WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
HARAPAN NOVITA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Magdalena dan Pieter sampai di rumah sakit sesudah Maria dan Novita tapi tidak ada Petrus.



Kedua oma itu datang lebih cepat. Mereka juga bahagia lusa Lieke sudah boleh pulang.



"Papa ke mana Ma?" tanya Pieter pada Novita.



"Papa ada kerja bakti, lalu biasalah kalau habis kerja bakti nanti akan ngumpul sesama tetangga. Selama kerja bakti paling cuma ngobrol. Mereka engga akan bolehin papa cape. Yang penting hadir setor muka aja," jelas Novita.



"Maka Mama duluan aja ke sini, nanti papa kalau sudah selesai baru on the way ke sini."



"Kalian bawa apa ini?" Tanya Maria.



"Sop sumsum dan iga sapi Mi," jawab Magdalena.



"Liek, Mama baru masak sop sumsum ya, cekernya besok.  Mama baru dapat tadi malam ceker yang besar-besar. Jadi belum sempat Mama olah."



"Masa cari ceker aja susah?" Tanya Maria.



"Lieke itu nggak mau kalau cekernya kecil-kecil, baru dapat ceker gendut semalam Mi."



"Tadi Mami bawain cucur manado kesukaannya Lieke," Maria memberitahu Magdalena.



"Wah enak tuh pasti cucur manado nya," kata Novita.



"Iya Lieke maunya cucur manado, bukan cucur yang biasa."



"Dia suka cucur menado karena bau kayu manisnya banyak dan ukuran juga beda dengan yang dijual umum dipasar."



"Iya sih beda naik rasa mau pun ukuran." Ujar Novita.



"Memang aku pesan khusus buat Lieke," kata Maria.



"Bagaimana kondisinya?" tanya Magdalena sambil mengecup kening Lieke dan mengusap lembut perut menantunya seakan menyapa cucunya.



"Sehat Ma, besok kan lusa boleh pulang."



"Iya cekernya juga baru besok ya dimasak, kan semalamama sudah kasih tau baru dapat."



"Asyiiiiik,"  kata Lieke.




"Kenapa koq Papa ditelepon polisi?"



"Pa, cepat ceritain aja sekalian ada mami dan mama," pinta Magdalena pada suaminya.



"Oh itu. Saat di mobil tadi aku dihubungi polisi. Mereka telepon aku Ma, Mi, karena Rita kritis."



"Kritis? Kenapa?"  Maria pemasaran.



"Aku dapat info dia sedang pegang pisau lalu terguling dari kasur,  pisau menancap di janinnya."



Tanpa sadar Lieke langsung memegang perutnya, dia nggak bisa ngebayangin bagaimana yang Rita rasa.



"Jadi saat ini dia kritis. Bayinya sudah pasti nggak selamat karena tembus di tubuh bayinya," kata Magdalena .



"Polisi tanya ke aku siapa yang bisa dihubungi, aku bilang walau pun tanya ke Axel sekali pun kita semua nggak tahu keluarganya."



"Aku hanya tahu nama mamanya aja tapi nggak punya nomor kontaknya," jelas Magdalena.



"Aku bilang aja suruh hubungi Anne, pasti dia lebih tahu dari kita karena dia kan pacarnya."



"Iyalah ngapain juga kita berhubungan sama mereka. Biarin aja polisi urus dia," Novita membenarkan tindakan anaknya.



"Tuhan masih berbaik hati pada dia," kata Maria.



"Kalau dibiarkan hidup lebih lama dia akan lebih menderita."



"Tapi kan dia sekarang masih hidup. Kalau dia mati kan sudah selesai penderitaannya di dunia."



"Kalau di akhirat semua orang pasti akan mempertanggungjawabkannya. Tapi di dunia dia sudah tidak akan merasakan kesakitan lagi." Kata Maria.



"Semoga aja dia bertahan karena aku berharap dia merasakan sakit yang teramat sakit." Ujar Novita.



"Amen," kata Magdalena.



"Aku juga berharap dia bertahan."



Lieke tak mau berkomentar apa pun dia ingat dia sedang hamil. Dia tak mendoakan seseorang yang buruk walau dia berharap memang sebaiknya Rita bertahan biar merasakan sakit.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR