WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
CINTA PAKAI LOGIKA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Selamat pagi Pak  Mukhlis. Saya mau izin lagi," kata Marvel pagi ini.



"Ya saya sudah tahu kamu satu bulan ini memang boleh wira-wiri asal kamu izin dulu pada saya."



"Pak Pieter baru saja telepon, kamu masih diperlukan untuk memberi kesaksian pada Bu Ariani, juga pengacaranya Pak Pieter."



"Dan saya juga tahu nanti kamu akan selalu ada panggilan sidang. Kalau sudah ada panggilan sidang, copy suratnya kasih ke saya aja. Tidak usah lapor Pak Pieter lagi."



"Pak Pieter sudah memberitahu saya bahwa kamu memang diberi dispensasi untuk itu karena itu berkaitan dengan ibu Lieke."



"Iya Pak. Saya memang menjadi saksi kunci kasus dari pelaporan bu Lieke juga pelaporan pak Axel. Karena ada dua kasus bu Lieke lapor sendiri Pak."



"Iya saya dengar itu." sahut Mukhlis.



"Saya takut Bapak salah tanggap aja bahwa saya sengaja mbolos, padahal  memang ini ada panggilan dari ibu Ariani pengacaranya Bu Lieke." 



"Tenang saja, saya sudah tahu. Tadi kan sudah saya bilang pak Pieter sudah kasih tahu soal aktivitas kamu di pengadilan sama saya," kata Pak Mukhlis.



"Sama itu Pak, saya mau memberitahu kalau semua data yang kemarin data kegiatan Pak Axel ada beberapa buku yang saya bawa.  Buku catatan kesekretariatan. Takutnya dicariin oleh pengganti saya," lapor Marvel.



"Enggak apa apa, sementara kamu pegang aja buku yang di kamu. Data yang lain sudah ada di tangan Faisal karena yang pegang pembukuan kamu dan bu Lieke sementara di handle oleh Faisal," kata Mukhlis.



"Ya Pak terima kasih karena saya perlu data itu." Jawab Marvel dengan sopan.



"Ya saya mengerti," kata Mukhlis.



"Mulai sekarang kamu harus jaga sikap dan jaga mulutmu jangan sampai kamu kesandung lagi. Kamu harus hati-hati dan jangan sampai kesandung lagi."



"Bila itu terjadi lagi  tak akan ada maaf dari pak Pieter."




"Mencintai seseorang seperti sangat dalam seperti cinta pak Axel pada bu Lieke atau pak Pieter pada bu Magdalena itu sangat bagus.Tapi cinta mereka pakai logika."



"Tak seperti kamu yang memberitahu  semua kegiatanmu karena takut kekasihmu marah, akhirnya kamu kasih tau Lian sehingga kamu terseret persoalan."



"Untung Pak Pieter mau membela kamu karena kamu sudah menyelamatkan Ibu Lieke."



"Kalau kemarin kamu nggak menyelamatkan bu Lieke saya nggak yakin kamu akan dibela oleh Pak Pieter seperti ini."



"Iya Pak."



"Karena kamu membela bu Lieke sehingga dia hanya kram perut, walau sekarang kondisi bayinya belum bagus. Tapi Insya Allah bayinya sehat," doa Mukhlis.



"Semoga Pak, kita kirim doa, walau berbeda keyakinan, tapi saya yakin doa kita akan didengar Tuhan kita," Marvel yakin siapa pun yang berdoa tujuannya baik, jadi pasti akan berbuah kebaikan juga.



"Bener, kita tetap mendoakan bu Lieke yang terbaik." kata Mukhlis.



"Tidak kebayang kalau kemarin kamu enggak melindungi bu Lieke. Kalau dia sampai kehilangan bayinya, perusahaan kita pasti akan colaps."



"Maksud Bapak?"



"Kalau kemarin bu Lieke kehilangan bayinya, pak Pieter dan bu Magdalena apalagi pak Axel pasti terpuruk tak ada yang bisa kerja."



"Pak Pieter pasti akan banyak ngamuk. Perusahaan akan kacau balau lah pokoknya," jelas Mukhlis.



"Saya bisa membayangkan hal itu Pak. Saat konferensi pers saja terlihat bagaimana marahnya pak Pieter kalau bicara sakitnya bu Lieke," Marvel melihat langsung saat itu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ