
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
'*Benar perkiraanku, hari ini Axel diikuti Rita di tempat pertemuan yang sudah ditukar oleh Lieke*.' sebuah chat masuk di group dari oma Maria siang ini.
Ada foto Rita di lokasi. Tempat yang seharusnya Axel bertemu klien.
Lieke membatalkan pertemuan Axel hari ini, dan menukarnya dengan lusa dan lokasi juga sudah diubah.
Sesuai rencana lama, tadi Axel tetap pergi dari kantor sehingga Marvel tahunya Axel pergi meeting.
Marvel mengira Axel ke tempat pertemuan padahal Axel sedang ada di panti asuhan untuk makan siang dengan Lieke.
"Wah beneran deh *istrimu* itu tahu lokasi dimana seharusnya kamu berada," goda Lieke.
"Itulah," sesal Axel.
"Ngapain kamu ke sini?"
"Dia pasti ke sana, jadi aku aman disini." Axel menjawab dengan memeluk lembut istri aslinya.
"Ya udah tapi hati-hati aku nggak ingin celaka," kata Lieke.
"Iya habis makan aku balik kantor kok," jawab Axel. Dulu saat satu kantor mereka memang kerap makan siang bersama.
Siang ini Axel membawa nasi box banyak buat pegawai panti juga empat adik-adik panti yang sudah dewasa selain untuk mami Clarissa dan istrinya.
Tentu Axel tidak membawa buat anak-anak yang masih balita karena kan belum bisa makanan pedas.
"Daddy balik kantor ya," Axel mengusap dan mencium perut Lieke saat dia selesai makan siang dan akan kembali ke kantor.
\*\*\*
Axel kembali ke kantor saat Marvel sedang menerima telepon dengan memunggunginya, Axel mendengar kata-kata Marvel untuk lawan bicaranya : "Aku nggak tahu dia ke mana."
"Yang aku tahu dia berangkat sesuai dengan jadwalnya kok. Soal dia nggak datang bukan salah aku lagian kenapa kamu tanya-tanya? Apa urusanmu dan mengapa kamu tahu dia enggak ada di lokasi meeting?" kata Marvel.
"Aku hanya menjalankan tugasku mengingatkan Bos aku berangkat. Sudah aku nggak ada urusan soal dia sampai sana atau enggak."
"Dan kenapa sih kamu selalu tanya ke mana bosku mau pergi?" Marvel bicara sedikit ketus.
'*Berarti Marvel nggak ada peran aktif untuk menjadi sekutu mereka. Buktinya dia protes kenapa penerima telepon selalu ingin tahu jadwalku*,' Axel berpikir cepat.
'*Aku nggak boleh menghapus kecurigaan pada Marvel. Aku harus tetap curiga pada siapa pun sebelum semuanya jelas*,' Axel lalu sengaja pura-pura batuk agar Marvel sadar akan kehadirannya.
Mendengar Axel masuk Marvel lalu memutuskan pembicaraan tanpa kata penutup dengan orang yang Axel tidak tahu siapa orang itu.
'*Dia bicara dengan LIAN atau Rita ya*?' pikir Axel. Liane atau MADELEINE adalah nama pacarnya Marvel.
Axel menyalakan ponselnya untuk merekam di grup.
"Marvel kamu ingat saat saya hilang bulan lalu di cafe? Berapa lama ya? Sekitar dua jam kan saya hilang?"
"Iya Pak," kata Marvel.
"Saat itu kamu ngapain? Koq enggak tanya ke orang disitu? Masa pegawai di cafe enggak lihat saya pergi kemana atau dengan siapa?"
"Kan saya terkunci di toilet Pak," jawab Marvel.
"Iya Pak." Jawab Marvel tanpa sadar sedang digiring Axel.
"Pak Faisal tanya apa?" tanya Axel.
"Dia cuma pengen ketemu di belakang Pak."
"Bagaimana Faisal tahu saya ada pertemuan disana? Dan ngapain ketemu di belakang?" tanya Axel memancing Marvel.
"Saya nggak tahu, dia hanya bilang gitu aja kok Pak," kata Marvel.
"Oh gitu ya, tapi barusan saya tanya sama Faisal dia bilang enggak pernah hubungi kamu kalau tidak disuruh Pak Pieter atau ibu Magdalena."
"Yang bener yang mana ya? Apa perlu saya konfrontasi kamu dengan Faisal?" tanya Axel.
Marvel langsung pucat pasi.
"Saya sudah mulai meragukan kejujuranmu Marvel. Saya harus berpikir ulang untuk pecat kamu atau untuk reposisi."
"Bukan Pak. Bukan gitu. Maksud saya, saya tak pernah tidak jujur," Marvel mulai gugup.
"Kita pikir ulang aja ya. Sebentar lagi saya akan putuskan kamu enaknya saya reposisi atau saya pecat karena kamu sudah mulai tidak jujur. Rupanya kamu sering membocorkan jadwal saya pada seseorang entah itu pacar kamu atau siapa pun."
Axel lalu berlalu ke ruangannya dan mulai menyalakan komputer di mejanya.
Sekarang semua data sudah dia pindahkan ke flashdisk dan di situ tidak ada kerjaan apa pun. dia tidak mau data-data pekerjaannya dicuri orang.
'*Good Axel*,' komentar Oma Novita mendengar pembicaraan Axel dan Marvel tadi.
'*Papa lebih setuju dia pecat aja lah orang kayak gitu*,' kata Pieter.
'*Tidak, kita tunggu Pa. Aku ingin melihat kontribusi dia dalam kebohongan itu*.' Lieke meminta jangan dipecat dulu.
'*Jadi perlu diberi reposisi*?' kata Petrus.
'*Kalau reposisi, posisi sekretaris Axel siapa*?' Tanya Novita.
'*Lieke lah*.' jawab Axel cepat.
'*Enak aja, aku sekretarisnya Papa*,' jawab Lieke.
'*Kamu kan sudah resign dari sekretaris Papa. Jadi kamu sekarang aku rekrut jadi sekretaris aku*.'
'*Papa belum setujui surat resignnya Lieke koq*,' tulis Pieter.
'*Tu kan aku masih sekretaris Papa walau lagi nggak kerja. Ya kan Pa*?' jawab Lieke.
'*Enggak, kalau kamu kerja lagi kamu langsung jadi sekretarisku* ***Babe***.'
'*Lieke jadi sekretaris aku aja*,' tulis Magdalena.
'*Daripada papa sama anak ribut*,' lanjut Magdalena lagi.
'*Huh mama maunya*,' jawab Axel.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED