
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Honey, aku haus," Axel mendengar Lieke terbangun.
"Aku haus."
"Sebentar ya aku ambilkan air hangat kamu baru sadar jadi nggak boleh minum air biasa." Axel bangkit untuk mengambilkan air hangat bagi istrinya.
"Tapi aku nggak mau minum teh."
"Siapa yang mau bikinin kamu teh?"
"Mau air putih atau suusu coklat hangat?"
"Air putih aja," jawab Lieke.
"Yang lain ke mana?" tanya Lieke.
"Sudah pulang."
"Kok pulang kan masih siang."
"Ini sudah malam Babe."
"Sudah malam? Aku tidurnya lama ya."
"Kamu tidurnya cukup lama. sekarang makanya makan kasihan baby-nya kalau kamu nggak makan."
Axel menyiapkan nasi dan sop iga.
"Cukup honey. Cukup,"
Lieke makan cukup banyak, dia menghabiskan sumsum sapi.
"Tadi mami Rissa datang, tapi kamunya bobo," kata Axel.
"Ya aku denger mami ngomong tapi nggak bisa melek."
"Terus mami pulang karena ada adik yang panas."
"Iya nggak apa-apa Aku ngerti kok," jawab Lieke.
"Sekarang peluk aku aja ya."
"Iya nanti boboknya. Aku kan baru bangun," kata Lieke.
"Mau nonton TV?"
"Iya."
Akhirnya mereka menonton acara kartun.
\*\*\*
"Hari Senin kan kamu udah mulai pulang kamu mau pulang ke mana?"
"Maksud kamu apa?"
"Ya kali aja kamu nggak kepengen pulang ke rumah kita tapi pengen ke tempat lain."
"Aku pengen pulangnya ke rumah sendiri."
"Maksudmu ke rumah sendiri gimana?"
"Aku enggak mau pulang ke rumah mama. Aku mau pulang ke rumah kita."
"Baguslah kalau mau pulang ke rumah kita besok aku suruh bersihin dulu."
"Memangnya selama ini pembantu nggak bersihin rumah?"
"Dibersihin tapi kan takut kamu kena debu."
"Sekarang Dede nggak ngapa-ngapain? Dia nggak rewel?"
"Maksud kamu kenapa?"
"Nggak kok dia Nggak rewel-an anaknya dia nggak minta apa-apa," kata Lieke.
\*\*\*
"Kenapa aku jadi ngebayangin anak SMA itu sih?" Pikir Marvel
Dia ingat pertama kali melihat gadis itu.
Marvel baru saja turun dari mobilnya di panti asuhan milik bu Clarissa.
Dia baru akan masuk mengetuk pintu ketika melihat seorang gadis SMA masuk ke halaman panti asuhan.
Marvel berniat tanya pada gadis itu.
"Selamat siang, saya Marvel dari kantornya Pak Axel atau Bu Angelica. Saya ingin bertemu dengan ibu Clarissa dan ibu Ariani," kata Marvel pada seorang gadis berseragam SMA yang juga baru masuk halaman panti asuhan.
"Silakan masuk Om, tunggu aja sebentar nanti saya kasih tahu Mami Clarissa," jawab gadis manis itu.
'*Si cantik rupanya tinggal di sini*,' batin Marvel.
"Sebentar ya Om. Nanti saya kasih tahu Mami dan tante Ariani," suara renyah gadis cantik itu menyapa gendang telinga Marvel.
"Ya saya tunggu Nak," jawab Marvel. Dia dipanggil Om, ya dibalas panggil Nak lah.
"Silakan duduk Om," gadis itu mempersilakan Marvel duduk dengan ramah.
"Ya terima kasih," jawab Marvel. Marvel duduk di ruang tamu panti asuhan.
"Om, kata tante Reni Om disuruh tunggu sebentar, karena tante Reni sedang terima telepon dari klien. Nanti Tante Reni keluar," si cantik keluar lagi. Sekarang sudah ganti baju dan membawakan segelas es sirop.
'*Rupanya bu Ariani biasa disapa Reni*.' batin Marvel sambil menatap gadis belia didepannya.
"Iya terima kasih," jawab Marvel yang masih berdiri memandangi beberapa foto.
"Ini bu Lieke waktu kecil?" tanya Marvel.
"Iya Om. Kak Lieke tinggal di panti asuhan ini sejak umur 5 tahun ketika kedua orang tuanya meninggal. Dia adalah anak asuh mami Clarissa pemilik panti asuhan ini."
"Loh kamu bukan anak asuh panti?" Tanya Marvel.
"Maksud saya kalau kak Lieke itu lebih spesial karena dia adalah anak sahabatnya ibu pemilik. Kalau kami kan enggak." Jawab gadis itu.
"Tapi perlakuan bu Rissa nggak dibedain kan?"
"Enggak Mami nggak pernah bedain siapa pun dan Kak Lieke juga nggak pernah bedain kami."
"Kak Lieke itu orang yang sangat baik," kata gadis itu.
"Oh ya siapa namamu?" kata Marvel.
"Saya Marvel sekretarisnya Pak Axel suaminya Ibu Lieke."
"Saya Vero, Veronica," kata Vero sambil mengulurkan tangan.
"Kamu masih SMA?"
"Ya Om saya masih kelas 12, hendak ujian," jawab Vero.
"Oh gitu," kata Marvel.
"Sebentar ya Om. Tunggu sebentar."
"Ya enggak apa apa saya sedang melihat-lihat foto kok," kata Marvel.
"Silakan diminum Om," Vero menawarkan Marvel untuk meminum sirop yang dia buatkan.
"Ya terima kasih," Kata Marvel.
'*Dia sangat manis dan bersahaja*.'
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN