This Time, To The Believed Path

This Time, To The Believed Path
Little Talk



Beberapa hari setelah inspeksi terbuka, Forde segera mempekerjakan personil baru yang kali ini adalah orang yang dipilihnya sendiri.


Personil kota Donis tidak memiliki sangkut paut secara langsung dengan personil lain sehingga ia diperbolehkan untuk menetap. Tapi karena personil tersebut berdiam tanpa melapor saat mengetahui kebusukan personil lainnya, ia diturunkan pangkatnya menjadi asisten.


Count Donis juga berjanji untuk mengawasi personil kotanya dengan lebih teliti lagi daripada sebelumnya.


Tidak lama, Forde pergi ke istana untuk menghadap Kaisar. Leana ikut bersamanya namun keduanya harus berpisah saat Forde dipanggil oleh ketua bagian pertahanan untuk membicarakan sesuatu.


Leana yang menunggu Forde pun berencana untuk berjalan-jalan di taman istana.


“Saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda di sini, Marchioness.”


“…”


Leana berhenti dan menatap pria dihadapannya, Grand Duke Eclipse Volfelance.


Leana menatapnya datar seakan tidak tertarik dan hal tersebut membuat Eclipse merasa aneh sendiri.


Leana pun sedikit membungkuk untuk memberinya salam.


“Selamat siang, Grand Duke Volfelance.”


“Iya, selamat siang. Apakah anda baru saja menemui Kaisar?”


Eclipse tersenyum kepadanya ramah sementara Leana bersikap sedikit dingin.


Eclipse memiliki kebiasaan buruk untuk tidak menutupi sikap yang diberikannya kepada seseorang yang telah ia anggap rekannya.


Untuk saat ini Leana tidak berniat untuk menarik perhatian siapapun, begitu juga dengan suaminya, dengan hubungan Eclipse dan dirinya.


“Benar. Berkat anda, Grandall dapat terbebas dari belenggu bangsawan lainnya. Terima kasih banyak, tuan.”


“Tidak masalah. Saya senang informasi itu membantu anda.”


‘Benar, sangat membantu.’


Terkadang Leana berpikir apakah Eclipse memiliki kekuatan utnuk memprediksikan masa depan atau tidak. Tetapi mengingat pekerjaannya, sudah tidak aneh jika ia bisa mendapatkan informasi apapun dengan mudah.


“Bagaimana kalau kita berbincang untuk sementara waktu?”


Leana menatap Eclipse dengan tidak suka. Eclipse segera menenangkan rekannya itu.


“Tenang saja. Saya hanya ingin berbincang biasa, tentu saja di tempat yang aman. Bagaimana?”


Leana terdiam untuk beberapa saat dan kemudian menghela napas.


“Baiklah. Kebetulan saya juga sedang berjalan menuju taman istana.”


“Kalau begitu, ayo kita ke sana bersama.”


Eclipse mengulurkan tangannya dan mendampingi Leana menuju taman.


Ia tidak berencana untuk pergi terlalu jauh dari Forde dalam jangka yang lama jadi ia berharap urusannya dengan Eclipse tidaklah sulit.


“Apakah urusan anda sudah selesai, Grand Duke?”


“Tidak perlu kaku, nyonya Leana. Kita adalah rekan, bukan?”


Leana mengerutkan keningnya dengan sedikit kesal.


“Tempat ini belum cukup aman.”


Leana tidak tahu alasan pastinya, tetapi entah kenapa semenjak ia menjadi rekan Eclipse ada satu hal yang membuatnya risih saat bersamanya.


Dahulu ia tidak mengerti mengapa setiap orang yang bertemu dengannya memiliki pendapat seperti itu, tetapi kini ia secara tidak sadar tengah merasakannya.


Dari dulu sikap Eclipse memang sedikit aneh dan tidak mudah di tebak namun ia sama sekali tidak terusik dan memandangnya penuh binar.


Rein sangat mengagumi dan menghormatinya. Sebagaimana Grand Duke Eclipse Volfelance adalah penyelamatnya dan yang telah memberikan Leana kehidupan baru sebagai Rein. Ia sendiri telah menganggap organisasi bayangan Volfelance sebagai keluarganya.


Apakah pada saat itu Rein memiliki loyalitas buta kepada Eclipse?


Mengingat lagi membuatnya sadar bahwa meskipun sudah diberi kesempatan pun, Leana tidak pernah berubah. Leana di kehidupan pertamanya terlalu naif demi kebaikannya sendiri.


Ia bersyukur Eclipse adalah orang yang cukup baik untuknya.


Melirik kearah Eclipse, Leana berpikir untuk sedikit menjahilinya dengan topik yang tidak lelahnya diungkit oleh setiap penghuli kediaman Volfelance.


“Grand Duke, apakah anda sudah mempersiapkan calon istri?”


“Ha?” Eclipse tersentak. Leana dapat merasakan tangan Eclipse yang sedikit mendingin.


“Tolong segera dapatkan pasangan. Tidakkah anda kasihan dengan para penghuni Volfelance?”


“Hush, berisik. Kita tidak akan membicarakan hal tersebut, nyonya!” ujar Eclipse dengan sedikit kesal.


Leana mendengus senang karena kejahilannya berpengaruh kepada Eclipse. Ia sendiri tidak berpikir akan mendapatkan kesempatan untuk menjahilinya.


“Lagi pula kenapa topiknya menjadi ke sana?”


“Bukankah anda sebelumnya bilang ingin mendengar cerita dari saya.”


“Ugh… saya tidak ingin mendengar yang bagian itu…”


“Saya juga khawatir lho… Pada saat itu anda sudah berumur 36 tapi tidak memiliki pasangan. Apakah anda tidak menyadari perasaan kami yang khawatir dan bimbang setengah mati kepada anda dan masa depan Volfelance?” ujar Leana.


“…” Eclipse menutup muka dengan tangannya yang bebas dan mengalihkan pandangannya. Leana tahu bahwa sekarang Eclipse terlalu malu untuk mendengarkan ceramah dari orang yang lebih muda darinya.


Tidak lama Eclipse membenahi dirinya dan mengalihkan pembicaraan.


“Ini mengenai organisasi perbudakan.”


Leana segera mengencangkan genggamannya kepada Eclipse untuk memberitahunya untuk diam sampai mereka tiba di tujuan.


Saat menyampai taman, Leana dan Eclipse berhenti di gazebo. Eclipse menggerakan tangannya seperti memberi kode untuk sesaat. Ia memperhatikan area luar gazebo dengan seksama.


“Impale Illusion?”


“Benar sekali. Saya tidak dapat menipu mata anda.”


Impale Illusion adalah teknik yang dapat digunakan di ruang atau objek tertentu. Jika teknik dikenakan pada target maka apa yang di dengar dan dilihat orang lain terhadap target tersebut akan berbeda dari apa yang sebenarnya terjadi.


Teknik ini juga memiliki efek cuci otak yang dimana membuat kenyataan yang diterapkan kepada target akan bersikap absolut meskipun kenyataan tersebut adalah tipu muslihat belaka.


“Walaupun saya memiliki organisasi bayangan, saya bukanlah seorang bayangan jadi tidak dapat menggunakan teknik-teknik tersebut.” Ujar Eclipse.


Illiam muncul dari belakang Eclipse dan menaruh teh serta kue di meja mereka kemudian kembali menghilang.


“Sebagai orang yang memiliki kekuasaan bukankah sudah sewajarnya anda menggunakan kekuatan hebat yang bisa anda dapatkan?” ucap Leana.


“Terkadang dapat memiliki dan dapat menggunakan memiliki perasaan yang berbeda, nyonya.”


"Anda terlalu serakah, Tuan Eclipse."


"Saya memang adalah orang yang serakah, nona Leana."


Eclipse meneguk tehnya. Ia segera mengaju pada topik utama mereka.


“Seperti yang berada dalam informasi anda, Duke Leon adalah pemilik utama dari organisasi


bayangan tersebut.”


“Organisasi perbudakan Adde adalah yang terakhir ditemukan dan jumlah total terakhirnya ada sekitar 30 organisasi.” ucap Leana, menyimak.


“Kami menemukan setengah dari jumlah itu sekarang. Tapi saat ini belum ada petunjuk yang dapat ditemukan mengenai organisasi lainnya.” Ujar Eclipse.


“Haa… saat pertama kali melihat jumlah di laporan saja sudah membuat naik pitam, lalu pada saat ini menemukan setengahnya saja membuatku ingin mencekik orang itu.” Tambahnya.


“Kita belum tahu apakah masih ada yang lain lagi atau tidak. Oraginasi perbudakan Adde memiliki kasus tersebut.”


“Tentu saja kami akan berhati-hati. Saya tidak akan membiarkan orang tidak tahu diri itu bertindak sesukanya.”


Leana mengesap tehnya.


Ia tahu kalau Duke Leon cukup cerdik mendekati jenius dalam menjalani rencananya. Namun Leana tidak menyangka bahwa ia Duke Leon belum lama mengambil alih kekuasaan Duke dalam tiga tahun dapat membentuk begitu banyak kaki tangan yang memiliki rangka tidak main-main.


Leana mulai mempertimbangkan kemungkinan Duke Leon memiliki kekuatan yang sama kuat atau lebih dengan dirinya. Ia juga sudah membuktikan bahwa Duke Leon memiliki anggota bayangan dibawahnya.


“Saya dengar Grandall akan mengadakan festival di kota Adreandel.”


Leana menatap Eclipse dengan aneh saat topik mereka berubah.


“Terima kasih. Tetapi yang ingin kukatakan adalah, mengenai sesuatu yang ada dalam laporan anda mengenai rencana Duke Leon. Bukankah ada insiden ledakan di suatu festival setelah pemberantasan organisasi perbudakan?”


Leana membeku.


Jika diingat lagi, yang dikatakan Eclipse ada benarnya. Ketika ia mengingatnya, Ia mulai menjadi sedikit resah.


“Benar. Tapi itu tidak akan terjadi untuk setidaknya tiga tahun lagi.”


“Memang benar secara urutan waktunya begitu, tetapi anda juga tahu bahwa kita secara tidak langsung sudah memberantas organisasi perbudakan, bukan?”


“Festival tempat terjadinya ledakan itu terdapat di kota Solfy yakni ibukota Kekaisaran Solfilyan.” Ucap Leana, bersikeras.


“Berarti saat Festival perayaan nasional ya. Selain menarik perhatian sang Kaisar, jika berhasil menemukan pelakunya dan menyelesaikan insiden ini maka akan mendapat penghargaan khusus.”


“Orang itu selalu ingin berada di paling atas, oleh karena itulah ia menginginkan kepercayaan tertinggi dari Kaisar kepadanya.” Ucap Leana.


“Namun mengetahui sifatnya, ia bisa saja menginginkan hal yang lebih… atau itulah kemungkinan yang anda pikirkan, bukan?”


“Benar sekali. Meskipun dari saya sendiri adalah bentuk balas dendam, tapi sebenarnya orang itu adalah bahaya tersembunyi yang


perlu segera diberantas.”


“Sedari awal saya memang sudah memiliki firasat buruk terhadapnya, tapi saya tidak menyangka ia adalah parasit di kekaisaran ini.”


Keluarga Gwertivare adalah keluarga terhormat. Duke sebelumnya juga adalah orang yang baik dan dibanggakan. Namun yang menjadi masalah ada pada anak pertamanya, Leon.


Grand Duke Volfelance yang tidak menyukai kepribadian dari Leon sudah menaruh mata kepadanya untuk berjaga-jaga.


Merasakan ketidaknyamanan Leana akan topik yang diungkitnya, Eclipse pun merasa bersalah.


“Sebelumnya saya minta maaf telah membuat kekhawatiran tidak berguna untuk anda, nyonya.” ucap Eclipse dengan tulus. Leana menghela napas.


“Tuan Eclipse, jika anda bukan seorang Grand Duke, mungkin tangan saya sudah menampar pipi anda sekarang. Harap berhati-hati.”


“Saya mengerti, maafkan saya.”


“Ini juga adalah tips agar anda dapat segera mencari istri.”


“Nyonya, tolong berhenti membangkitkan topik tersebut.”


Bersama dengan kekesalan Eclipse, ia entah kenapa dapat membayangkan mata penuh harap milik Illiam di belakang kepalanya.


Leana memutuskan untuk menyimpan kemungkinan bahwa akan terjadi sesuatu pada festival sinar baru dan mengirim bayangan Alphiella untuk melakukan investigasi.


“Selamat siang, Grand Duke Volfelance, Marchioness Grandall.


Suasana di gazebo yang serius namun tentram berubah menjadi dingin.


Keduanya menoleh dan mendapati Duke Leon tengah berdiri tidak jauh dari sana dengan senyuman ramah ke arah mereka. Leana merasakan impale illusion terlepas dari area di sekitar gazebo.


Ahh, orang yang baru saja dibicarakan datang tanpa diundang seperti sebuah kutukan.


“Selamat siang juga, Duke Gwertivare. Ada urusan apa anda ke sini?” tanya Eclipse tersenyum simpul.


“Saya pikir saya harus menyapa karena kebetulan menemukan anda saat lewat sini.” Jelas Duke Leon.


Leana yang tidak suka melihat sosok Duke Leon sedikit mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia mencoba sebisa mungkin untuk tidak bertemu pandang dengannya.


“Saya tidak menyangka akan melihat kombinasi antara anda berdua. Sepertinya kalian berdua sangat akrab.” Ujar Duke Leon.


‘Aahh… cepatlah pergi.’ Leana mulai kesal dan tidak sabaran dengan setiap kata-kata hasutan milik Duke Leon.


“Oh yang benar saja. Saya tidak sengaja bertemu dengan Grand Duke saat sedang berjalan di taman. Itu saja.” Ucap Leana dengan datar.


Leana kembali mengesap teh untuk menenangkan dirinya. Tangannya sudah gatal untuk memukul wajah Duke Leon yang tersenyum itu.


“Begitukah? Saya pikir kalian cukup dekat untuk saling berbincang seru.”


Sebenarnya hal apa yang diperlihatkan impale illusion kepada orang di luar?


Leana mengencangkan genggamannya pada cangkir dan tatapan tajamnya menusuk kepada Eclipse untuk meminta bantuannya.


Eclipse mendengus dan ikut membantunya.


“Benar kata Marchioness. Saya mendengar kabar bahwa festival akan dikatakan di kota Adreandel sebentar lagi jadi saya menanyakannya kepada Marchioness.” Jelas Eclipse dengan tenang.


“Festival, hm…”


Leana merasakan sesuatu dari kata-kata Duke Leon. Seakan sesuatu yang familiar dan tidak beres temgah merayap di benaknya.


Dengan perasaan risih, Leana bangkit dari tempatnya.


“Maaf, tapi sepertinya saya sudah terlalu lama di sini. Saya harus segera kembali kepada suami saya.” Ucap Leana.


“Jika anda berkenan, bagaimana kalau saya mengantar anda?” ucap Duke Leon yang mengulurkan tangannya.


Leana mengatup rapat mulutnya. Ia mencoba menahan dirinya lebih dalam untuk tidak segera berlari pergi dari tempat itu.


Eclipse segera maju diantara keduanya.


“Tidak perlu, Duke. Saya yang akan mengantarkan Marchioness karena kami searah. Dilihat anda lewat sini bukankah anda ingin pergi ke bagian administrasi?” ujar Eclipse.


Eclipse mengulurkan tangannya dan Leana segera menggenggam tangan Eclipse.


Duke Leon menarik kembali tangannya dan tetap tersenyum. Eclipse diam-diam dapat melihat tatapan tidak senang yang dipancarkan di mata sang Duke.


“Saya memang tidak bisa menipu mata anda. Kalau begitu saya akan permisi duluan. Semoga hari anda menyenangkan, Grand Duke, Marchioness.”


Setelah memberi salam, Duke Leon pergi ke arah yang berbeda dari mereka. Leana menjadi sedikit lega.


Ia tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang tidak ingin ia temui. Karena hal tersebut, Leana hampir tidak dapat berpikir jernih.


“Haruskan anda bersikap seperti itu kepada saya di depan Duke?” tanya Eclipse.


“Saya hanya tidak ingin menarik perhatiannya. Jika ia tahu bahwa kita dekat maka saya bisa menjadi salah satu targetnya nanti.”


“Jadi kita harus bersikap seperti bermusuhan setiap saat?”


“Setidaknya untuk sementara ini.”


Eclipse menghela napas. Meskipun ini adalah bagian dari pekerjaan, terkadang menutupi sikap ramah kepada rekannya di depan publik adalah sesuatu yang ingin ia hindari.


Saat keduanya telah sampai di lorong menuju aula utama, Leana melihat sosok Forde yang tengah berbicara dengan rekannya. Mereka pun berjalan ketempatnya.


Forde yang menangkap sosok Leana segera menoleh kearahnya.


“Ah, Leana—"


Forde terhenti saat ia melihat Leana di damping oleh Grand Duke Volfelance. Seketika mood baiknya langsung jatuh dengan cepat.


“Forde, apakah kamu sudah selesai?” tanya Leana dengan senyuman.


Leana melepas pegangannya dari Eclipse dan berjalan kehadapan Forde.


“Iya. Aku baru saja selesai. Kemana saja kamu pergi tadi?”


Forde meraih Leana mendekat dan melirik rekan bicaranya tadi untuk menyelesaikan percakapan mereka.


“Aku menunggumu di taman istana. Di sana lah aku bertemu dengan Grand Duke.”


“Selamat siang, Marquis.” Sapa Eclipse.


“Salam saya kepada anda, Grand Duke Volfelance. Sepertinya anda telah menemani istri saya saat ia sedang menunggu saya.”


Eclipse terus tersenyum ramah bahkan saat mendapatkan tatapan tajam dari Forde. Baginya, Forde saat ini adalah yang biasa ia temui di publik setiap kali mereka bertemu.


“Kami hanya berbincang mengenai festival yang akan diadakan di kota Adreandel sebentar lagi.” Jelas Eclipse.


“Begitukah…”


Merasa tidak enak dengan tatapan yang makin membebaninya, Eclipse pun mengundurkan diri.


“Ekhm, kalau begitu saya harus pergi menemui Kaisar jadi saya akan pergi duluan.” Ucap Eclipse dan pergi.


Ketika sosok Eclipse sepwnuhnya menghilang, keduanya terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya Leana membuka suara dengan ragu.


“Ka-kalau begitu, ayo kita segera kembali.” Ucap Leana.


Forde yang masih belum sepenuhnya menghapus perasaan beratnya hanya mengangguk dan keduanya pun kembali ke kediaman Grandall.