
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Kak udah baca pesan dari Mami belum?" tanya Betty pada Veronica.
"Belum, aku dari tadi belum pegang handphone kan lagi milih bahan. Kenapa?"
"Mami bilang begitu selesai belanja kita langsung pulang karena mami pergi. Mami ditelepon dari rumah sakit katanya Kak Lieke kritis."
"Yang benar kritis?" Marvel yang mendengar itu langsung kaget.
"Enggak tahu Kak ini Mami tulisnya begini," kata Betty.
"*Mami ditelepon dari rumah sakit Kak Lieke nyari Mami katanya kritis. Jadi kalian kala sudah selesai belanja langsung pulang. Rumah kosong*," Marvel membaca pesan dari Clarissa di group RUMAH.
Helly dan Karenina pisah tempat, keduanya menemani mama Ari. Betty dan Veronica bersama Marvel.
"Masih banyak nggak kurangnya?" kata Vero pada Betty.
"Kalau yang di data sih udah deh Kak, tinggal aksesorisnya aja."
"Ya sudah sambil kita keluar aja aku yakin Helly dan Nina sudah baca."
"Kak Marvel kalau masih mau belanja silakan. Kami duluan aja karena adik-adik nanti nggak ada yang jaga walau pun banyak suster dan pegawai, tapi mami nggak pernah bolehin kita pergi semua."
"Biasanya selalu ada mami atau kami anak-anaknya yang stand by. Mungkin karena tadi darurat mami jadi kepaksa berangkat, walau kami lagi pergi," kata Betty.
"Mungkin mamaku juga sudah selesai. Biar cepat kalian aku antar aja. Ayo kita cari mama biar kalian selesaikan belanja."
"Enggak kami udah kok Om. Aksesoris gampang nanti next time. Bisa ada di toko bahan dekat rumah ada," kata Vero.
Vero masih aja menyebut Marvel dengan kata sandang Om, padahal adik-adiknya memanggil Marvel dengan Kakak.
"Ya udah yuk cari Mama dan Helly," ajak Marvel.
"Telepon aja sih Helly tanya posisi dia dimana," kata Vero lagi.
Betty langsung menghubungi Helly menanyakan posisi.
"Aduh gimana ini beneran kritis?" Tanya Maheswari.
"Entah Ma. Kita kan nggak tahu tapi tadi mami bilang begitu." Jawab Nina.
"Enggak Ma kita udah selesai kok belanjanya. Tinggal aksesoris gampang nanti kita cari di toko bahan dekat rumah saja."
Kesepakatan saat makan tadi semua harus memanggil MAMA pada Maheswari.
"Ya udah yuk biar kak Marvel antar kalian biar lebih cepat sampai rumah. Kasihan adik-adik kalau nggak ada pengawasnya."
"Iya Ma, terima kasih."
"Aku mau tanya Pak Axel nggak enak. Dia pasti lagi sibuk. Tapi nggak tanya penasaran," ucap Marvel.
"Nanti aku tanya Mami lah. Aku ceritain Kak," kata Helly.
"Bener ya, kalau udah dapat cerita dari Mami kamu langsung hubungi aku ya, minta nomornya ada di ponselnya Kak Vero kemarin kan," Marvel menekankan Helly agar tak lupa.
"Iya Kak nanti aku kasih tahu deh. Tenang aja," kata Helly.
"Kakak jadi penasaran, tapi nggak berani tanya Pak Axel."
"Kak Axel pasti juga lagi sibuk. Jadi percuma Kak. Sudah nanti tunggu kabar dari aku aja," kata Helly.
"Ya oke Kakak tunggu.
\*\*\*
"Mama enggak mampir ya, kami langsung pulang karena ini kebetulan bahannya ditunggu sama penjahitnya. Memang kurang sedikit aja tadi."
"Iya Ma, enggak apa-apa. Terima kasih loh Ma udah diantar jemput," kata Karenina saat mereka telah tiba di panti.
"Hati-hati ya. Salam buat mamimu," kata Maheswari.
"Iya Ma. Hati-hati juga."
"Kapan-kapan kita jalan lagi ya," kata Maheswari.
"Siapa takut Ma?" kata Betty.
Lalu mereka pun berpisah.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN