
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Bagaimana? Apa yang kamu rasa sekarang? Apa masih sakit?" tanya Maria beruntun pada Lieke.
"Lumayan Oma, sudah enggak sakit lagi. Tapi sejak tadi babynya belum gerak lagi," Lieke
"Sudah lapor sama tante Martha?" Tanya Maria.
"Tante Marta tadi lihat saat aku masuk aja Oma. Dia bilang bayinya nggak apa-apa tapi sampai sekarang dia belum bergerak. Mungkin sedang tidur Oma."
"Atau dia kecapean atau ketakutan seperti Daddy-nya."
"Semoga sebentar lagi dia bergerak."
Axel tambah ketakutan bila baby-nya nggak bertahan mendengar kata-kata Lieke bahwa baby tidak bergerak.
Axel langsung mengusap lembut perut Lieke.
"Wake up baby boy, wake up," Axel bicara lembut tapi seakanemberi perintah pada perut Lieke seakan sedang berhadapan langsung dengan bayinya.
"Kasih tanda pada Daddy bahwa kamu kuat. Kasih tanda pada Daddy bahwa kamu bertahan," kata Axel sambil menangis pelan.
"Hei Daddy jangan nangis aku nggak apa-apa. Please jangan nangis," kata Lieke mewakili babynya. Tapi dia pun akhirnya ikut menangis dan mereka menangis bersama.
Melihat keadaan seperti itu Maria keluar. Dia tak sanggup melihat cucu dan cucu mantunya menangis.
"Kenapa Mi?" tanya Magdalena yang melihat maminya keluar tergopoh-gopoh.
"Axel menangis terisak mendengar Lieke bilang anaknya sejak tadi tidak bergerak," jawab Maria. Kalau soal begini dia paling lemah. Dia juga manusia biasa.
Magdalena langsung menghubungi Martha, tapi ponsel Martha tidak bisa dihubungi karena sedang tidak aktif.
Pieter berinisiatif bergerak aktif. Dia langsung lari ke ruang suster minta dihubungi dengan Martha.
Suster yang melayaninya langsung menghubungi bagian administrasi dan mendapat info bahwa dokter Martha sedang melakukan operasi.
"Maaf Pak dokter Martha tak bisa dihubungi ponselnya karena dia sedang melakukan operasi," kata suster menjawab pertanyaan mengapa Martha tak bisa dihubungi.
"Baik suster. Terima kasih suster," kata Pieter langsung kembali ke ruang rawat Lieke.
"Martha sedang melakukan operasi, jadi enggak bisa dihubungin," ucap Pieter pada Maria.
"Baiklah," jawab Maria.
'*Axel histeris menangis terus mengetahui hal itu. Kami harus gimana*?' Magdalena langsung mengirimkan pesan agar begitu Martha menyalakan ponsel, pesan itu sudah masuk sendiri.
\*\*\*
Martha bergegas ke ruangan Lieke begitu menyalakan ponsel melihat pesan dari Magdalena.
Dia pun tak ingin calon cicitnya tak selamat. Walau bukan cicit kandung.
Martha membawa alat USG portable untuk memastikan kondisi baby W.
Dia perhatikan dengan saksama kondisi calon pangeran kecil Wibowo itu.
"Axel, Lieke. Kalian jangan lelah berharap. Terus panjatkan doa agar dia bertahan. Ini denyut jantung baby W masih ada walau lemah tak seperti biasa."
"Lieke upayakan pompa semangatmu agar baby juga bahagia dan dia nyaman bersama kalian. Tante kasih obat nanti perawat akan langsung suntik di infus ya."
"Tante juga akan beri Daddy baby W vitamin agar Daddy juga semangat," Lieke memberikan resep pada Pieter karena tahu Axel tak mau beranjak sama sekali dari sisi Lieke.
"Aku rasa yang lain boleh pulang. Satu saja disini yang menemani dan menjaga Axel."
"Sekalian ambilkan baju Axel dan Lieke," saran Martha.
Clarissa sejak tadi sudah pulang karena ada panggilan dari panti.
Mengikuti saran Martha semua bersiap pulang setelah diatur Pieter.
Yang berjaga disana satu orang ajudan Maria. Marvel pun disuruh pulang. Nanti Pieter akan kembali membawa baju Axel dan Lieke juga baju untuk dirinya sendiri.
Tak ada yang membantah. Semua akan diberitahu perkembangannya oleh yang berjaga disana.
"Mama tunggu sebentar. Papa beli obat buat Axel dulu baru kita pulang bareng," pesan Pieter.
"Biar pegawai Mami aja yang beli obat," ujar Maria.
Pieter setuju. Dia berikan resep dan uang. Martha hanya meresepkan dua butir obat saja. Satu butir untuk saat ini, dan sisanya sebagai cadangan.
Selanjutnya sejak minum obat Axel langsung terlelap. Lieke pun juga diberi obat penguat rahim yang berefek mengantuk agar relaks.
Otomatis malam itu Pieter tak perlu datang menunggu.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDYq