WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
BAGAIMANA YA CARANYA MEMBUANG BAYI INI?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Rita semakin kesal. Ternyata dia tidak keguguran. Rita tidak mengharapkan bayi ini. Dia juga berpikir siapa yang mau kasih makan bayinya kalau terus bertahan hingga bayi ini lahir kelak?



Rita memang tidak ingin punya bayi : *bikin repot*, katanya.



Waktu itu atas saran Anne dia mempertahankan bayi ini, untuk menjebak lelaki yang bisa dia jadikan mesin ATM.



'*Bagaimana ya caranya membuang bayi ini*?' pikir Rita. Rita memandang sekeliling mencari cara apa yang bisa dia gunakan untuk membuat dia keguguran.



Kamar rawatnya kelas tiga berisi enam orang. Dia lihat sekeliling. Kebetulan bed nya dekat dengan pintu sehingga bisa dengar suara orang diluar.



Padahal dokter memberi penguat kandungan dan tidak bisa dia tepis karena dimasukkan via suntikan bukan melalui oral atau mulut.



Kalau diminum via mulut dia bisa tidak konsumsi, kalau lewat infus kan nggak mungkin dia tolak.



Rita berpikir terus, belum lagi nanti dia di penjara.



Di penjara memelihara bayi yang tak berguna, bayi yang tidak tahu siapa ayahnya bikin repot kan?



Pupus sudah mempunyai mesin ATM seperti Axel.



Rita juga kangen pada Anne kekasihnya. Anne tidak bisa dia hubungi.



'*Apa Anne di kantor polisi sehingga ponselnya tidak bisa diangkat*?' pikir Rita.



Rita juga tidak tahu siapa yang akan membayar biaya rumah sakit ini, dia tidak peduli tapi kemungkinan ini ditanggung oleh polisi karena dia berada di rumah sakit polisi.



Diluar ada dua orang polisi yang selalu menjaganya untuk tidak bisa kabur.



"Maaf Bu, pasien tidak bisa ditengok atau dikunjungi,"  kata penjaganya.



"Saya cuma mau bilang sama dia syukurin," jawab perempuan itu. Rita hafal itu adalah suara mamanya.




"Huuiih, perempuan itu malah mentertawaiku dia senang sekali melihat aku hamil tak punya suami."



"Sedang dulu dia bisa punya suami, enggak seperti aku yang malah terjebak seperti ini."



"Harusnya aku tidak menjebak Axel tapi menjebak lelaki bodoh seperti papaku dulu itu."



"Harusnya aku mencari lelaki yang mau aku perbudak seperti papa. Bukan mengharap terlalu tinggi seperti Axel."



"Akhirnya malah enggak dapat apa-apa sama sekali," kata Rita.



Rita sudah enggak bisa berpikir bagaimana lagi dia akan bertahan hidup.


\*\*\*



Sementara itu di kamar kost-nya barang-barang milik Rita dan Anne sudah dimasukin ke dalam beberapa kardus oleh ibu kost-nya lalu dilakban rapat. Dan semua disimpan di gudang.



Kamar itu sudah kosong tidak ada barang-barang Rita dan Anne lagi.



Ibu kost tidak mau terbawa si-al dengan menampung narapidana seperti mereka.



Kamarnya sudah dikosongkan dan dibersihkan juga sudah diiklankan kembali.



Entah kapan barang-barang itu akan diambil oleh pemiliknya yang penting ibu kost tidak mengambil sedikit pun. Semua dimasukkan dalam kardus dan diletakkan di gudang dengan diberi nama pemilik.



Ibu kost sungguh tidak mengetahui bahwa pasangan yang selama ini tinggal di rumahnya adalah pasangan yang menyimpang. Dia kira pasangan itu adalah sahabat atau saudara.



Baru kali ini ibu kost kecolongan dengan pasangan menyimpang. Banyak yang kost berdua, biasanya teman sekantor atau teman kampus. 



Dan awalnya yang datang kost hanya Rita. Lalu mereka minta izin tambah Anne dan menyesuaikan penambahan sewa kamar. Karena untuk biaya sewa kamar sendiri dan berdua ada sedikit selisih di penambahan beban air dan listrik.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU