
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Kenapa Kakak jahat sama aku?" protes Lian pada Anne.
"Jahat bagaimana? Kakak enggak pernah jebak kamu koq." Anne santai saja menjawab protes adik kembarnya.
"Ya Kakak menggunakan semua info dari aku sehingga aku terseret dengan tindak pidana ini. Padahal kan aku nggak bikin apa-apa." Anne memang berbeda dengan Lian dalam banyak hal.
Lian rajin dalam belajar dan kegiatan sekolah sejak kecil, Anne tidak.
Lian sangat gemar memasak dan pekerjaan rumah, Anne tidak.
Lian lebih dekat pada papanya, Anne tidak.
"Semua info kamu itu yang membuat kamu terseret."
"Iya kan semua info itu hanya buat Kakak. Aku kan nggak ngapa-ngapain. Aku nggak dapat keuntungan apa pun," kata Lian.
"Kamu kan selalu mengeluh soal Marvel, aku tanya dan kebetulan Rita butuh info tentang Axel bossnya Marvel. Ya sudah nyambung," jawab Anne.
"Tapi harusnya jangan libatkan aku. Aku enggak tahu apa-apa soal rencana kalian menjebak pak Axel," protes Lian selanjutnya.
"Tak tahu apaan?" Anne tak mau kalah menjawab protes adiknya.
"Kalian bisa diam enggak?" Bentak seorang narapidana yang sudah lebih dulu ada di dalam sel tahanan itu. Kedua gadis kembar akhirnya diam.
\*\*\*
"Sepertinya saya bisa membebaskan atau setidaknya mengurangi hukuman Lian Pak, Bu tapi tidak untuk Anne."
"Kalau Anne jelas dia otak semuanya. Anne tak tak mungkin lolos dari jerat hukum."
"Tapi kalau Lian dia kan memberi keterangan tanpa sadar. Jadi kemungkinan bisa saya bebaskan walau saya belum bisa memastikan ya Pak."
"Kemungkinan dia bisa bebas bersyarat Bu, Pak."
Hukumna Rita nanti bisa lebih ringan," kata pengacaranya Phillipus.
Philip dan Christina tentu saja kaget mendengar fakta itu.
"Kemarin di konferensi pers, saya dengar katanya Pak Pieter ingin mereka bertiga itu dipenjara seumur hidup. Apa mungkin?" Tanya Christina.
"Mungkin saja," jawab pengacara.
"Tapi kita bisa kurangi, yang pasti tidak hukuman mati. Tapi kalau Lian saya bisa memperkirakan bisa bebas Pak. Asal dia memang benar-benar tidak tahu apa-apa soal kelicikan Anne dan Rita."
"Kalau dia tahu sedikit aja tapi terus memberikan info dan dia tahu ada rencana jahat tapi tak berupaya menghentikan, dia nggak bisa bebas sama sekali," kata pengacara itu.
Christina pun berpikir semoga saja Lian memang tidak terbukti bersalah, setidaknya ada satu anaknya yang selamat.
Pagi ini pengacara memang ingin bertemu dengan Lian didampingi kedua orang tuanya. Semua akan dia upayakan yang terbaik. Tapi kembali pada pelaku. Apakah bisa kooperatif atau tidak.
\*\*\*
"Semua sudah anda yakini?" Tanya pengacara Pieter pada Marvel.
"Seperti yang saya katakan Pak. Semua sudah seperti yang Bapak tulis itu."
"Tak ada yang saya tambahi atau kurangi," jawab Marvel.
Marvel memang sedang dimintai keterangan berkaitan dengan tuntutan dari Axel terhadap Rita, Lian dan Anne.
Itu sebabnya tadi Marvel izin pada pak Mukhlis agar dia bisa keluar kantor, ke kantor pengacara pak Pieter.
"Baik, jangan lupa nanti kamu akan beberapa kali wajib hadir di persidangan karena kamu adalah saksi kunci info ke Lian, yang bocor hingga ke Anne, pesan pengacara.
"Baik Pak. Saya akan infokan pada pak Pieter. Karena saya tak bisa langsung ke HRD bila belum ada perintah dari pak Pieter," jawab Marvel.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY