This Time, To The Believed Path

This Time, To The Believed Path
Apparent Truth



Keduanya duduk di hadapan Eclipse.


Leana tanpa sadar mengambil teh di hadapannya dengan santai karena kebiasaannya setiap kali melakukan pertemuan dengan Eclipse. Saat tersadar dengan tindakannya, ia segera menaruh cangkirnya.


Eclipse tersenyum lucu melihat hal tersebut kemudian menatap kepada Forde yang tengah menatapnya.


"Sepertinya anda sudah mendengar 'cerita' dari nyonya Leana. Selamat bergabung, Tuan Forde."


Forde memicingkan matanya dan untuk sesaat Eclipse menahan napasnya sebelum melanjutkan. Saat matanya berenang ketempat lain dan bertemu dengan milik Leana, senyumannya menjadi kaku.


Leana yang tengah berpura-pura menikmati tehnya menatapnya dengan tajam untuk segera mempertanggungjawabkan kebiasaannya dalam memanggil rekan itu kepada suaminya.


'Tenang saja.' Eclipse memberi isyarat kepada Leana.


Tanpa menyembunyikan kerisihannya, Forde pun menjawab.


"Benar. Saya mendengar 'cerita' dari istri saya belum lama ini. Sepertinya anda sudah cukup lama mengenal istri saya."


Ahh… Leana dan Eclipse menyadari bahwa Forde tidak menyukai panggilannya yang terdengar akrab.


“Ekhm, Maafkan ketidaksopanan saya, Marquis–Tidak, tuan Forde. Saya mempunyai kebiasaan untuk bersikap lebih luwes bersama dengan rekan saya.”


“Rekan, huh?”


“Selain itu saya juga sudah mendapatkan persetujuan dari nyonya Leana.”


“Tetapi bukankah saya tidak pernah menyetujui hal itu?”


Baik Leana dan Eclipse melebarkan matanya.


‘Maaf, apa??’ pikir keduanya.


Eclipse melirik kepada Leana dan dibalas dengan tatapan bingung yang sama darinya.


“Apapun alasannya, saya tidak bisa menerima hal tersebut.”


"Tapi yang datang pertama kali kepada saya adalah nyonya Leana!"


'ECLIPSE!!'


Leana berteriak sambil menjambak rambut di dalam benaknya. Tangannya yang bergetar diam-diam membuat tinju.


Ahh, ia ingin kabur. Ia menahan air matanya yang ingin keluar.


"Hmm…"


Forde melirik kepadanya seakan meminta penjelasan lebih lanjut. Leana yang tidak dapat membalas balik tatapannya karena terlalu takut mengalihkan sedikit pandangannya menjauh dari Forde.


Eclipse yang melihat reaksi Leana mulai tertarik dengan kondisi mereka saat ini dan tertawa pelan tanpa ada yang mengetahuinya.


“Tuan Forde, saya bersikap seperti ini bukanlah karena maksud buruk melainkan menunjukan bentuk kepercayaan saya kepada rekan saya. Tentu saja saya tidak sembarangan menganggap orang lain sebagai rekan terpercaya.”


“Tetapi saya masih tidak suka…”


“Kami benar-benar hanya sebatas rekan kerja.” ucap Eclipse.


Forde kemudian melirik kepada Leana. Meminta penjelasan pasti darinya.


“Forde, Tuan Eclipse adalah penyelamatku di kehidupan pertamaku dan terlebih aku tidak bisa menganggapnya lebih dari seorang kakak!”


“Begitukah, nyonya Leana? Saya baru mengetahuinya.” ujar Eclipse menjahilinya.


Forde masih mengerutkan keningnya namun Leana tidak memiliki penjelasan lain untuk menjelaskan hubungan diantara dirinya dan Eclipse.


Leana yang kesal kembali menatap Eclipse dan langsung mengalihkan topik.


"Tuan Eclipse, mari kita langsung saja ke intinya seperti biasa!"


Leana menahan rasa paniknya dengan tatapan Forde yang masih tertuju kepadanya. Eclipse tertawa pelan.


"Baiklah, saya mengerti. Tuan Forde, apakah anda sudah mengetahui rencana besar nyonya?"


Forde kembali mengalihkan pandangannya kepada Eclipse dan ekspresinya kembali tenang.


"Saya sudah mengetahuinya."


"Hari ini kami akan membahas mengenai status rencana yang saat ini sedang berlangsung."


Illiam datang membawa dokumen yang kemudian dibagi untuk ketiganya.


"Ini adalah mengenai Duke Gwertivare.”


Semenjak insiden ledakan yang terjadi di beberapa kota di kekaisaran Solfilyan, Duke Leon tidak menunjukan gerakan yang mencurigakan.


Virus yang ditemukan dalam insiden tersebut tidak menyebar lebih luas berkat pemberitahuan yang diberikan oleh Count Vivaldi.


Dengan bantuan penyihir dan dokter, mereka mencoba untuk mencari penawar dan meneliti gejala dari pasien yang terkena virus tersebut.


‘Apakah ini yang dimaksud oleh nyonya Sylvie dengan kesibukan Count Vivaldi saat ini?’


Sampai saat ini penawar dari virus tersebut belum ditemukan dan Leana juga menyimpan harapan kepada bayangan yang ia kirim untuk mengambil penawar tersebut di kediaman Duke Leon.


Insiden ini akan berpengaruh besar kepada Count sebagaimana jika ia berhasil maka penghargaan akan diberikan kepadanya.


Leana tidak pernah mencoba untuk membantu Count menaikan pangkatnya namun lebih kepadabagaimana ia menentukan orang yang tepat untuk kebutuhannya. Mengingat ia masih berhutang budi akan riset mengenai bibit Alphiella, Ia rasa tidak salah memberikan sedikit penghargaan atas pekerjaan yang diberikan kepadanya.


“Bagaimana pendapatmu, nyonya Leana?”


“Insiden peledakan ini seharusnya hanya terjadi di satu kota dengan skala yang cukup besar dan mampu memakan banyak korban. Karena virus tidak turun dalam kejadian ini, Duke Gwertivare hanya berperan sebagai orang yang menemukan pelaku peledakan tersebut.”


“Dan ia berhasil?”


“Benar. Ia berhasil menangkap pelaku peledakan dan diberikan penghargaan. Alasan mengapa bukan Tuan Eclipse yang menemukannya adalah karena Duke Gwertivare membuat dan menyembunyikan pelaku tersebut di kediamannya hingga pada waktu yang tepat.”


“Bisa-bisanya…”


“Selain itu faktor lain yang membuat anda tidak dapat mengambil ekor dari Duke Gwertivare meskipun terdapat banyaknya kejanggalan adalah karena saya membuat panggung yang sempurna.”


Leana membuat semua saksi mata berpihak pada Duke Leon sehingga tidak ada satupun orang yang dapat mengeluarkan kenyataan yang tersimpan di dalamnya.


“Memikirkannya lagi membuat saya merinding mengetahui anda dapat membentuk rencana seperti itu.”


Leana mengerutkan dahinya. Ia tidak tahu apakah Eclipse sedang memujinya atau menghinanya. Ia pun mendengus melepas pikiran tersebut.


“Insiden peledakan terjadi dalam rentang waktu enam sampai tujuh bulan hingga pelaku ditemukan. Rencana selanjutnya adalah memancing monster ke ibu kota.”


“Bagaimana bisa ia memancing monter…?”


“Saya tahu ini terdengar tidak masuk akal tetapi sepertinya Duke Gwertivare diam-diam memiliki kolaborator yang mengetahui banyak hal. Ia dibertahu mengenai lokasi sebuah labirin sebelum Lima Pilar dapat menemukannya dan memanfaatkan apa yang ada disana.”


Leana seketika teringat akan sesuatu yang terjadi di kediaman Duke Leon dahulu. Kejadian dimana ia menutup matanya akan sesuatu yang mengerikan.


“...”


Sementara itu Eclipse dan Forde terdiam. Mereka mencoba mencerna informasi yang diberitahukan Leana dengan kepala dingin namun emosi mereka terlalu besar untuk sepenuhnya dimatikan.


“Tidak melaporkan kemunculan labirin dan memanfaatkan monster untuk menyerang ibu kota. Itu adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan.”


“Saya setuju dengan anda, Tuan Forde. Ahh… sungguh saya tidak sabar untuk menarik si brengsek itu keluar dari tempatnya dan menyeretnya kehadapan pengadilan.”


Eclipse menghela napas dan menenangkan dirinya.


“Sepertinya saya harus memperketat pengawasan saya kepada Duke Gwertivare. Ia benar-benar bahaya yang harus segera dituntaskan.”


Segalanya hanya demi tidak berada lebih rendah dimata orang lain. Duke Leon rela melakukan apapun untuk meraih kekuatan tertinggi.


“Saya tidak tahu kapan labirin itu muncul dan insiden ini seharusnya terjadi di beberapa tahun kedepan. Dengan kejadian yang terjadi dalam waktu yang cukup cepat, saya tidak dapat memastikan pergerakan Duke Gwertivare dengan pasti.” ujar Leana.


Eclipse menyandarkan tubuhnya dan memikirkan langkah yang harus dilakukannya dalam menghadapi Duke Leon kedepannya. Seketika ia teringat akan sesuatu.


"Nyonya Leana, bukankah anda belum lama ini berhasil membuat kontrak dengan penjaga labirin sihir? Bagaimana kalau anda bertanya mengenai hal tersebut kepada sang penjaga labirin?"


Leana seketika juga tersadar akan hal tersebut.


"Saya mengerti. Kalau begitu…"


Leana mengangkat salah tangannya. Dari punggung tangannya muncul sebuah simbol kontraknya dengan Telsia.


"Telsia"


Pemandangan ruangan dan suasana di tempatnya tidaklah berubah semenjak terakhir kali ia datang ke sana.


"Biar saya perkenalkan. Beliau adalah penjaga serta pengawas dari labirin sihir, Telsia."


Forde dan Eclipse menatap cermin sihir di hadapan mereka dengan terkejut. Eclipse segera membenahi dirinya.


"Senang bertemu dengan anda, wahai penjaga labirin sihir, Telsia. Saya adalah Grand Duke Eclipse Volfelance. Sangat terhormat bagi saya dapat bekerja sama dengan anda."


"Begitu juga dengan saya, Grand Duke."


Telsia kini menoleh kepada Forde.


"Saya adalah Marquis Forde Grandall. Saya adalah suami dari Leana. Senang bertemu dengan anda."


Di akhir kata-katanya, Forde menajamkan tatapannya kepada Telsia.


"Saya juga. Dan saya minta maaf akan apa yang terjadi dengan istri anda."


Ekspresi Forde menggelap saat mendengar kata-kata terakhir Telsia.


Eclipse menoleh kepada Leana di seberangnya.


"Saya tidak tahu anda bisa menggunakan sihir." Ucapnya.


"Saya diberikan sebagian kekuatan Telsia setelah membentuk kontrak."


"Bukan sebagian kecil?"


"Sebagaimana sudah terdapat takdir yang tidak dapat dihentikan sebelumnya, menurut saya tidak apa-apa untuk memberikan kekuatan tambahan kepadanya." Jelas Telsia.


 "Telsia tidak dapat sembarangan keluar dari labirin besar jadi saya juga berperan sebagai perantara bagi Telsia." Tambah Leana.


Forde memasang ekspresi khawatir kepada Leana dan ia pun bertanya.


"Apakah ada yang menjadi efek samping untuk istriku?"


"Tidak ada. Saya hanya meminjamkan kekuatan kepada Leana. Itu saja." Jawab Telsia.


"Baguslah kalau begitu."


Telsia mengangguk dan membuka bukunya.


"Saya akan menjelaskan kekuatan yang telah saya bagi dengan Leana. Sebelumnya saya memberikan izin kepada Leana agar dapat mengetahui waktu kemunculan dari labirin."


Telsia memunculkan sebuah angka di hadapan mereka.


"Angka ini menunjukan hitungan mundur dari kemunculan labirin sihir selanjutnya. Sekarang dengan tambahan kekuatan yang kuberikan, Leana juga dapat mengetahui lokasi dan anomali dari labirin tersebut."


Sebuah tulisan muncul di bawah waktu hitungan mundur. Melihat lokasi yang tertera di sana, Leana merasakan keanehan.


"Labirin ini…"


"Apa kamu mengetahui sesuatu, Leana?"


Leana mengangguk.


"Labirin ini adalah labirin dimana wakil komandan Weiss gugur dalam misinya. Tetapi lokasi dan waktu kemunculannya…"


"Berbeda." Lanjut Telsia.


Forde dan Eclipse kaget mendengarnya. Telsia pun menjelaskan.


"Lokasi ini seharusnya menjadi lokasi bagi labirin yang sekarang muncul di Orzxenberg dan labirin ini seharusnya muncul setelah tiga labirin sebelumnya."


Eclipse menyentuh dagunya dan berpikir.


"Maksudmu waktu kemunculan dan lokasi labirin saat ini berbeda dengan yang terjadi sebelumnya?"


"Lebih tepatnya, urutan labirin dan lokasi tidak seperti yang seharusnya." Jawab Telsia.


"Kenapa itu bisa terjadi?"


Telsia terdiam untuk sesaat menatap bukunya sebelum kemudian menjawab.


"Sepertinya seseorang tengah mencoba menyabotase labirin."


Mereka terkejut.


"Menyabotase labirin? Apa hal seperti itu bisa?” tanya Forde.


“Pada dasarnya untuk manusia biasa, melakukan hal tersebut sangatlah tidak mungkin. Tetapi jika ada bantuan dari luar…”


“Bantuan dari luar? Seperti apa?” Eclipse terheran.


“Bantuan dari dunia lain.” ucap Leana.


“Apa maksudnya itu?”


Forde menatap Leana dengan khawatir. Sebagai satu-satunya orang yang mengetahui kehidupannya sebagai Riana, Forde mulai mengkhawatirkan jalan cerita dari topik pembahasan mereka.


Telsia pun menjelaskan.


“Labirin sendiri sebenarnya berasal dari dunia yang berbeda dari dunia ini. Lebih tepatnya, ia berpindah dari satu dunia ke dunia lainnya.”


“Apa sebenarnya tujuan dari labirin datang ke dunia ini?” tanya Forde.


“Jika saya meminjam kata-kata dari orang di dunia lain, labirin datang ke satu dunia untuk memberikan tes kepada mereka yang hidup di sana.”


“Tes apa yang anda maksud?”


“Saya sendiri tidak mengetahuinya sebagaimana saya hanya mengikuti kehendak dari labirin sihir.”


“Bukankah anda seharusnya mengetahui hal tersebut? Bagaimana anda bisa bersikap seperti itu sebagai penjaga labirin sihir?”


“F-Forde!”


Forde mulai memberatkan suaranya. Ia merasa kesal dengan sikap tidak bertanggungjawab Telsia terhadap labirin. Leana mencoba menenangkannya.


Telsia tetap bersikap tenang.


“Sebagai penjaga labirin tindakan dan perbuatan saya juga terbatas. Hidup saya hanya dapat berputar disekitar labirin dan hanya untuk labirin sihir.”


“Sungguh menyedihkan sekali.”


“Saya tidak dapat menyangkalnya.”


Telsia sedikit menundukan kepalanya dan menutup matanya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kepada Leana.


“Oleh karena itulah saya mencoba untuk merubahnya kali ini.”


Karena itulah yang ia dan labirin sihir inginkan.


“Saya harap anda tidak salah paham. Saya akan membantu kalian dalam menghentikan kemunculan portal besar yang akan datang ke dunia ini nantinya.”


Forde masih merasa kesal kepada Telsia namun saat ini satu-satunya yang dapat menolong Leana dan rencananya hanyalah dirinya. Ia tidak dapat memaafkan apa yang terjadi kepada istrinya sebelumnya namun ia akan menahan dirinya hingga semua urusan ini selesai.


Forde menghela napas.


“Saya mengerti.”


Leana lega karena tidak terjadi hal buruk di antara keduanya. Ia sempat khawatir jika Telsia merubah pikirannya dan membuat keputusan untuk tidak membantu mereka namun kekhawatirannya itu tidak membuahkan hasil.


Di matanya, Telsia sudah meyakinkan dirinya untuk membantu Leana. Ia serius dan bertekad untuk merubah takdir dunia ini, sama seperti dirinya.


"Grand Duke, Marchioness Grandall."


Tiba-tiba saja Illiam muncul di samping mereka. Tidak seperti biasanya, ia tidak berdiri dibelakang kontraktornya.


Matanya yang serius menatap Eclipse dan leana secara bergantian. Melihat bagaimana namanya juga dipanggil, sepertinya kabar yang dibawanya berhubungan dengannya.


"Langsung saja sebutkan disini. Ada apa?"


Setelah mengangguk, ia pun membuka mulutnya.


"Saya membawa kabar dari bayangan Alphiella, bayangan yang dikirim ke kediaman Duke Gwertivare telah tertangkap."