
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Mulai besok angkat barang-barangmu kamu pindah ke bagian umum. Saya sudah bilang sama HRD tadi pagi jadi besok kamu temui aja pak Mukhlis di bagian HRD."
"Tanya pada dia kamu ditempatkan di mana. Tadi saya sudah kasih tugas ke pak Mukhlis," kata Pieter.
"Baik Pak." Marvel agak lega karena dia tidak dipecat dari pekerjaan. Jaman sekarang tentu sulit mencari pekerjaan terlebih di perusahaan besar seperti perusahaannya Pieter ini.
"Kalau begitu saya permisi Bu, Pak. Mohon maaf atas semua kesalahan saya tapi itu memang yang saya jujur saya kemukakan bahwa saya tidak menipu soal kertas tulisan dari dokter Martha." Kembali Marvel mengungkap dirinya bukan pelaku yang menukar kertas saat acara gender reveal.
"Saya berbohong pada Pak Axel masalah pesan pak Faisal cuma karena saya nggak enak jam kerja akan bertemu dengan kekasih."
"Sampaikan maaf saya pada pak Axel. Walau nanti saya juta tetap akan bicara pada beliau," ucap Marvel.
"Iya nanti saya bilang pada Axel kalau dia telepon. Biasanya malam-malam kami suka bicara," Pieter tak bohong kalau malam memang dia sering bicara dengan Axel.
"Ya Pak terima kasih. Permisi."
"Kamu nggak makan malam dulu di sini?" Magdalena menawarkan makan malam pada Marvel.
"Tidak Bu terima kasih. Mohon maaf telah mengganggu waktu Ibu dan Bapak."
"Tidak apa apa," Magdalena pun menjawab sopan.
\*\*\*
"Bener Ma, kan memang waktu itu aku yang ambil sedotan di lantai, sedotan biasa, bukan sedotan boba dan warnanya kuning kok," kata Axel.
"Coba tanya sama Martha benar nggak dia pakai sedotan boba berwarna hijau?" Pieter ingin memastikan.
"Ya pasti bener lah Pa, orang itu bukan tulisan Marta kan nggak perlu dicrosscek ke Martha lagi."
"Oh iya. Iya juga ya."
"Tapi kenapa bisa ganti dalam sedotan juga? Kalau enggak lihat, kan pasti akan ngira hanya kertas yang dilipat saja, bukan dalam sedotan!"
"Nah itulah, mungkin karena pacarnya Marvel kan tahu tempatnya disaku dan dimasukkan ke sedotan."
"Bener juga sih, tapi cepet banget gantinya. Kan harus nyari sedotan segala."
"Ya kan dia langsung kirim pesan mungkin atau bagaimana untuk menyiapkan kertas penggantinya."
"Yang pasti Marvel sudah jujur," kata Lieke.
"Terus Marvel besok beneran dipindah ke bagian umum kan Pa?"
"Iya, sejak siang tadi Papa bilang ke HRD buat mutasi dia. Papa juga sudah bilang Marvel besok harus kosongin ruangannya dan dia dipindah ke bagian umum. Papa bilang kalau jadwalmu masih bocor juga dia akan Papa pecat."
"Untuk sementara waktu kamu bantu Axel kerja dari rumah aja ya," Pieter menugaskan Lieke.
"Bolehlah. Asal gajinya tiga kali lipat," kata Lieke.
"Sejak kapan istri aku jadi matre?" goda Axel
"Sejak harus mikir nabung beli diapers," jawab Lieke tersenyum.
\*\*\*
"Honey, apa kegiatanmu besok?" Tanya Lian sebelum tidur.
"Besok aku akan angkat barang."
"Angkat barang bagaimana?"
"Aku dimutasi dari sekretaris pak Axel ke bagian umum," jawab Marvel.
"What?"
"Bagaimana bisa?"
"Bisa lah. Itu semua karena kamu selalu aja pengen tahu aku sedang dimana. Dan entah bagaimana banyak kejadian buruk menimpa pak Axel sejak itu."
"Pak Axel pernah dijebak orang hilang selama dua jam."
"Dan selalu saja kamu membayangi pak Axel dimana pun dia meeting!" Balas Marvel kecewa.
"Aku enggak ikutin pak Axel!" Bantah Lian juga ketus.
"Lalu darimana kamu tahu pak Axel tak datang meeting bila kamu enggak mendatangi tempat dia seharusnya meeting?"
Lian kaget. Dia memang pernah protes kalau Axel tak ada di lokasi meeting. Tapi bukan dia selalu membuntuti Axel. Dia hanya protes pada Marvel ternyata Marvel tak jujur. Lian tahu Axel tak ada di lokasi dari seseorang yang selalu dia ajak cerita semua kehidupannya.
Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa