WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
KONFRONTASI MARVEL DAN FAISAL



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Iya Bu," Marvel masuk ke ruang Magdalena setelah dipersilakan masuk ketika dia mengetuk pintu ruang kerja Magdalena.



Marvel melihat diruangan itu ternyata sudah ada Lieke yang baru datang.



"Marvel, saya ingin tahu kapan kamu ambil surat di dokter Martha saat akan acara gender reveal?"



"Pagi-pagi jam 06.00 di rumah dokter Martha Bu."



"Bukannya surat itu menginap di rumahmu?"



"Enggak boleh Bu saya diminta datang pagi. Dokter Martha tidak membolehkan dibawa menginap di rumah saya."



"Oke kamu pagi ambil ke rumah dokter Martha. Dan saya tanya beberapa hari lalu, dia bilang kamu sendiri."



"Apa saat itu di mobilmu ada orang lain selain kamu?"



"Iya Bu saya bersama kekasih saya."



"Jadi kekasihmu tahu di mana kamu kantongi kertas itu."



"Tahulah Bu kan nggak saya masukin dompet."



"Apa dia minta melihat atau memegangnya?"



"Enggak Bu, nggak boleh. Saya sudah bilang kertas itu akan langsung dimasukkan ke balon."



"Kertas sama sekali enggak dilihat sama dia.  Saya cuma tunjukin bahwa tulisannya ada di saku kemeja saya."



"Tapi di rumah Axel, kamu kok turun sendiri tidak bersama kekasihmu?" tanya Magdalena lagi.



"Kekasih saya hanya turun sampai ke toko roti Bu. Dia mau beli roti untuk sarapan."



"Jadi kekasihmu nggak ikut sampai rumah Axel?"



"Enggak Bu, dia turun di jalan."



"Pantes kamu datangnya sendiri."



"Iya Bu saya datang sendiri," kata Marvel. Saat itu pintu  diketuk dan Magdalena menjawab dengan kata-kata 'masuk'.



Marvel sangat pucat karena ada Faisal masuk.



"Faisal, apa kamu pernah mengirim pesan atau telepon ke Marvel?"



"Saya tidak pernah kirim pesan kalau tidak diperintah oleh Ibu atau Pak Pieter.  Bahkan ke semua pegawai disini saya tidak berhubungan secara personal Bu."



"Tidak ada yang saya telepon atau saya kirimin pesan secara personal."




"Enggak Bu. Saya tak pernah. Kemarin pak Axel juga bertanya hal seperti ini."



"Oke ini berikan kepada Axel," kata Magdalena sambil memberikan Faisal satu map.



Marvell diam.



"Oke Marvel, saya rasa cukup. Saya cuma pengen tahu kapan kamu ambil surat di rumah Martha karena saya sedang penasaran mengapa tulisannya tak sama dengan yang dokter Martha tulis." 



"Jadi yang tertulis itu bukan tulisan dokter Martha Bu?" Marvel bingung. Dia tak mengganti isi kertas itu. Kalau isinya tak seperti yang dokter Martha berikan, lalu siapa yang mengganti?



'*Pantas pak Axel juga curiga padaku. Ternyata isi tulisan pada kertasnya tak sama*.' Marvel makin bingung.



"Anak saya terlalu mencintai istrinya. Kalau pun benih di perut Lieke bukan anaknya, tak akan pernah dia membuka di depan umum seperti itu." 



"Terima kasih Marvel, silakan keluar," ujar Magdalena. 



"Biar Rita tahu dari Marvel atau dari informannya kalau Mama jalan bersama mu dan juga kita semua tahu kalau tulisan dari Martha bukan seperti yang ada di balon," Magdalena dan Lieke bersiap keluar kantor, karena memang mereka berencana pergi bersama janjian untuk makan siang.


\*\*\*



Axel dan Pieter makan siang bersama di ruang makan  khusus di kantin kantor. Ruang yang dipergunakan oleh untuk petinggi kantor dan disana kedap suara.



"Kamu mau pindah Marvel ke mana?"



"Entahlah tadi mama bilang Marvel dan Faisal sudah dikonfrontasi secara tidak langsung. Dan terbukti memang Faisal jujur tak pernah kirim pesan atau menelepon Marvel."



"Enaknya gimana Pa? Karena menurut Lieke, Marvel enggak boleh dipecat sebelum ketahuan bagaimana kontribusi di dalam masalah ini."



"Kalau dia dimasukin ke sekretaris Papa sama juga bohong. Lagi pula Faisal cukup baik kerjanya."



"Kalau tak bisa menyelesaikan tugas dia selalu sering berkonsultasi pada Lieke."



"Enaknya di mana yang tiap hari bisa kita pantau?" kata Axel.



"Bagaimana kalau kebagian umum aja?" 



"Oh oke bagian umum. Tapi yang bantu aku siapa?"



"Sementara kan Lieke bisa bantu dari rumah nggak usah ribet dulu lah untuk sementara."



"Oke," jawab Axel.



Mereka terus melanjutkan makan siang.



"Mama jadi pergi dengan Lieke kan?"



"Jadi kok, aku nggak menghampiri mereka Nanti ketahuan kalau kami baik-baik saja kan bisa bahaya."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED