WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
NGIDAM YANG TERLAMBAT



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Axel, Lieke perkembangannya semakin bagus ya. Ini sudah mulai ada gerakan," Martha memperhatikan layar monitor portable yang memperlihatkan perkembangan baby di rahim Lieke.



"Iya Tante aku tadi juga mulai merasakan ada yang mulai bergeser." Lieke melaporkan kalau babynya mulai aktiv lagi walau belum seperti semula.



"Koq kamu nggak bilang Babe?" Protes Axel.



"Tadi pas baru bangun tidur honey, mau lapor kamu tuh lupa, udah keburu ada suster ganti infusan. Habis itu kita minum susuu jadi aku lupa."



"Maaf ya. Tadi pagi memang jagoan bergeser. Daddy juga tumben sih enggak ngajak ngobrol dia." Balas Lieke.



"Wah Daddy yang salah ya sayank?" Axel mengusap-usap perut Lieke dengan lembut. 



Martha  tersenyum melihat keponakannya mulai terlihat tenang mengetahui baby mereka semakin membaik.



"Kamu jangan lupa obat-obatan yang buat memperkuat kandungan ya." Martha memberi nasihat pada Lieke.



"Tante dengar pagi ini kalian akan terima kedatangan polisi untuk introgasi dari laporan Ariani dan laporannya Axel?" Martha harus memastikan kedua keponakannya tak merasa tertekan.



"Iya Tante jadwalnya pagi ini. Semoga pas tidak jam tidur aku," kata Lieke, karena biasanya dia jam 09.00 an udah tidur saking ngantuk karena obat nya.



"Semoga aja mereka datang kamu belum tidur. Tapi enggak apa apa kalau sudah ngobrol pasti lupa ngantuknya."



"Bagaimana makanmu? Kamu harus banyak makan kalsium. Walau sudah Tante kasih suplemen, tapi mengkonsumsi yang asli lebih bagus." Martha memberi saran apa yang harus banyak Lieke konsumsi.



"Iya aku kan rajin beliin sussu kalsium," ucap Axel.



"Bagus lagi kalau yang asli semisalnya semacam sumsum tulang atau ceker misalnya."



"Ah aku mau minta bikin semur ceker aja ke mama," Lieke langsung membayangkan makan semur ceker.



"Aku mau minta bikin semur ceker dan rica-rica ceker."



Lieke langsung menghubungi Magdalena.



"Kenapa Liek?" tanya Magdalena



"Ma aku kepengen semur ceker sama rica-rica ceker Ma. Tapi cekernya yang besar-besar ya Ma," pinta Lieke.




"Aku kan harus banyak makan kalsium. Itu kan banyak mengandung kalsium."



"Sama sumsum tulang sapi Ma. Sumsum nanti dimasak rawon atau masak sup atau masak apa aja," pinta Lieke.



"Oh oke," Magdalena mengingat apa yang diminta menantunya.



"Tapi bergantian Ma. Jangan semuanya sekaligus nanti nggak habis."



"Iya," kata Magdalena.  Dia mengerti pasti Martha yang nyuruh Lieke makan itu.


\*\*\*



"Sekarang makan ini dulu. Kamu harus banyak makan. Kan mau minum obat." Axel menyiapkan sarapan yang disiapkan rumah sakit.



"Aku pengen makan gado-gado lontong yang banyak bumbunya honey," rengek Lieke.



"Lauknya ayam goreng tepung crispy," sambung Lieke.



"Kenapa anak Daddy sekarang rajin minta makan ya?" Axel mengecup perut Lieke dan mengusapnya lembut.



"Aku beli dulu ya. Kamu tungggu sebentar. Ada anak buah oma Maria jaga didepan pintu," Axel langsung bersiap mencari apa yang Lieke inginkan.



Kehamilan Lieke memang justru baru sekarang suka meminta sesuatu. Padahal orang bilang kalau sudah trisemester kedua sudah enggak ngidam.



Untung didepan rumah sakit banyak penjual makanan. Jadi tak sulit mencari gado-gado dan fried chicken.


\*\*\*



"Kamu dimana Xel?" Tanya Ecky.



"Didepan rumah sakit Om. Lagi beli gado-gado." Jawab Axel.



"Owh gitu. Itu dua pengacara Om sudah sampai depan kamar tapi belum bisa masuk mereka menunggu izin kamu."



"Iya ini lagi kembali ke kamar koq. Sudah selesai belanjanya. Nanti mereka aku suruh masuk sesudah Lieke makan ya Om. Lieke lagi kepengen gado-gadi. Jadi dia belum sarapan."



"Atur ajalah. Yang penting mereka sudah sampai sebelum polisi sampai," Ecky pun mengakhiri pembicaraan dengan Axel.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND