
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Bagaimana cerita sebenarnya?" tanya Marvel pada Helly yang memghubunginya.
"Misunderstanding Kak. Mami itu karena grabag grubug salah menafsirkan maksud mama kak Axel saat dia telepon. Jadi yang kritis bukan kak Lieke. Yang kritis itu yang jahatin kak Lieke."
"Enggak jelas. Maksudnya gimana sih?" kata Marvel ingin kejelasan.
"Jadi gini lho Kak ceritanya, mami kan ditelepon sama mamanya kak Axel. mamanya Kak Aksel bilang kak Lieke njerit cari mami. Dia lagi tidur ternyata mimpi buruk mau dibunuh sama yang jahatin kak Lieke. Semua itu terjadi karena sebelum tidur kak Lieke denger dari papanya kak Axel yang jahatin kak Lieke itu kecelakaan, dia jatuh dari tempat tidur rumah sakit. Dia jatuh tengkurap terus pisau buahnya nancep ke perutnya."
"Bayinya meninggal dan orang itu kritis. Kak Lieke ketakutan jadi kak Lieke cari mami."
"Karena kak Lieke dari kecil kalau takut selalu bobonya sepanjang malam sama Mami."
"Yang jahatin itu siapa yang namanya?" tanya Marvel.
"Ita, Sita, Lita, entah Kak. Pokoknya ada TA belakangnya," kata Helly tanpa merasa bersalah.
"Oh Rita."
"Mungkin kak, aku juga nggak tahu. Mami juga bilang yang kritis Rita karena jatuh dari tempat tidur."
"Bukan dia sengaja mau bunuh diri?"
"Enggak Kak bukan mau bunuh diri dia jatuh dari tempat tidur."
"Ya sudah sekarang sudah malam. Kamu tidur."
"Ya Kak. Ini udah mau tidur."
"Terima kasih ya."
"Kakak enggak kirim salam?"
"Eh malah jadi comblang!"
"He he he yang penting dibeliin permen coklat."
"Kakak tutup ya."
"Ya kak. Selamat malam."
\*\*\*
"Siapa yang telepon? anak panti kah?" tanya Mama Ari.
"Iya Ma." balas Marvel.
"Beneran anaknya mami Rissa kritis?"
"Enggak Ma, jadi ceritanya tu mami Rissa salah dengar." Marvel lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya.
"Puji Tuhan bukan anaknya Clarissa yang kritis."
"Bukan Ma, cuma dia ketakutan dan panggil mami Rissa. Dia katanya dari kecil terbiasa tidur sama mami kalau lagi ketakutan."
"Yang kritis itu Rita yang ngejahatin bu Lieke."
"Syukurlah yang penting anaknya sahabat mami enggak dalam kondisi yang mengkhawatirkan."
"Enggak, bukan dia yang kritis kata Marvel."
\*\*\*
'*Aku yakin walau kamu sudah tahu soal kebohongan Rita, kamu pasti terluka ya melihat aku mengantar perempuan hamil periksa kandungan*?'
Axel ingat dia keluar dari ruang periksa dokter Martha lebih dulu dari Rita. Dia terpana berdiri agak jauh darinya Lieke! Dia melihat istrinya menatap tajam padanya.
Axel baru akan menyapa istrinya dan bicara apa yang dia lakukan disitu saat lengannya digelayuti Rita dengan manja.
"Eh Lieke. Apa kabar?" Rita dengan santai sengaja menghampiri Lieke sambil menarik Axel agar mendekati Lieke.
Lieke menatap mata Axel tajam. Dia lihat sorot tak berdaya disana.
"Puji Tuhan khabarku baik, kamu habis ngapain?" tanya Lieke berupaya sabar dan tidak terkesan kaget atau marah melihat suaminya mengantar perempuan lain ke dokter kandungan.
"Aku hamil dan ini ayah dari bayiku," kata Rita tanpa berdosa.
"Oh ya? Selamat ya." kata Lieke santai tanpa beban membuat Rita sangat keqi. Tapi Lieke tak memberi salam, hanya ucapan selamat saja.
Axel terluka memandang istrinya seperti itu. Dia takut Lieke drop.
"Sekarang aku mau masuk ke dalam ya."
"Loh kamu mau periksa juga?" Tanya Rita.
"Iya kandunganku agak rewel karena daddynya disabotase orang, harusnya belum periksa tapi barusan aku ingin periksa aja jadi aku kesini."
"Mertuaku bilang kalau aku ada yang dirasa enggak enak aku harus periksa jadi aku periksa dulu. Bagaimana dengan mertuamu?" Sindir Lieke.
"See you ya Rit. Selamat atas kehamilanmu," tanpa menunggu jawaban Rita dan tanpa ekspresi sedih Lieke meninggalkan pasangan itu
Lieke berjalan santai melaporkan kartu periksanya ke suster. Lalu suster seperti biasa menimbang, mencatat suhu dan denyut nadinya.
'*Bagaimana Lieke bisa ada di situ saat aku sengaja minta Rita periksa si tante Martha*?'
'*Aku enggak berani bawa Rita ketempat lain karena bisa saja nanti dia kerja sama dengan dokternya. Kalau tante Martha kan enggak mungkin berpihak ke Rita*.'
'*Pasti ada seseorang yang menyuruh Lieke datang agar melihat bagaimana aku mengantar Rita*.'
Axel langsung mengirim pesan di group yang berisi Magdalena, Maria, Pieter, Ecky, Petrus dan Novita serta Martha.
'*Saat aku keluar ruang periksa tante Martha, ternyata Lieke ada di sana*.'
'*Rita dengan bangga mengaku kalau dia hamil anakku*!'
'*Bagaimana itu bisa terjadi*?' tanya Maria.
'*Bagaimana reaksi menantuku*?' tanya Pieter cemas
'@*Martha perhatikan kesehatan cicitku. Aku tak mau hal ini berdampak buruk bagi Prince W*.' pesan Petrus pada Martha.
Magdalena langsung mengirim pesan pada Lieke : '*Jangan percaya omongan Rita, ingat itu*!'
Axel yakin, saat itu istrinya nangis darah tapi tak dia ungkapkan keluar.
"Kamu perempuan hebat Babe. Please bertahan ya. Sehat terus buat aku dan anak kita ya?" Bisik Axel.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN