WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
PEMAPARAN FAKTA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Terima kasih Pak Faisal."



"Rapat kali ini memang sangat luar biasa karena saya akan memberikan hak penuh pada putra saya sebagai pewaris tunggal."



"Untuk itu saya harus menentukan bahwa dia memang benar-benar orang yang kompeten."



"Saat ini ada seorang perempuan yang mengatakan bahwa dia hamil oleh putra saya."



"Jadi saya ingin semua tahu bahwa di samping istri sahnya, ada janin lain yang katanya juga keturunan Marcel Geraldy Wibowo."



"Untuk itu saya persilakan nona Rita untuk berdiri agar semua bisa melihat dan memperhatikan siapa perempuan yang telah mengaku memiliki anak dari Axel."



Rita berdiri dengan senyum kebanggaan.



"Maksud Pak Pieter apa? Bapak mengizinkan poligami atau bagaimana?" Dan banyak pertanyaan lain dari pemegang saham.



Marvel tak percaya kalau Rita teman Anne dan Lian mengaku memiliki anak dari boss nya.



"Tenang Bapak-bapak Ibu-ibu, tenang, tenang, tenang dan tenang," kata Pieter ditengah suara dengung protes.



"Saya tidak menyetujui poligami tapi bila sudah ada anak di kandungan apa harus dibunuh? Kan enggak! Jadi kita harus cari solusi terbaik."



"Saya akan berikan info akurat. Mohon Bapak dan Ibu polisi siap dan kita lihat ke layar."



"Mbak Rita katanya hamil karena perbuatan anak saya."



"Apa itu benar?" Tanya Pieter di depan podium sambil memandang Rita.



"Benar," jawab Rita dengan enteng dan senyum manisnya penuh percaya diri.



"Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang terhormat. Axel putra saya telah membawa nona Rita periksa di dokter kandungan. Dan benar nona Rita saat ini sedang hamil. Dia tak berbohong soal kehamilannya."



Rita dan Anne tersenyum bahagia Pieter mengakui kalau Rita tak berbohong sedang hamil.



"Saat ini saya pegang surat keterangan dari Dokter Martha ini hasil pemeriksaan dokter Martha dan dokter Martha-nya hadir, beliau ada di ujung sana," Pieter menunjuk Martha yang segera berdiri dan melambai pada semua yang hadir.



Martha tak duduk di meja rapat karena dia hanya saksi di rapat kali ini. Martha duduk bersama Ecky, Clarissa, Ariani dan Petrus.



"Menurut hasil pemeriksaan dokter Martha DUA MINGGU lalu, perhatikan surat keterangan ini dibuat dua minggu lalu. Saat itu kehamilan Mbak Rita sudah 12 minggu atau tiga bulan."



"Hari ini usia kehamilan lewat 14 minggu. Atau sudah lebih dari tiga bulan."




Layar besar menyala terang ada sebuah foto ruang cafe dengan tanggal di pojok kiri bawah.



"Ini tanggal kejadian anak saya meeting dengan PT Anugerah Sejahtera. Mohon lihat ini tanggalnya dan lokasinya ada di layar."



Rita mulai panas dingin melihat gambar di layar.



"Kejadian itu 6 minggu lalu, atau ya satu setengah bulan. Mohon perhatikan setelah meeting usai anak saya minum sesuatu yang diberikan tetesan oleh seseorang."



Rita dan Marvel jelas melihat di layar ada yang memasukkan sesuatu ke minuman yang akan diantar untuk Axel.



"Perhatikan ya, putra saya lalu dibawa oleh Ibu Rita ke sebuah kamar."



"Dan ini kejadian di kamar tersebut. Perhatikan bagaimana mereka membuat skenario seakan-akan anak saya menggauli Ibu Rita."



"Kalau pun Axel menggauli, kejadiannya itu baru 6 minggu lalu! ingat ya baru 6 minggu lalu, sedangkan kehamilan Ibu Rita sudah 14 minggu!"



"Mana mungkin bisa titip saham lebih dulu lewat transfer sebelum bertemu? Enggak mungkin kan?"  semua tersenyum.



"Persoalan dimulai saat anak saya membuat gender reveal party. Ada yang menukar kertas dari dokter Martha yang dibawa oleh saudara Marvel ke rumah putra saya."



"Perhatikan rekaman CCTV ini," semua melihat bagaimana  Marvel tiba-tiba ada yang menabraknya dan menukar kertas di sakunya. 



Marvel menutup mulutnya tak percaya. Dia bahkan tak tahu kertas itu ditukar!



"Saya harap semua jelas sampai sini. Kertas yang ada dalam balon bertuliskan menuduh menantu saya adalah perempuan kotor karena dia hamil sedang disitu seakan-akan Axel mengaku dirinya mandul!"



"Dua hari sebelumnya Axel mendapat ancaman dari nona Rita kalau anak saya membantah, video editan yang dia buat akan disebarkan sehingga harga saham akan jatuh."



"Pada pesta itu anak saya tidak berani berkutik. Axel tidak berani membela diri pada istrinya karena memikirkan perut semua karyawan termasuk harga saham Bapak-bapak dan Ibu-ibu di sini!"



"Itu pengorbanan anak dan menantu saya untuk kita semua.  Mereka diam bukan tak berani membantah tapi lebih berpikir ke depan, bagaimana nasib para karyawan dan harga saham."



"Saya mohon semua mengerti bagaimana pengorbanan anak dan menantu saya."



"Bapak-bapak dan  Ibu-ibu, ini video editan dari Ibu Rita dan temannya," Pieter lebih tepatnya Maria memperlihatkan bagaimana video yang digunakan sebagai ancaman dari Rita."



Semua kaget. Memang kalau video itu beredar perusahaan yang sahamnya mereka miliki akan hancur.



"Sekarang kedua tersangka ada disini dan di luar sana satu Kompi polisi sudah menunggu."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR