WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
DIA DALANGNYA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


'Marvel, kamu dimana? Kamu pasti tahu kan kakakku ditangkap polisi karena dia otak perbuatan menjebak bosmu. Aku minta maaf. Sekarang aku sedang on the way ke kantor papiku. Barusan kakak minta disiapkan pengacara.'



'Dan aku juga tahu dari kakak, kalau semua data yang dia gunakan keluar dari mulutku. Jadi kemungkinan aku terseret kasus itu.'



'Maafkan aku karena telah membuatmu menderita dengan hancurnya kariermu.'



'Aku selalu sayang kamu.' Marvel membaca pesan dari Lian. Tak lagi dia angkat tiga panggilan mantan kekasihnya itu sehingga Lian memutuskan menulis pesan. 



'Apa kata maafnya bisa mengembalikan karierku? Apa kata maafnya bisa mengembalikan kepercayaan para petinggi kantor setelah aku selalu bercerita semua tugasku pada kekasihku?' Marvel menyesal telah begitu mempercayai Lian.



Marvel tidak takut akan dituntut karena kecelakaan Rita, karena keluarga Wibowo ada di pihaknya. 



Keluarga bossnya tahu mereka melakukan itu untuk melindungi dan banyak saksi termasuk polisi bahwa yang dilakukan Marvel itu adalah untuk melindungi Lieke,  bukan untuk menyerang lebih dulu.


\*\*\*



"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Phillipus pada Lian.



"Aku nggak tahu Pi.  Barusan kakak telepon katanya sudah ditangkap polisi." Ucap Lian saat bilang kakaknya minta disiapkan pengacara. 



"Alasannya apa?" Phillip bukan pengusaha, bukan orang super kaya tapi juga tak kekurangan. Dia hanya seorang karyawan tapi memang jabatannya cukup lumayan.



"Kakak otak kejahatan yang dilakukan oleh Rita sahabatnya."



"Mengapa dia menjadi otaknya? Apa peran Rita di situ?" Desak Phillip.



"Aku enggak tahu Pi, yang aku tahu mereka bersahabat. Itu aja, aku juga nggak dekat dengan Rita."



"Kemarin itu aku tahu Marvel bilang bahwa bosnya dijebak. Bossnya katanya dituduh telah menghamili Rita. Aku nggak tahu itu ternyata adalah rekayasa kak Anne."



"Marvel hanya bilang semua info yang Rita dan kak Anne dapat itu berdasarkan semua ceritaku pada kak Anne. Itu sebabnya Marvel hampir dipecat. Marvel marah padaku dan dia memutus hubungan kami Pi."



"Soal apa jebakan mereka juga apa dampaknya aku enggak tahu."




"Ya Tuhan, mengapa anakku seperti itu?" keluh Phillip.



"Aku juga enggak ngerti Pi. Sebelumnya rupanya mereka sudah melakukan kejahatan lain yaitu menukar tulisan dari dokter Martha. Kertas untuk acara gender reveal party."



"Yang tahu letak kertas itu ada disaku Marvel, juga bentuknya seperti apa hanya aku dan Marvel Pi. Waktu ditanya sama kak Anne, aku cerita jujur. Dan info itu kak Anne gunakan untuk menukar kertasnya Pi."



"Dari situ Marvel jadi tersangka utama sehingga Marvel akan dipenjara. Kecuali Marvel bisa buktikan dia bukan pelaku. Kalau Marvel bukan pelaku tersangka pembantu utama pelaku jatuh ke pundakku Pi."



"Papi tolong aku. Aku enggak cerita ke siapa pun kecuali ke kak Anne," Lian merengek pada papinya.



Lian bercerita saat itu dia diantar oleh Anne ke rumahnya Marvel sehabis itu Anne menunggu Lian di toko roti langganan untuk beli sarapan.



Lian bercerita kalau saat itu Anne bertanya *bawa apa dari tempatnya dokter Martha*. Dan Lian bilang dia menjawab Marvel hanya diberi amplop kecil putih berisi kertas dalam sedotan.



Saat itu Lian ingat Anne bertanya surat sepenting itu ditaruh dimana? Anne bilang bahaya kalau surat penting ditaruh sembarangan. Dan Lian cerita kalau surat itu ditaruh di saku kemeja Marvel.



"Saat pesta aku hadir Pi. Aku lihat semua kaget karena isi surat dari dokter Martha bukan tentang jenis kelamin bayi. Tapi pertanyaan dari Axel bagaimana istrinya bisa hamil sedang dia laki-laki mandul."



"Pesta gempar dan bubar Pi. Aku enggak tahu kalau semua itu ulah kak Anne."



"Sebenarnya bosnya Marvel bisa berontak, tapi karena diancam dengan video yang dibuat Kak Anne maka dia tak bisa berkutik."



"Bagaimana Anne bisa tertangkap? Apa itu artinya pihak boss nya Marvel melakukan pengaduan atau apa? Kalau data belum lengkap tak mungkin polisi bertindak hanya berdasar laporan," ucap Phillip.


\*\*\*



Phillip bertanya pada beberapa rekannya pengacara terbaik yang bayarannya terjangkau dengan sakunya sementara Lian menghubungi Christina maminya untuk bersiap karena akan dijemput untuk menuju suatu tempat.



Lian tak bercerita pada maminya melalui telepon. Bisa bahaya kalau maminya mendengar cerita by phone.  


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR