WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
ARTI KATA YANG SAMA BISA BEDA INTERPRETASI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Kalian kok datang barengan?" tanya Axel melihat adik-adik istrinya datang bersama Marvel.



"Iya Pak Axel tadi saya ke panti asuhan bertemu dengan Bu Ariani, makanya saya ada perlu dengan bu Lieke, karena ada beberapa pesan dari Bu Ariani dan Bu Clarissa," jawab Marvel sambil menyalami tangan boss-nya itu.



"Ya silakan silakan." Axel mempersilakan kelima tamunya masuk ruang VVIP itu. 



"Yeeeaaay,  adik-adiknya Kakak datang," sambut Lieke bahagia. Dia terlihat bahagia melihat keempat adik-adiknya sempat mengunjungi dirinya di rumah sakit.



"Iya Kak," Mereka pun memeluk dan menciumnya kakak mereka tercinta.



"Kalian belakangan ya ngobrolnya, biar Marvel duluan aja. Dia ada perlu bicara. Takut keburu lupa," kata Axel pada keempat gadis ABG itu.



"Ih kak Axel koq gitu," protes Helly yang paling berani pada kakak iparnya itu.



"Ya nggak apa apa kalian kan cuma ngobrol, takutnya Marvel lupa apa yang harus dikatakan dari ibu Aryani." Axel juga tak mau dibantah anak kecil itu.



"Tinggal tanya lagi ke Tante Reni," kata Betty.



"Ya nggak gitu lah.  udah kalian ngobrol ke sini aja biar mereka berdua dulu," kata Maria yang memang ada disana. Hari ini memang hanya Maria yang standby menemani Axel. Team memang bikin jadwal piket agar tak pernah kosong disana tapi saat lain full. Kalau ada piket maka tiap hari ada teman berbincang Axel selain dengan Lieke.



"Lagian kalian kalau sudah ngobrol lupa waktu, nanti malah Marvel enggak sempat bicara dengan kakak kalian." Tegas Axel.



"He hee heee, iya sih," kata Karenina.



Akhirnya keempat gadis panti asuhan itu duduk di depan televisi bersama Maria.



"Kalian bawa apa ini?"



"Oma kami bawa pisang rebus buat kak Lieke dan kak Axel. Oma mau?" kata Vero.




"Iya Oma tadi kita bikin sebelum berangkat ke sini," jelas Vero lagi.


\*\*\*



"Kalau menurut Bu Aryani seperti ini Bu. Dari saya sudah saya kasih tahu semua datanya. Tapi kalau ibu ditanya, arahan dari bua Ariani jawaban Ibu harus seperti ini." jelas Marvel. 



"Terus apa lagi?" tanya Lieke.



"Polisi pasti akan bertanya pada ibu arahan laporan yang Bu Ariani ajukan kepengadilan Ibu harus menggunakan kata ini, agar tidak jadi bumerang."



"Loh tapi kan di sana juga semua saksi lihat memang kejadiannya seperti itu," kata Lieke.



"Betul Bu, tapi penggunaan kata itu nanti bisa berbahaya kalau yang nangkapnya sengaja memutar balik. Nanti bisa aja pengacaranya Rita akan memutar kata-kata Ibu."



"Jadi Ibu tidak boleh menyebut kata seperti yang tadi sudah digariskan oleh Bu Ariani. Walau artinya sama tapi penggunaan kata itu nanti bisa jadi bumerang buat kita.  Begitu yang Bu Ariani tadi bilang pada saya Bu." Jelas Marvel.



"Oke saya akan ingat itu," Lieke mencatat semua dalam benaknya.



"Saya rasa cukup Bu. Nanti pasukan bisa ngamuk kalau saya kelamaan pinjam kakak tercinta mereka," Marvel pun pamit.



"Oh ya, ya memang mereka pasti super cerewet," dengan terkekeh Lieke mempersilakan Marvel menjauh darinya untuk gantian dengan empat adik centilnya.



"Iya Bu, kok nggak sama dengan ibu ya?"



"Sama kok, saya juga gitu kalau di depan mereka. Namanya kita satu panti, sama lah produknya, kasih sayang orang tua kami sama," jawab Lieke tersenyum.



Marvel mundur dia menuju ke tempatnya Axel dan Maria keempat gadis langsung berhambur ke arah bednya Lieke dan  langsung terdengar canda tawa di ruangan itu.  Tawa dan canda antara Lieke dan keempat adiknya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI