WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
TEKA TEKI MARVEL



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.




"Sekarang kita lihat siapa yang dihubungi Marvel di belakang."



Terlihat Marvel bicara pada seseorang yang mirip dengan Rita. 



"Jangan ambil kesimpulan Marvel bekerjasama dengan Rita walau terlihat sepertinya dia bertanya pada Rita mungkin karena bertemu tak sengaja. Lalu ditunjukin ke arah belakang, ini lihat ya."



 "Lihat Marvel menuju ke arah belakang sesuai lokasi yang ditunjuk Rita lalu Ritanya pergi menemui Axel."



"Jadi jelas di sini Marvelnya bukan bekerja sama dengan Rita tapi kita nggak tahu juga karena ini bukan pertemuan pertama mereka."



Selanjutnya pada video itu diperlihatkan bagaimana Marvel terkunci karena dia gedor-gedor dan baru dibuka oleh petugas kebersihan di situ.



"Marvel terkunci jadi memang Marvel benar soal dia terkunci dari dalam kamar mandi tapi nggak tahu siapa yang manggil yang pasti bukan sekretaris papamu! Dia sembunyikan apa dari kita, ini yang kita nggak tahu," kata Maria.



"Sekarang kita lihat saat Rita '*menolong*' Axel. Aku cuma bisa dapat akses hingga lift. Nanti malam akan aku cari video asli kejadian di kamar itu! Sekarang belum aku dapat akses itu." Maria memperlihatkan saat Axel dibimbing dan terdengar jelas Rita bilang akan bawa Axel ke kenalanya untuk dinetralisir apa yang dia rasa saat itu.



"Mau tahu rahasia besar?" Maria memancing semua yang hadir



"Apa itu?" Tanya Novita.



"Jelas kami ingin tahu," Petrus menjawab cepat.



"Kalian lihat ini. Ini saat kejadian pagi itu. Marvel datang lalu dia ditubruk seseorang."



"Orang itu tahu ponselnya jatuh tapi enggak langsung ambil. Kenapa? Lihat dia menukar kertas disakunya Marvel."



Lalu semua memperhatikan sampai Marvel memasukkan kertas dari sakunya ke balon.



"Ya ampun," kata Petrus. 



"Berarti Marvel tidak terlibat dalam hal pergantian kertas dari Martha," jelas Novita.



"Tapi jangan langsung bilang Marvel bersih. Kita belum tahu semua di sini tidak ada yang bersih dan tidak ada yang kotor."




"Aku sudah lacak nomor ini, dan tanya ke pemiliknya. Ternyata pemiliknya tukang ojek pangkalan dekat rumah Axel."



"Orangku sudah cari info, saat itu motor disewa, dan penyewanya duduk manis di sebelah tukang ojek,  yang pakai adalah perempuan walau yang nyewa bukan perempuan."



"Oke jelas ya di sini. Sebentar aku kasih lihat ini." Maria men zoom kaki pengendara motor yang keluar dari rumah Marvel pagi itu.



"Dan sekarang kalian lihat sneaker yang sama persis digunakan oleh pacarnya Marvel saat datang ke pesta itu menghampiri Marvel yang sejak tadi sudah datang lebih dahulu."



"Entah ini kebetulan saja atau kebetulan mereka punya sepatu kembaran atau bagaimana."



"Yang aku tahu itu sepatu handmade yang dibikin by request Oma. Enggak mahal tapi unique jadi terlihat elegan karena enggak ada kembarannya," kata Axel.



"Kita lihat yang menggunakan sneaker itu pacarnya Marvel padahal yang nuker kertas adalah orang menggunakan sneaker itu. Ini yang bikin Oma sampai sekarang bingung."



"Kamu tuh kayak mafia aja sih," kata Petrus.



"Sudahlah pokoknya sekarang jangan pikir saya siapa yang penting kita dapat data buat cucu kita," kata Maria.



"Iyalah udah nggak usah urusin siapa-siapa yang penting kita dapat data dulu." Novita sependapat dengan Maria.



"Oma bagaimana kalau video ini diperlihatkan ke Lieke Oma. Oma please tolongin aku. Perlihatkan ini ke Lieke bahwa aku bukan pelakunya."



"Jangan sampai video di Rita itu tiba duluan ke Lieke."



"Kalau video dari Oma sudah di lihat Lieke, kita bisa kasih tahu ke Lieke kalau video daei Rita itu editan atau apa lah."



"Atau nanti kita upayakan video di tangan Rita hilang aja gimana Tante?" Tanya Ecky.



"Saya juga kepikir gitu. Yang penting memang kita jaga Lieke jangan punya akses dengan Rita dulu," jawab Maria.



"Oma akan kirim dengan anonim ke email dan nomor ponselnya Lieke. Malam ini atau besok Lieke akan dapat kiriman video kalau Rita penipu mengaku satu sekolah denganmu dan juga video penukaran kertas jenis kelamin anakmu." Maria menjanjikan apa yang Axel minta.



"Terima kasih Oma. Terima kasih," kata Axel.