WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
INGAT PAPI STEVE



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



“Selamat datang!”  seru para tamu di rumahnya Axel saat pasangan ini membuka pintu rumah mereka.



Lieke tentu saja kaget dan sangat senang melihat adik-adiknya serta oma dan opa serta para pegawai menyambutnya saat Axel membuka pintu rumah mereka.



Dari luat tak ada pertanda keramaian. Tak ada mobil tamu diparkiran, bahkan rumah seperti kosong, dan dua pembantu rumah tangga tak menyambut kedatangan mereka seperti kalau keduanya pulang kerja. Ternyata mereka semua sembunyi sesuai skenario dari para oma.



Tentu saja Lieke bahagia.



“Terima kasih honey,” kata Lieke sambil memeluk suaminya.



“Kok terima kasih ke aku?” tentu Axel senang dapat pelukan hangat dari istrinya di depan semua orang.



“Ya pasti ide kamu lah, siapa lagi?”



“Enggak, ini pure idenya oma Vita dan oma Maria. Kemarin mereka itu nggak dateng bukan karena sibuk seperti yang mereka bilang tapi mereka menyiapkan semua ini,” jelas Axel.



“Apa yang perlu dipersiapkan?” tanya Lieke.



“Mereka menyiapkan kamar baby yang belum sempat kita buat karena tertabrak kasus Rita. Oma juga menyiapkan makanan lah pastinya.”



“Dan bersama adik-adikmu mereka bikin masakan istimewa selain rujak serut keinginanmu kemarin.”



“Rujak serut?” Lieke tak percaya apa yang dia inginkan disediakan oleh mama mertuanya melalui pesan ke para adiknya.



“Iya kamu kan kemarin request rujak serut. Mama menghubungi adik-adikmu kemarin. Dan mereka bikin rujak serut sesuai keinginanmu.”



Hari itu Lieke sangat bahagia. Di dikelilingi orang yang penuh cinta walau minus mami Clarissa yang telah punya acara lebih dulu sehingga tak bisa hadir ikut berkumpul dengan mereka kali ini.


\*\*\*




Lieke juga mengembalikan posisi Marvel, tapi menjadi sekretaris ke dua seperti Faisal. Dia yang jadi sekretaris utamanya Axel.



Untuk memantau kerja dua sekretaris kedua itu Lieke lebih banyak lebih banyak kerja di rumah.



Untuk negosiasi dengan klien, Marvel lebih sering mengajak Lieke agar terhindar dari jebakan clien yang nakal.



Beberapa kali Lieke juga harus mendatangi pengadilan karena dia adalah saksi, tapi tidak se-rutin Marvel dan Axel karena adalahAxel adalah pelapor dan Marvel saksi kunci.



Lieke juga jadi pelapor di kasus miliknya tapi dalam kasus ini Lieke jarang datang karena full dihandle oleh Bu Ariani.



Axel memang sedikit membatasi ruang gerak Lieke karena hamil.


\*\*\*



“Puji Tuhan,” ucap semua yang hadir. Kali ini mami Clarissa mengadakan kebaktian syukur atas lulusnya Veronica dan Karenina dari SMA.



“Ingat pesan papi Steve. Kita memang anak panti asuhan, tapi kita wajib selesai kuliah,” pesan Lieke pada kedua adiknya.



“Iya Kak, kami selalu ingat pesan itu,” Karenina ingat dia hanya anak yang ditemukan warga di tempat sampah dan diserahkan ke polisi. Lalu mami dan papinya lah yang memutuskan dia terus berada di panti asuhan.



Papi Steve telah membuat deposito berjangka untuk keempat putrinya, seperti yang papi kandung Lieke buat untuk putrinya. Sehingga ke 5 anaknya semua akan terjamin pendidikannya.



“Besok jadi Kak?” tanya Helly.



“Jadilah. Kita begini karena cinta kasihnya. Masa kita enggak nengok papi?” Besok Lieke dan Axel memang berniat mengunjungi makam Steve bersama Clarissa.



Tentu saja ke 4 adiknya tak mau ketinggalan. Mereka juga ingin ikut. Rencananya Karenina akan menggunakan mobil Clarissa bersama Helly dan Betty. Sedang Veronika akan bersama Marvel.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA DITOLAK, DUKUN SANTET BERTINDAK


Kali ini ceritanya ada bau-bau mistis yaaa


Biar enggak bosen.