WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
BESANAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Kalau gitu kalian bareng aja," ajak Maheswari atau Ari pada para gadis yang baru aja mau pamit pada Clarissa.



"Nanti gangguin Tante, kami biar naik bus aja Tante," tolak Karenina.



"Enggak, enggak ganggu. Tante memang ada perlu mau belanja bahan untuk pernikahan anak Tante. Ada yang kurang. Sama kan pasarnya?"



"Kami mau ke pasar grosir bahan karena kami butuh banyak bahan kiloan Tante.  Buat baju kecil-kecil Jadi harganya lebih murah." Jawab Veronica.



"Tante nggak keganggu, karena sejak dari rumah emang tujuannya kesana. Marvel mana mau pergi kalau tujuannya enggak pasti." Maheswari memberitahu 4 gadis yang merasa sungkan padanya.



Marvel senyum-senyum saja pada Helly yang mengedipkan mata. Kayaknya mereka memang berdua cocok.



"Ya udah kalian bareng aja sama kak Marvel dan mamanya,"  kata Clarissa memberi izin pada keempat putrinya yang memang ingin pergi bareng-bareng mumpung hari Sabtu.



"Makasih ya Mi,"  kata Karenina.



"Asyyyik aku pergi sama Kak Marvel," kata Helly, dia langsung menggandeng Marvel ke depan.



"Pokoknya harus traktir aku loh," bisik Helly.



"Iya sayangku," kata Marvel sambil mengacak-acak rambut Helly dengan gemas.



Clarissa dan Maheswari hanya tersenyum melihat keakraban anak-anak mereka. Maklumlah yang satu nggak punya kakak laki-laki yang satu nggak punya adik.



"Kalau kamu keberatan berbesanan bilang dari sekarang jangan sampai anak-anakku terluka," tekan Clarissa sambil tertawa.



"Memangnya kenapa kalau berbesanan ada larangan kah?" tanya Maheswari santai.



"Ya kamu kan tahu anak-anak aku kan anak panti asuhan, biasanya orang tua tidak suka punya menantu dari panti asuhan." Jawab Clarissa.



"Kalau buat aku bukan dari mana dia berada,  tapi akhlaknya. Kalau dia menjadi anak Tuhan itu akan aku pilih."



"Seperti calon menantuku yang sekarang. Aku tak memperdulikan dia stratanya apa yang penting dia dekat dengan Tuhan." Jelas Maheswari.



Tentu saja keempat anak gadis ini merasa Bersyukur masih ada orang tua seperti Maheswari dan Magdalena.


\*\*\*




"Wah kita jadi ngerepotin dong Tante," kata Betty.



"Nggak kok nggak repot. Kalian mau makan di mana ?" tanya Maheswari. Dia juga senang punya banyak anak perempuan.



"Enggak usah Tante.  kami niat mau ngebakso aja," kata Karenina.



"Enggak apa apa."



"Kalau Kak Marvel yang ngomong baru semuanya pada mau kali Tante, mereka kan takut Kak Marvelnya keganggu," kata Helly.



"Koq aku? Aku nggak apa-apa. Ayo kalian mau makan dimana? Aku langsung arahkan mobil ke sana loh," kata Marvel.



"Tuh. Ayo mau pada ke mana? Sudah ditantang kak Marvel," kata Maheswari.



"Gimana kalau ke Pizza Tante? Kami pengen ke situ," kata Betry.



"Oke," jawab kata Marvel cepat.



"Nanti sepanjang jalan kamu lihat kiri dan dimana ada pizza ya, aku akan berhentikan disana."



"Jangan yang kanan jalan Kak yang kiri aja jadi gampang," kata Betty.



"Takutnya sebelah kiri enggak ada. Sudah gampang koq tinggal muter aja," ujar Marvel. Asal kalian jauh-jauh kasih tahu tempat berhenti jangan mgedadak," Marvel tak keberatan bila harus muter.



Akhirnya ketemu juga, kebetulan di kiri jalan. 



"Tante enggak apa-apa makan disini?" Vero tak enak membawa orang tua ke gerai pizza. Kali aja dia mau makan yang lain. Tadi dia lupa diskusi dulu dengan adiknya.



"Enggak apa-apa koq. Emang harus makan nasi? Kan enggak," jawab Maheswari santai.



Marvel turun paling belakang. Dia mengunci mobil dan Helly menunggu dengan setia. Marvel memberikan telapak tangannya untuk digandeng gadis kecil itu. Mereka berbisik-bisik.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN