WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
BUTUH PELUKAN MAMI CLARISSA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Lieke butuh pelukan maminya. Mami Clarissa yang sejak dia kecil selalu siap memeluknya dan memberi support kapan pun yang dia inginkan.



Persis saat dia terluka oleh Axel saat tragedy gender reveal party yang baru lalu.



"Ada apa sayang? Kenapa?" Tanya Clarissa lembut.



"Aku nggak kuat Mi.  Aku nggak kuat," kata Lieke sambil menangis.



"Jangan seperti itu.  Ayo duduk, anak Mami kuat. Anak Mami paling kuat, anak Mami hebat. Jangan mengeluh seperti itu."



"Kita wanita kuat, kasihan baby mu kalau kamu sedih. Jangan pernah menyerah pada keadaan."



"Selama ini kamu hebat kok. Walau Mami belum denger cerita apa pun dari kamu, tapi Mami yakin kamu bisa mengatasinya." 



Begitu reaksi Clarissa saat Lieke pulang ketika baru terluka karena ulah Rita saat itu. 



"Minum dulu tehnya ya. Tenang … tenang ada Mami."



"Mami selalu ada buat kamu, seperti kamu yang selalu ada buat Mami," kata Clarissa.



"Mami aku minta tolong boleh?" akhirnya Lieke bisa bicara diantara sesenggukan bekas menangisnya.



"Kamu nggak perlu minta tolong. Katakan apa yang kamu mau," Clarissa tahu, putrinya sedang dalam kesulitan besar. 



"Aku mau minta izin menginap disini sementara, sampai aku dapat rumah kontrakan." Jelas Lieke.



"Jangan seperti itu.  Rumah ini adalah rumahmu. Kamarmu masih tetap utuh tak ada yang boleh pakai karena itu memang milikmu sejak kamu kecil."



"Kamu enggak sendirian. Mami nggak ingin kamu tinggal sendiri di luar. Kamu tak boleh keluar dari rumah ini kalau memang sendirian."



"Mami enggak izinkan kamu ngontrak sendirian," begitu Clarissa jelaskan pada putri sahabatnya itu.




Lieke pun menceritakan kejadian tadi d rumah Axel.



"Aku nggak tahu apa membuat Axel seperti itu Mi. Dia koq tega berbuat itu ke aku. Aku seperti sampah yang tidur dengan lelaki lain yang bukan suamiku."



"Aku perempuan yang sangat kotor di mata semua undangan Mi. Aku sungguh enggak berharga sama sekali." Lieke kembali terisak mengingat kejadian yang baru dia alami.



"Mami tadi bilang aku kuat. Aku Akan bertahan untuk bayiku. Besok aku akan resign dari kantor papa Pieter. Aku akan bikin surat pengunduran diri dan akan aku kirim lewat ekspedisi."



"Aku nggak bawa apa pun dari rumah itu. Semua yang aku bawa milik aku sendiri. Semua perhiasan yang pernah aku beli waktu aku masih gadis, tabunganku sendiri."



"Aku nggak bawa pemberian Axel atau mama dan papa, baik mobil mau pun perhiasan dan semua pakaian."



"Mami tahu. Mami bukan satu hari atau dua hari kenal kamu! Sejak kamu lahir pun Mami kenal. Sampai saat kedua orang tua kamu menitipkan kamu ketika kamu umur 5 tahun."



"Mami kenal kamu sebelum kamu kenal Mami sayang."



"Ya sudah kamu sekarang masuk kamarmu. Kamar itu bersih kok, selalu dibersihkan oleh anak-anak. Kamu istirahat aja tidak baik buat baby mu kalau kamu sedih dan terlalu lelah."


\*\*\*



"Aku pengen mami Rissa. Aku mau mami Rissa," Lieke terisak minta agar maminya hadir.



Magdalena bergerak cepat, dia menghubungi besannya agar segera datang. Magdalena tak ingin Lieke depressi. Itu bahaya buat perkembangan bayinya.



"Aku akan segera berangkat," begitu jawaban yang Magdalena terima setelah dia sedikit menceritakan penyebab Lieke bermimpi buruk.



Magdalena juga langsung mengirimi Martha pesan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING