
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Ibu Lieke?" Tanya seorang lelaki saat Lieke keluar dari ruang periksa Martha.
"Iya."
"Ayo Bu saya kawal ke belakang. Apa Ibu bawa mobil?"
"Saya bawa mobil."
"Baik Bu, nanti mobilnya kita antar. Sekarang Ibu ditunggu oleh Ibu Maria dan bu Magdalena di rumahnya. Kami ajudannya bu Maria."
"Ya Pak, barusan bu Martha sudah bilang."
Lalu Lieke pun dibawa ke rumah Magdalena karena ada pertemuan darurat yang sangat penting dan wajib Lieke ketahui agar tak salah duga.
\*\*\*
Kesal sudah hampir satu jam penuh Rita menunggu Lieke nggak datang juga, Rita pun kembali ke ruangannya Martha.
Padahal Lieke masuk ruang periksa setelah dia keluar. Seharusnya 15 menit atau paling tidak setengah jam kemudian Lieke sudah keluar.
Rita sudah melihat di apotek dia menduga mungkin Lieke menebus obat lebih dulu.
Tidak ada Lieke dia area apotek.
"Suster saya mau tanya tentang teman saya ibu Angelica, ke mana ya?" Rita bertanya pada suster penjaga di depan ruangan Martha.
"Oh dia sudah pulang Bu."
"Sudah pulang? Koq saya tunggu di depan sejak tadi enggak ada?"
"Saya tidak tahu Bu. Tadi dia pulang dengan suaminya," kata suster itu jujur.
Suster tidak tahu bahwa itu adalah ajudannya Maria. Yang suster tahu Lieke dijemput oleh seorang laki-laki, jadi dia pikir itu suaminya.
"Belum pulang Bu?" Tanya Martha yang bersiap pulang. Dia akan menuju rumah Magdalena.
"Lieke dijemput suaminya? Kan Axel tadi langsung pulang. Aku tunggu di depan, tak mungkin tak melihatnya bila Axel kembali untuk menjemput Lieke." Rita bergumam pelan sambil menuju apotek.
Tadi dia belum menebus resep buat kandungannya. Mulai sekarang dia akan menjaga asetnya ini. Karena sekarang janin di perutnya bisa jadi tambang emasnya.
\*\*\*
"Hallo sayang," sapa Magdalena saat menantunya datang. Dia memeluk dan mengecup kening perempuan yang sejak SMK sudah dia sukai itu.
"Hallo Ma, apa khabar?" Lieke menyambut pelukan dan kecupan mertuanya.
"Mama baik. Ayo masuk. Ada oma Maria dan Axel sedang mandi. Axel enggak tahu kamu mau datang."
Lieke pun masuk. Pieter belum tiba, dia sudah pulang dari kantor tapi kejebak macet setelah ban mobilnya dan dua mobil didepannya kempes. Ada yang menabur paku di jalan.
Untung Pieter langsung menghubungi polisi karena penebaran paku seperti itu pasti dilakukan oleh kelompok yang ingin merampok atau melakukan hal jahat lainnya.
"Oma, apa khabar?" Sapa Lieke sambil memeluk oma Maria sepupunya Martha.
"Hallo cantiknya Oma, sehat kan?"
"Sehat Oma. Tadi habis lihat baby boy," Lieke memperlihatkan foto USG 4D dari Martha.
"Wah dia ganteng," seru Magdalena. Mereka tak memperhatikan ada dua lelaki masuk ruangan itu dari arah berbeda.
"Jadi opa punya saingan?" Tetiba ada suara mengganggu obrolan mereka bertiga.
"Ha ha ha, Papa sudah luwes nyebut diri OPA," Magdalena tak menyangka Pieter telah tiba di rumah.
"Aku masuk dulu ya, siapin pakaian ganti Pieter," Magdalena pamit pada Maria dan Lieke.
"*Babe*," sapa Axel dari pinggir ruang. Dia tak percaya diri menyapa Lieke. Takut istrinya marah lalu stress dan berakibat fatal bagi janin mereka.
Lieke tersenyum manis tak menjawab apa pun juga tak menghampiri Axel. Tentu saja Axel semakin ragu. Dia menduga Lieke tersenyum hanya basa basi karena di depan oma dan papanya saja.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED