
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Rita melihat satu persatu pasien di ruangan itu mendapat kunjungan. Entah dari keluarga, entah dari pengacara. Semua pasien dalam ruangan ini adalah orang yang bermasalah dengan hukum atau sedang berkasus.
Mereka berada di rumah sakit Polri. Pasien umum atau keluarga anggota polri tak digabung dengan pasien seperti dirinya.
Tentu saja ruangan dijaga tak sembarang orang boleh masuk bila tak ada izin.
Rita tak punya pengacara. Mau bayar pakai apa? Sedangkan dia juga nggak bisa hubungi siapa pun buat minta bantuan.
Anne sekarang tidak bisa dimintain tolong buat mencari pengacara buat dirinya.
"Anne juga ditahan gimana mungkin dia mau minta orang tuanya untuk menolong aku? Enggak mungkin kan?" Rita harus berpikir sendiri bagaimana caranya dia lolos dan membuang bayi dalam perutnya.
Rita memakan ransum jatah dari rumah sakit. Nasi, sayur sop, goreng ikan dan tempe dan sepotong buah pepaya.
Rita selalu memakan semua yang tersedia. Semua harus dia nikmati daripada dia kelaparan karena sekarang dengan kehamilannya ini dia sangat sering lapar.
\*\*\*
"Loh, Mbaknya lagi hamil?" tanya pasien di sebelah Rita.
"Iya," jawab Rita dengan malas. Dia malas berkomunikasi dengan pasien tapi dia butuh sesuatu di meja pasien tersebut.
"Mbak nggak punya pengacara? Saya lihat Mbak belum ada yang mengunjungi sejak masuk kesini." Rupanya pasien sebelah suka ngobrol.
"Saya nggak punya pengacara. Masalahnya seseorang merebut suami saya dan suami saya nggak mau peduli lagi pada saya walau saya sedang hamil. Pelakor itu sudah membuat saya terlunta-lunta sendirian dan saya dituduh melakukan hal yang tidak saya buat. Padahal saya hanya membela diri. Tapi malah saya jadi tersangka," Rita membuat skenario baru perihal dirinya.
"Gara-gara pelakor saya menjadi tahanan polisi. Padahal dia yang jahat. Sekarang enggak ada yang bisa nolongin saya," keluh Rita dengan ekspresi sedih.
"Oh gitu. Memang pelakor itu jahat ya Mbak. Saya juga paling benci ama pelakor," ungkap pasien di sebelah Rita.
"Saya bisa pinjam pisau buahnya?" tanya Rita.
"Silakan Mbak tapi saya nggak bisa antarkan saya diinfus gini."
"Ulur aja nggak apa-apa," kata Rita.
"Ini pepayanya masih ada sedikit kulit. Saya nggak suka," ucap Rita lagi.
Lalu pasien sebelah meminjamkan pisau untuk mengupas buah.
\*\*\*
"Kalian pesan apa? Tulis saja sekalian." Marvel menyerahkan kertas pemesanan menu pada Betty.
Marvel memang belok ke resto chinese food sesuai permintaan si bungsu Helly.
Helly bilang ingin makan mie ayam bakso jamur.
Dari pembicaraan selama perjalanan Marvel tahu kalau besok pagi Betty dan Helly bertugas jualan di sekitaran posyandu. Dan lusa atau Minggu pagi mereka jualan sekalian beribadah.
Marvel sangat senang berada dalam lingkungan penuh kasih yang bersemangat.
"Enggak malu?" Tanya Axel.
"Kenapa harus malu? Kami enggak mencuri. Kami cari uang bukan mengemis. Seharusnya yang malu itu orang yang bisa bekerja tapi malas. Lebih suka menjadi peminta-minta," Karenina berkata bijak.
"Setuju, kakak sepemahaman denganmu."
"Kalian punya stock banyak enggak?"
"Stock? Buat apa?" Veronika bertanya karena berhubungan dengan produktivitas.
"Minggu depan, mama kakak akan ikut bazar amal. Kalau kalian punya stock bisa ditaruh di stand mama kakak," ujar Marvel.
"Kebetulan mama juga ketua panitia."
"Wah kalau bazar amal gitu, profit sharing nya gimana?" Vero tertarik.
"Di Bazar itu panitia tidak mengutip keuntungan. Peserta hanya diminta ikut urunan dalam uang kebersihan. Jumlahmya tidak ditentukan. Sukarela saja.
"Kami ikut Kak," Betty sang marketing handal langsung memutuskan akan ikut event itu.
"Ih kak Betty. Kita enggak tahu lokasi event dimana. Nanti kalau jauh kita akan repot," ujar Helly.
"Kita sudah bisa pakai mobil kak Lieke lagi kan?"
"Mami kasih izin bila buat keperluan khusus, bukan buat main," Karenina memberi masukan.
"Masalahnya driver nya mau enggak?"
"Harus mau lah," desak Betty.
"Ha ha ha, kalian suruh belajar nyetir enggak mau. Giliran mau pergi nodong aku." Ujar Vero yang sedang asyik dengan pangsit rebus tanpa mie pesanannya.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED