjaga kami dengan penuh cinta. Tapi sekarang aku malas minum suusu," rajuk Rita.



"Ayo jangan ikuti kemauanmu sendiri. Dia adalah anak kita, dia yang akan jadi mesin ATM kita untuk hidup dengan nyaman tanpa kesulitan. Jadi kita wajib memeliharanya dengan sangat baik," ujar Anne, perempuan teman hidup Rita.



Rita langsung memeluk Anne dan mengecupnya.



"Kamu nggak cemburu kan?" 



"Kenapa harus cemburu? Ini anak kita kok." Anne menjawab pasti, menenangkan kekasihnya itu.



"Asal kamu nggak berpaling, aku enggak akan cemburu." Lanjut Anne.



"Aku nggak akan mungkin berpaling dari kamu." Jawab Rita.



"Nanti kalau kamu nikah sama Axel ya nggak apa-apa nikah karena itu kan memang harus terjadi agar kita bisa mengikatnya."



"Aku akan bawa kamu ke rumah sebagai saudaraku. Gampang kan? Orang nggak akan curiga kecuali kalau aku bawa laki-laki lain pasti suami curiga."



"Tapi kalau bawa saudara perempuan kan nggak akan ada yang curiga," ujar Rita.



"Smart baby, kamu paling bisa bikin aku semakin mencintaimu," ujar Anne lagi.


\*\*\*



"Semua sudah siap?" Tanya Maria pada Pieter.



Harap diingat, perusahaan itu sesungguhnya milik papinya Magdalena suami Maria. Wajar kalau Maria masih dominan mengawasi jalannya perusahaan walau tak pernah intervensi soal kebijakan Pieter.



Pieter bukan dari keluarga pengusaha. Dia hanya orang biasa yang berjodoh dengan Magdalena.



Jangan pikir Pieter langsung berani menyatakan cintanya saat muda dulu. Dia tak berani karena takut dikira mencintai Magdalena karena hartanya.



Saat muda Magdalena cantik banyak yang naksir. Selain itu banyak pengusaha yang ingin menjadikannya menantu karena berharap bisa merger bila mereka berbesan dengan papinya Magdalena.




Walau hanya pegawai biasa, kalau makan berdua dengan Magdalena, Pieter muda tak mau dibayari, dia yang membayari walau Magdalena mengajaknya makan di tempat mahal sekali pun. 



Dan Pieter muda tak pernah mau menganggap Magdalena lebih tinggi derajatnya sebagai putri pemilik perusahaan. Pieter menganggap Magdalena sama dengan teman putri yang lain.



Itu membuat Magdalena kagum. Jadi saat Axel naksir anak panti asuhan, mereka tak menghambatnya. Hanya menelusuri riwayat asal usul Angelica atau Lieke saja.



"Sudah Mi, aku juga sudah kasih tahu siapa aja yang suruh datang. Kita adain di ruang meeting kantor." Balas Pieter pada ibu mertuanya.



Maria sedang memeriksa rekaman yang akan dia sajikan besok pagi.



"Ayok kita ke lokasi aja Mi." Ajak Pieter pada Maria. Tanpa buang waktu Maria setuju. Mereka keluar dari ruang kerja Pieter.



Magdalena sedang di ruangannya bersama Lieke. Tak ada yang tahu soal resignnya Lieke. Semua tak berani komplain bila menantu CEO tidak masuk kerja, terlebih dia sedang hamil.



"Bagaimana keamanannya?"



"Ecky bilang soal keamanan dari polisi sudah dia kontak jadi mereka sudah siap. Keamanan perusahaan sudah saya perintah semua besok masuk tak ada yang libur," jawab Pieter.



"CCTV ruang ini apa siap?" tanya Maria memandang sekeliling atas dimana letak alat CCTV.



"Sudah didata ini sudah ✓✓ Mi, artinya sudah dicek dua kali. Semua nggak ada yang terlewat."



"Axel sudah menghubungi satu stasiun televisi, besok ada satu kameramen stasiun TV untuk membuat press release agar nama perusahaan dan nama Lieke kembali bersih."



"Karena saat gender reveal banyak pengusaha hadir. Mereka harus tahu alasan Axel bungkam."



"Jangan sampai para pengusaha itu menghembuskan rumors tak berdasar soal Lieke."



"Semua itu akan bikin harga saham kita jatuh,"  kata Pieter lagi.



"Oke," Maria puas melihat persiapan OHP yang akan dia gunakan besok.


\*\*\*



"Kamu sudah undang mami Clarissa?" Tanya Magdalena pada Lieke di ruang kerja Magdalena.



"Mami kayaknya bisa datang, dia juga akan datang bersama pengacaraku karena aku akan tuntut perilaku Lieke di gender reveal secara personal." Lieke sedang menyortir siapa undangan yang sudah konfirmasi akan datang esok pagi. Sebagai sekretaris Pieter dia memang bertugas untuk itu.



"Marvel bagaimana Ma?"



"Papa sudah kasih tau HRD, besok Marvel diminta ikut rapat pemegang saham sebagai mantan sekretaris Axel. Papa beralasan nanti banyak data yang mungkin masih berkaitan dengan Marvel saat dia menjabat sebagai sekretaris Axel," jawab Magdalena.



Saat itu Faisal datang membawa makan siang dan juice alpokat yang dipesan Magdalena. Tentu saja Faisal dikawal anak buah Maria agar semua makanan yang dia beli aman.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED