This Time, To The Believed Path

This Time, To The Believed Path
Report



"Nyonya Leana, ada sesuatu yang harus saya katakan kepada anda."


Setelah membawa pergi Duke Leon untuk dikurung di penjara istana kekaisaran, Eclipse menghadap Leana dengan serius. Ia tidak merasakan Eclipse yang tengah menjunjung tinggi prinsip rekannya.


Saat ini ia adalah Grand Duke Volfelance yang diketahui oleh penjuru Kekaisaran Solfilyan. Pribadi seriusnya.


“Saya akan melaporkan penemuan lingkaran sihir kepada kaisar, begitu juga dengan penjaga labirin sihir.”


Leana melebarkan matanya.


"Tuan Eclipse, apakah anda tahu konsekuensi yang akan terjadi jika keberadaan penjaga labirin diketahui oleh dunia?"


Keberadaan penjaga labirin sama saja seperti keberadaan 'Saintess' di dunia ini. Walau memiliki tujuan dan tugas yang berbeda, keduanya telah diberikan kekuatan besar sebagai saksi dunia.


Karena terdapat negara suci, Saintess dapat menghindari monopoli negera lain dengan doktrin rumah tuhan.


'Orang yang telah dipilih oleh tuhan harus kembali ke rumah tuhan agar dapat menghindari keburukan di dunia.' Begitulah bunyinya.


Namun penjaga sihir tidak memiliki tempat pasti di dunia ini sebagaimana ia berpindah dunia dan hanya mengamati pergerakan labirin sihir.


Keberadaannya sendiri merupakan kabar baik dan kabar buruk untuk dunia ini.


Jika negara lain mengetahui bahwa kekaisaran Solfilyan memiliki penjaga labirin, mereka bisa saja menyalahkan kekaisaran baik atas kesialan yang diakibatkan oleh labirin maupun ketidakadilan akan kekuatan.


Selain itu penjaga labirin sendiri bisa dibilang beberapa tingkat dari Saintess karena ia bisa membagikan kekuatannya kepada seseorang sehingga orang yang dibagi kekuatannya itulah yang dapat setara dengan Saintess.


Artinya, Telsia bisa dibilang adalah sosok seperti dewa atau malaikat.


Hal ini bisa menimbulkan percikan terhadap negara suci. Jika sosok seperti dewa muncul dihadapan orang banyak, maka akan timbul banyak pertanyaan dan mengakibatkan keretakan pada kepercayaan masyarakat.


Terlebih sikap dan perilaku Telsia sebagai penjaga labirin yang tidak campur tangan dengan masalah penghuni dunia benar-benar mencerminkan sosok dewa.


"Saya mengerti maksud anda, tetapi saya tidak bisa menutupi kasus yang berhubungan dengan labirin sihir. Terlebih yang mengetahui asal usul lingkaran sihir hanyalah sang penjaga labirin. Hanya beliau yang bisa menjelaskan anomali yang terjadi pada labirin saat."


"Tetapi Telsia bukanlah orang yang mau turun membantu secara langsung."


"Tidak. Mari kita mendengarkan alasannya terlebih dahulu."


Lingkaran sihir tiba-tiba terbentuk dan sosok Telsia pun terlihat. Ia mengangkat sedikut tangannya untuk mempersilahkan Eclipse melanjutkan kata-katanya.


"Jadi, bagaimana Grand Duke?"


Eclipse pun melanjutkan.


"Pada dasarnya, semua yang berhubungan dengan labirin sihir sudah masuk kedalam urusan internasional. Sekecil apapun informasinya, setiap negara dan wilayah berhak untuk mengetahui informasi mengenai labirin sihir yang sedang mengancam dunia."


"Telsia, kau tidak perlu memaksa--"


"Bukan begitu. Justru sebenarnya bantuan dari pihak besar adalah sesuatu yang diperlukan. Memangnya kau yakin dapat menaklukan portal labirin dengan kekuatanmu sekarang?"


Leana tersentak. Hatinya menjadi berat saat memikirkan kata-kata Telsia.


"Kau benar... Aku tidak mungkin bisa melakukannya."


"sejujurnya kekuatan dari kekaisaran Solfilyan sendiri mungkin masih belum cukup untuk mengalahkan portal labirin.


Telsia menyadari tatapan dari Leana dan meliriknya.


"Ada apa?"


"Telsia, apakah tidak apa-apa?"


"Apa yang kau khawatirkan? Aku sudah hidup ribuan tahun untuk mengatasi masalah seperti itu."


Telsia mendengus menanggapi kekhawatiran Leana.


Tentu saja. Telsia sendiri sudah seperti dewa jadi seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Leana menghela napas pelan dan menjawab dengan lemah. Ia menundukan kepalanya seperti menahan sesuatu.


"Baiklah."


Telsia menatap Leana untuk beberapa saat kemudian kembali menatap Eclipse.


"Kalau begitu, saya akan mendengar kabar dari anda melalui Leana. Sampai berjumpa di lain waktu, Grand Duke."


"Baiklah, saya mengerti."


Telsia menjentikan jarinya dan sosoknya pun menghilang seperti asap. Eclipse kembali kepada Leana dan tersenyum.


"Nyonya Leana, saya sangat berterima kaish atas bantuan anda selama ini."


"Tuan Eclipse?"


"Saya tahu masalah Duke Gwertivare telah ditangani namun rencana anda masih belum selesai sampai di sini."


Benar. Pembalasan dendamnya kepada Duke Leon hanyalah sebagiam kecil dari rencananya. Bahkan ia tidak masalah menyerahlan hal tersebut kepada Grand Duke Volfelance untuk mengatasinya.


Jika bukan karena Duke Leon yang mempunyai campur tangan dengan labirin sibir, ia mungkun tidak akan bergerak sejauh ini.


Setelah masalah dengan Duke Leon selesai, langkah selanjutnya adalah mencegah terbukanya portal dari kelima labirin sihir.


"Saya harap baik anda maupun saya dapat menyelesaikan masalah selanjutnya dari rencana anda, nyonya Leana."


Eclipse mengulurkan tangannya.


Mata Leana sedikit berbinar dibuatnya. Ia baru saja mendapatkan bantuan resmi dari Grand Duke Volfelance untuk mengatasi portal labirin sihir. Ia menjadi sangat senang.


"Saya juga begitu, Tuan Eclipse."


Saat Leana ingin membalas uluran tangan tersebut, Forde sudah menjabat tangan Eclipse dan mengayunkannya.


Setelah lepas, Ia segera meraih tangan Leana dan membuat pose seakan tidak ingin ada orang lain yang menyentuh istrinya. Tentu saja Leana sama sekali tidak mengetahui hal tersebut.


"Forde?"


Forde tidak menjawab dan terus menatap Eclipse dengan waspada.


"Pfft--"


"Kalau begitu saya akan pergi duluan. Volfelance akan mengatasi masalah saat ini jadi kalian bisa kembali duluan."


Tanpa basa-basi, Forde menjawab.


"Terima kasih Grand Duke. Kami akan permisi duluan."


Dengan terleportasi, keduanya kembali ke kediaman Grandall.


Leana yang tidak dapat mengerti pembicaraan Forde dan Eclipse merasa penasaran namun karena rasa lelah yang menyerangnya, ia pun melupakan hal tersebut.


***


Kaisar Solfilyan, Rugold Wessatein Solfilyan, mengerutkan keningnya melihat tulisan pada dokumen di genggamannya.


Mendengar penjelasan tambahan dari keponakannya, Grand Duke Eclipse Volfelance, ia menghela napas berat. Kedua mata emasnya pun menatap sosok di hadapannya.


"Apakah ini semua benar?"


"Benar, yang Mulia. Saya bisa meyakinkam dengan nama Volfelance di belakang saya."


Sang kaisar kembali menghela napas dan memijit area diantara kedua matanya.


"Aku memang tidak menyukai Duke Leon, tetapi aku tidak menyangka perbuatannya akan sedalam ini."


"Duke Gwertivare telah menyalahgunakan informasi dan kekuatan yang berhubungan dengan labirin sihir. Jika sesuatu terjadi pada labirin dan kita tidak bisa mengatasinya, maka perjuangan kita selama ini akan jadi sia-sia."


Sang kaisar menumpukan kepala di tangannya dan menghela napas untuk yang ketiga kalinya.


"Menyentuh labirin sihir tanpa seizin serikat perlindungan internasional adalah kejahatan yang tidak bisa ditebus seperti apapun bentuknya. Aku akan mencabut gelar Duke Gwertivare dan menghukum mati Leon Gwertivare."


Sangat disayangkan salah satu keluarga yang cukup berkontribusi besar untuk kekaisaran Solfilyan harus lenyap karena orang tidak kompeten yang terlahir di keluarga tersebut.


Terbutakan oleh keseralahan dan rasa benci, sosok Leon Gwertivare akan selalu dipertanyakan.


"Tidak perlu khawatir, yang Mulia. Saya akan segera menyelesaikan masalah ini dengan segera."


"Apakah itu karena komitmen yang selalu keluarga Volfelance bawa?"


"Saya hanya ingin hidup damai, Yang Mulia."


Sang kaisar tertawa pelan.


Dari dulu ia selalu merasa lucu dengan sejarah terbentuknya Grand Duke Volfelance berdasarkan komitmen yang dijanjikannya kepada saudaranya, kaisar dua generasi sebelumnya, agar dapat bisa bertahan hidup.


Pertarungan akan takhta kekaisaran Solfilyan adalah masa yang sangat keras dan dipenuhi tumpah darah.


Grand Duke Volfelance generasi pertama membuat sumpah dan janji kepada saudaranya untuk melepas haknya dan membantu kekaisaran dengan balasan ia dapat hidup.


Awalnya ia berpikir bahwa sang Grand Duke bertindak seperti seorang pengecut. Tetapi seiring berjalannya waktu, ia mulai memahami maksud dari sang Grand Duke dan menganggap keputusannya untuk bertahan hidup adalah tindakan yang cerdas.


Sampai sekarang pun, Grand Duke Volfelance terus berkomitmen kuat dengan janji dan sumpahnya selama harapannya dapat terkabulkan.


Keluarga kekaisaran pun memiliki hubungan baik seperti saudara dengan Grand Duke dan ia berharap hal tersebut dapat terus berlanjut.


Ia berdua dalam hatinya agar orang seperti Duke Leon tidak terlahir di keluarga kekaisaran.


"Lalu mengenai penjaga labirin sihir. Bagaimana bisa kita tidak pernah mengetahuinya?"


"Penjaga labirin sihir sendiri memiliki tugas sebagai pengamat dan hanya mengikuti kehendak dari labirin sihir sehingga ia tidak dapat bertindak bebas."


"Begitu ya..."


Untuk memiliki kekuatan namun tidak dapat menggunakannya. Sosok penting dan kuat seperti Saintess. Sang Kaisar ingin sekali bertemu dan mengenalnya.


"Karena pergerakannya yang terbatas, penjaga labirin telah membuat kontrak dengan Marchioness Grandall."


"Marchioness Grandall? Bagaimana bisa?"


"Marchionell Grandall mendapatkan 'penglihatan' akan masa depan dunia ini."


Sang kaisar terkejut.


"Maksudmu ia adalah Saintess?"


"Belum ada kepastian mengenai hal tersebut, Yang Mulia."


Belum pernah ada sejarah yang mengatakan kemunculan dua Saintess di dunia. Namun ia tidak dapat mengatakan bahwa Marchioness Grandall berbohong mengenai penglihatannya sebagaimana ia telah membuat kontrak dengan penjaga labirin sihir.


"Yang Mulia, Marchioness Grandall adalah orang yang telah membantu saya dalam menemukan bukti kejahatan Duke Gwertivare. Ia jugalah yang memberikan informasi kepada saya mengenai keberadaan organisasi perbudakan dan juga penanganan virus dalam insiden peledakan." jelas Eclipse.


"Aku tidak menyadari bahwa anda swdekat itu dengan Marchioness Grandall."


"Saya berhutang budi padanya yang telah membantu saya."


Sang kaisar tertawa pelan.


"Sayang sekali, Grand Duke. Jika Marchioness Grandall belum menikah, mungkin aku sudah memasangkanmu kepada dia." ujarnya dengan bercanda.


"Urph--!"


"Hmm? Ada apa, Eclipse?"


Eclipse yang tersedak karena mendengar perkataan dari sang kaisar pun menahan dadanya yang terasa sakit. Ia berusaha untuk tidak terbatuk dihadapannya.


Dengan tatapan kesal dan wajah pucat, ia kembali menghadap sang kaisar yang menatanya dengan oenuh keheranan.


"Yang Mulia, tolong jangan membuat pernyataan yang tidak-tidak."


"Hahahaha! Aku tidak menyangka reaksimu akan seperti itu!"


Sang kaisar tertawa lebar melihat reaksi keponakannya yanh tidak pernah dilihatnya.


Setelah puas tertawa, ia pun memberikan perintah kepada Eclipse.


"Kalau begitu, sampaikan pada Marquis Grandall bahwa aku ingin menemui Marchioness Grandall dan berbicara mengenai penjaga labirin sihir."


"Saya mengerti, Yang Mulia."