WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
ALAM LEBIH DULU BERTINDAK



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Sampai di bandara, Lieke melihat kekasih hatinya telah menanti. Lieke bahagia ternyata Axel mengetahui jadwal kepulangannya walau satu minggu tak berkomunikasi.



Selain ponselnya nggak aktif dia juga tenggelam dalam pekerjaan.



Kalau waktu kosong sedikit pasti tante Martha dan mamanya langsung ngajak hunting.



Baik pakaian untuk pribadi mau pun barang-barang keperluan baby boy



"Ngapain kamu jemput kami?" Lieke mendengar mamanya bertanya dengan sinis pada suaminya.



Lieke ingat saat terakhir mereka bertemu adalah di pesta. Mungkin mama mertuanya marah karena Axel berpisah dari mereka sehingga mereka terpaksa pulang naik taxi.



"Aku merindukan istriku Ma. Wajar kan kalau aku rindu dia," kata Axel sambil memeluk Lieke dengan lembut.



Lieke melepas pelukan Axel karena dia ingin ke toilet. Ibu hamil pasti akan sering buang air kecil. Lieke pergi ke toilet bersama Martha.



\*\*\*



"I miss you Babe," kata Axel. Axel sengaja tak membawa mobil sendiri sehingga sekarang mereka di mobil Pieter.



Sementara tante Martha sudah langsung berpisah di bandara, dia dijemput putranya.



"Miss you too Honey," jawab Lieke lirih.



Lieke  menyandarkan  kepalanya didada Axel lalu dia tidur dalam pelukan suaminya.



\*\*\*



"Wah tambah sehat aja baby-mu," kata Martha pada keponakannya.



"Puji Tuhan dia sehat. Apa belum kelihatan jenis kelaminnya?" tanya Lieke.



"Belum lah baru 3 bulan nanti kalau 4 bulan baru bisa terlihat kadang ada yang 5 bulan baru terlihat," Martha menjelaskan apa yang pasiennya ingin ketahui. 



"Ih aku jadi kepengen bikin gender reveal kata Axel.



"Ya kalian bisa bikin kalau memang ingin.  Nanti hasil USG-nya Tante berikan pada seseorang yang bisa kalian percaya, lalu dia yang memasukkan ditempat yang akan kalian gunakan."



"Di Indonesia gender reveal memang belum terlalu umum dilakukan."



"Gender reveal adalah sebuah pesta yang digelar oleh pasangan suami istri untuk mengetahui jenis kelamin jabang bayi secara surprise."



"Awalnya pasangan itu ya pasti ke dokter, mereka melakukan USG, tapi saat periksa dokter tak memberitahu apa jenis kelamin bayinya ke pasangan calon orang tua." 



"Hasil periksa diberikan pada toko kue yang sudah dipesan, atau cattering yang dipesan calon orang tua. Di Indonesia kertas sering di masukkan di puncak tumpeng, atau di tart dan jenis lainnya."



"Ada juga yang menggunakan kendi lalu dipecahkan bisa juga di balon. Medianya bisa apa saja terserah calon orang tuanya," Martha menjelaskan selintas apa itu GENDER REVEAL PARTY.



"Ya aku mau bikin," kata Axel. Dia sangat exciting dengan kehadiran anak yang ada di dalam kandungan istrinya.



"Oke nanti kalau baby sudah siap Tante akan beritahu kapan kalian bisa bikin pesta itu,"  kata Martha.



Axel dan Lieke senang, mereka akan membuat gender reveal party bila saatnya tiba.



\*\*\*



Akhirnya pesta pun akan diadakan satu minggu lagi karena kemarin Martha sudah bilang bahwa dia sudah bisa melihat jenis kelamin anak yang ada dalam rahim Lieke.



"Oke Tante, nanti aku akan kirim orang ku buat ambil," kata Axel dengan semangat.



"Apakah sekarang nggak kelihatan?" kata Lieke kemarin.



"Ya kalian lihat aja bisa nggak kalian baca itu jenis kelaminnya apa?" kata Martha. Mereka memang sedang melihat monitor.



Sebagai orang awam mereka nggak tahu jenis kelamin bayi yang dalam perut itu perempuan atau laki-laki.



\*\*\*



Magdalena dan Pieter tak keberatan anak dan menantunya mengadakan pesta kejutan untuk memperlihatkan jenis kelamin bayi yang dikandung oleh Lieke.



Mereka pun mengundang beberapa rekanan juga beberapa petinggi di perusahaan serta teman-teman Axel serta semua saudara-saudaranya yang akan diadakan minggu depan.



Pesta akan dibuat di rumah Axel, bukan di rumah Pieter. 




\*\*\*



Hari yang ditunggu tiba Axel dan Lieke sangat bahagia terlihat mereka sangat rukun. Rona bahagia terpancar diwajah keduanya, tak ada benci atau perselisihan di wajah mereka. Setelah snack dan minuman keluar semuanya acara puncak yang ditunggu pun tiba.



Acara akan digelar sebelum makan siang.



Axel dan Lieke memegang satu buah jarum berdua.



Martha juga sudah ada di sana. 



Ternyata Rita juga datang, entah kapan dia masuk karena Lieke dan Axel tak memperhatikan. Tamu sangat banyak.



Lieke dan Axel tersenyum berpandangan. Mereka memegang jarum lalu mereka memecahkan balon yang sudah disiapkan. Selembar lipatan kertas jatuh. Axel mengambilnya dan memberikan pada Lieke.



"Buka buka buka kata beberapa orang tak sabar ingin tahu apa jenis kelamin anak Lieke dan Axel.



Lieke membuka kertas dan Lieke meneteskan air mata dia tak percaya tulisan yang dibacanya.



Magdalena melihat wajah menantunya, tak sabar dia mengambil tulisan itu di sana tertulis : AKU MANDUL! BAGAIMANA BISA KAMU HAMIL?



Magdalena tak percaya, dia memperlihatkan kertas itu pada Pieter.



"Bagaimana mungkin Axel mandul?" Pieter tanpa sadar bicara sehingga banyak yang mendengar! 



Lieke langsung masuk kamarnya.



\*\*\*



"Tak mungkin! Aku tidak menulis seperti ini," Martha menyanggah kalau itu bukan tulisannya!



Lieke mendengar dengung suara para undangan menghakimi dirinya. 



Lieke berupaya kuat sampai kamarnya. Lieke sadar semua adalah tulisan Axel karena suaminya tak menyanggahnya sama sekali.



Suaminya tak meralat apalagi membujuknya. Lieke tak percaya, Axel bisa sekejam itu padanya. 



Dengan kesadaran penuh Lieke mengemas pakaian miliknya pribadi. Pakaian yang dia beli dengan barangnya sendiri.



Dia ambil kunci mobil miliknya saat gadis. Bukan kunci mobil pemberian suaminya.  



\*\*\*



"Kamu mau ke mana?" tanya Magdalena lembut.



"Maaf Ma tempatku bukan di sini. Aku dipermalukan di pesta seperti ini oleh anak Mama. Terima kasih aku memang hanya sampah."



"Tapi Tuhan tahu siapa ayah bayi ini. Aku tak pernah disentuh oleh siapa pun selain suamiku."



"Terima kasih atas kesempatan yang Mama berikan selama ini."



"Papa, terima kasih atas bimbingannya selama aku jadi karyawan Papa. Mulai besok aku resign. Surat pengundurun diri akan aku kirim lewat email dan hardcopy-nya aku kirim via ekspedisi."



"Selamat tinggal Ma, Pa. Ini semua perhiasan tidak ada satu potong pun yang aku bawa. Jangan sampai aku mendengar aku bawa barang milik Papa dan Mama."



Pieter dan Magdalena rupanya langsung mengejar Lieke di kamar menantunya.



Lieke langsung keluar rumah menggunakan mobilnya saat masih gadis bukan mobil yang dibelikan oleh Axel. Mobil butut sejak dia masih gadis.  Mobil hasil keringatnya sendiri. 



Lieke hanya membawa barang-barang pribadinya Tak ada dia bawa barang-barang Magdalena mau pun Axel. Lieke kembali ke RUMAH HATInya. Panti asuhan milik mami Clarissa.



Lieke tak akan pernah melupakan sakit yang dia rasa dipermalukan seperti itu tanpa ada seorang pun berdiri menjadi pelindungnya. Walau tante Matha sempat membantah, tetap saja hadirin menganggap Lieke salah.



Lieke sangat marah karena terluka. Dia pasti dendam. Tapi tak ingin balas dendam.



Dia hanya pasrah saja.



Sekarang penyebab semua itu sedang kritis. 



'*Tuhan maha adil. Walau aku tak ingin balas dendam. Rupanya alam langsung bertindak*.' Akhirnya Lieke pun terlelap.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER