
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Sejak jam 08.00 semua personil sudah briefieng sebelum stand by di lokasi masing-masing.
Lieke dan Magdalena sengaja tidak keluar ke ruang rapat lebih dahulu, mereka akan menanti timing yang tepat dan menonton semua proses dari monitor yang dipasang di ruang Pieter.
Disitu juga ada Maria yang akan bekerja mengatur OHP di ruang meeting dari jarak jauh.
Juga ada Novita dan pastinya banyak ajudan Maria.
Martha, Marvel, Clarissa dan Ariani pengacara Lieke, Ecky dan semua undangan mulai berdatangan dan masuk ruangan yang di jaga ketat.
Jam 09.30 Rita datang dengan Anne. Axel memang sengaja menunggu agar Rita tak bertanya-tanya lalu akan bilang dia calon istri CEO.
Axel meminimalisir Rita menyebar rumors tak sedap disana.
"Sayaaaang, enggak apa apa kan aku bawa sepupuku, sayang?" tanya Rita pada Axel. Dia langsung mau mencium pipi Axel tapi Axel mundur.
"Enggak apa-apa ini sepupumu? Malah lebih baik dia ikut. Agar aku enggak dua kali kerja. Silakan masuk. Semua sudah full di ruang meeting." Axel tak menyangka Rita membawa teman yang membantunya saat membuat video. Tentu itu memudahkan dia menangkap mereka sekaligus.
"Iya dia sepupu terdekatku. Dia banyak membantu aku. Nanti kalau kita menikah biar bisa membantu aku di rumah ya." Rita sangat percaya diri dia akan menikah dengan Axel.
"Boleh, aku jamin kalian akan selalu satu kamar," jawab Axel santai.
'*Satu sel tahanan maksudku*,' Axel meralat kata-katanya dalam hati.
"Kita satu kamar sayang, dia biar dikamar lain," Rita meralat kalimat Axel yang tak keberatan Anne tinggal bersamanya kelak.
"Perkenalkan dulu, ini Anne."
"MARIANNE atau Anne," perempuan itu menyebut namanya.
"Saya seperti pernah melihat anda deh," Axel tak menyebut jati dirinya. Malah mengucap pernah melihat Anne.
"Masak sih Pak? Saya kayaknya belum pernah ketemu Bapak. Mungkin yang pernah Bapak lihat itu adik kembar saya MADELEINE atau Lian." Anne berkilah tak pernah bertemu Axel padahal dia yang bantu bikin video.
"Saya kembaran MADELEINE," jawab Anne lagi.
"Pantes rupanya saya pernah lihat Lian."
"Lian ini pacarnya Marvel Pak," cetus Anne lagi.
"Oh iya? Berarti pernah datang ke rumah. Itu rupanya saat melihat kembaran anda yang saya kira tadi anda," ujar Axel lagi. Dia sudah sangat kesal tapi harus bersabar hati meladeni dua ulat bulu ini.
"Lian memang pacarnya Marvel sekretaris Bapak."
"Ya sekretaris saya yang sangat saya banggakan," kata Axel lagi.
"Silakan ikuti saya, ayo masuk," Axel langsung membawa kedua tamunya ke ruang rapat. Di sana sudah full karena meeting akan dibuka jam 10.00.
Axel memberikan tanda kode OKE yaitu jempol dan ibu jari digabungkan membentuk huruf O dengan jari tengah, jari manis dan kelingking berdiri seakan membentuk huruf K.
Semua siap pada posisi masing-masing. Faisal berdiri di muka podium. Dia yang akan memandu jalannya meeting kali ini. Biasannya tugas ini dilakukan oleh Lieke.
"Selamat pagi kepada semua hadirin yang terhormat saya tidak bisa menyebutkan satu-satu karena semua terhormat." Faisal membuka meeting luar biasa kali ini dengan permulaan yang bagus walau baru pertama kali bertugas.
"Pertama-tama saya beritahu untuk Bapak dan Ibu yang baru kali ini datang disini, begitu rapat dimulai pintu akan segera kita tutup."
"Yang ingin ke kamar kecil, itu letak toilet 1 2 dan 3." Faisal menunjuk letak toilet satu persatu. Lalu saat itu masuk dua orang personil polisi dan berjaga di dalam depan pintu yang tertutup.
"Sebagai prosedur keamanan seperti biasa pintu dijaga dua orang polisi karena semua yang hadir di sini adalah orang penting pemilik saham perusahaan ini," kata Faisal sesuai arahan Maria pagi tadi.
Rita dan Anne yang tidak tahu soal keamanan merasa itu hal biasa. Selama ini memang seperti itu, padahal selama iniĀ meeting nggak pernah dijaga seperti itu.
"Baik untuk menyingkat waktu saya rapat pemegang saham luar biasa kali ini akan segera dibuka oleh Pak Pieter sebagai pemilik perusahaan. Waktu dan tempat saya persilakan." Faisal mundur dua langkah untuk menyambut Pieter yang naik ke podium.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER