
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Kalian bisnis apa?" tanya Marvel penasaran. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Tadi di panti Marvel mendengar Ariani bertanya soal bisnis ada Vero. Anak SMA ditanya tentang order tentu membuat yang mendengar akan bingung.
Marvel duduk di depan menyetir mobilnya, dan Veronica terpaksa ada di sebelahnya sedang tiga orang saudara sepanti asuhannya ada di jok belakang.
Karenina, Hellena atau Helly dan Betty tadi sudah berkenalan dengan Marvel saat akan berangkat ke rumah sakit.
Mereka membawa pisang rebus untuk Axel dan Lieke makanan sederhana yang dibuat dengan penuh cinta dan dibawakan dengan penuh kasih sayang. Tak perlu makanan mahal untuk menengok seseorang. Yang dibutuhkan adalah attensi, bukan harga makanannya.
"Kami bisnis baju baby homemade Kak," jawab Helly si bungsu. Karenina, Helly dan Betty memanggil Marvel dengan sebutan KAKAK seperti yang tadi diajarkan oleh Clarissa. Kecuali Vero yang masih memanggil Om pada Marvel.
"Kak Nina dan Kak Vero yang menjahit, modelnya kita suka lihat dari mana TV, dari majalah atau dari mana aja, dulu awal-awal yang bikin patronnya atau pola dan ukurannya itu kak Lieke. Yang motongin juga kak Lieke."
"Tapi saat Kak Lieke mau kembali ke rumah kak Axel dia mengajarkan Kak Nina dan Kak Vero untuk belajar memotong."
"Akhirnya mereka mahir," si centil Helly menerangkan dengan rinci semuanya.
"Wah hebat! Kamu bagian apa?" tanya Marvel selanjutnya.
"Aku nggak bisa jahit Kak. Aku bagian promosi dan penjualan bersama kak Betty," Helly seakan menjadi juru bicara kakak-kakaknya.
"Keren aku salut pada kalian," kata Marvel jujur.
"Kami berbuat seperti ini untuk membuat kebanggaan pada mami. Mami yang sudah memelihara kami dari kami bayi tanpa meminta balas jasa. Ini balas jasa yang bisa kami berikan, memberi dia kebanggaan."
"Kami mengejar nilai-nilai baik dan berperilaku yang baik, hanya itu yang bisa kami berikan ke mami dan kak Lieke berkali-kali mengajarkan pada kami, kalau kami nggak boleh lupain Mami."
"Kami juga harus menjaga Mami dan membantu mami. Tanpa mami kami bukan siapa-siapa. Kak Lieke memang orang hebat."
"Ya di kantor pun dia seperti itu tak pernah merendahkan siapa pun," kata Marvel. Marvel ingat bagaimana sikap Lieke yang menganut ilmu padi. Makin tua makin menunduk.
"Kenapa kak?" Tanya Nina atau Karenina.
"Tiba-tiba dia diam. Takutnya kena sakit gigi," gada Marvel lagi.
"Ih Om nih ngaco deh," bantah Vero.
"Ha ha ha, lihat kalian cuma dari dia kakak dapat panggilan OM," lapor Marvel pada ketiga adiknya Vero.
"Suka-suka dia lah," kata Karenina.
"Iya kakak juga nggak repot kok. Biarin aja dia mau panggil Om, mau panggil Opa atau mau panggil sayank juga kakak nggak nolak," goda Marvel lagi. Semuanya tertawa kecuali Vero yang hanya senyum kecut.
"Cie cie ada yang minta dipanggil sayank, cie," kata Betty.
Semua tambah tertawa riuh dan Vero tersipu.
"Enggak apa apa kan? kali aja dikabulkan permintaannya," Marvel terus menggoda Vero yang wajahnya sudah memerah.
"Iya bener Kak, kali aja ada yang tiba-tiba langsung jadi pacar," kata Karenina lagi. Dia semakin bersemangat menggoda Vero.
"Apa sih kalian?" Protes Vero.
"Eh ada suaranya loh," Marvel juga makin menjadi menggoda Vero.
Semua terus saja tertawa.
"Ayo kita turun," ajak Marvel, karena mereka telah tiba di rumah sakit tempat Lieke dirawat.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA