
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Pak saya mau pamit saya dipindah ke bagian umum," ujar Marvel pagi ini pada Axel.
"Ya saya mengerti, saya suka kinerja kamu. Cuma sayang kamu itu tak bisa mengendalikan mulutmu."
"Atau mungkin kamu punya rasa takut pada pasanganmu, karena terlalu cinta sehingga kamu buta."
"Semua jadwal saya bocor dan saya kena banyak persoalan. Kejadian saya hilang dua jam itu berakibat perusahaan ini akan gulung tikar bila saya tak mengikuti alur tekanan mereka."
"Saya juga nggak tahu mengapa jadi begini Pak. Saya hanya bicara pada pacar saya," kilah Marvel.
"Mungkin aksesnya dari situ. Pacarmu itu mungkin bekerja sama dengan orang lain. Kalau dia tak terlibat atau ikut kerjasama, mungkin dia cerita pada sahabatnya pada orang kepercayaannya atau pada orang tuanya atau siapa pun itu."
"Kalau memang pacarmu bukan pelakunya, pacarmu bisa aja ngomong aku lagi kesel sama Marvel karena dia selalu sibuk dengan bosnya."
"Lalu ada yang menimpali memang hari ini bos pacarmu ke mana?"
"Hari ini ke sini atau dia nganterin bosnya meeting di hotel anu, di cafe sana. Nah bocorkan dimana posisi saya karena info dari pacarmu itu?"
"Lalu saat kamu ambil kertas dari dokter Martha jam enam pagi. Bagaimana pacarmu sudah bersama kamu? Darimana dia tahu kamu ada tugas jam enam pagi. Apa kalian sudah tidur bersama sehingga dia ikut kamu?"
Marvel bercerita ancaman Lian tak akan datang ke pesta Axel bila tak boleh ikut saat Marvel ambil kertas. Dan dengan jelas Marvel cerita Lian diantar kakaknya jam empat pagi dari rumahnya.
"Dari yang nganterin dia ke rumahmu, bisa jadi kan berita itu bocor?"
"Dari yang nganterin dia akan sampai ke orang lain semua itu LINK, semua itu adalah rantai dan kamu salah memberi tahu semua yang kamu lakukan padanya."
"Perempuan cantik itu banyak, ada ribuan bahkan jutaan, tetapi yang bisa kita peristri itu cuma satu, itu prinsip buat saya!"
"Perempuan seperti itu yang ingin kamu jadikan pasangan hidup kamu, perempuan yang telah menghancurkan karirmu. Sekarang sudah jelas kamu digeser karena kasus perempuan seperti itu."
"Mungkin besok kamu dipenjara seumur hidup karena sampai saat ini belum ada bukti, bukan kamu yang nukar kertas itu."
"Kamu enggak mikir orang tua kamu sudah sekolahin kamu tinggi-tinggi dengan harapan kamu jadi orang sukses bukan buat jadi narapidana!"
Axel membuka pikiran Marvel.
Marvel jadi berpikir takut kalau orang tuanya yang sudah bersusah payah menyekolahkannya menguliahkannya tinggi-tinggi harus menerima kenyataan bahwa dia di penjara seumur hidup.
Orang tuanya pasti akan sedih kalau tahu dia dimutasi hanya karena pacarnya.
"Ini adalah pelajaran kamu kalau kamu masih begitu terus ya memang salah kamu."
"Hanya tergiur dengan perempuan cantik kamu dipenjara. Sejak SMA sampai saya selesai kuliah, bahkan saya kuliah di luar negeri, saya nggak pernah tergoda perempuan cantik karena cantik mereka polesan bukan dari hati. Cantik mereka hanya di body bukan di perilaku."
"Bahkan banyak yang mau hidup bebas kencan sana-sini tidur sana sini seperti yang menjebak saya. Tidur dengan orang lain tapi saya yang dijebak menghamilinya."
"Saya kasih tahu kamu kasus pesta di rumah saya itu adalah jebakan orang, saya tak menghamili dia tapi karena saya dijebak maka saya belum bisa berkelit."
"Dalam kasus itu nama kamu terlibat, kamu kan tokoh utama penukaran kertas dari dokter Martha sampai masuk ke balon."
"Camkan itu baik-baik, selamat sebentar lagi kamu pakai baju narapidana," kata Marvel.
Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa