This Time, To The Believed Path

This Time, To The Believed Path
Rescue Team



Mereka terkejut.


Leana tidak menyangka bayangan yang dikirimnya, Lorei, tertangkap oleh Duke Leon.


Lorei sendiri adalah bayangan yang handal. Ia tidak mungkin semudah itu tertangkap.


Tetapi jika semua bayangan Duke Leon memiliki kekuatan yang sebanding dengan Osca, maka Lorei bisa saja tidak dapat melawannya sendirian.


Tertangkap oleh musuh dianggap sebagai sebuah kegagalan. Pada umumnya,bayangan tersebut sudah dilatih untuk mengakhiri hidupnya agar tidak dapat mengeluarkan informasi yang dimilikinya namun Leana tidak menyukai cara tersebut dan mendorong anggota bayangannya untuk menomor satukan hidup mereka.


"Bagaimana bisa Lorei tertangkap?"


"Salah satu bayangan Duke Gwertivare berhasil menjebaknya dan menangkapnya. Saat ini ia sedang disekap di penjara timur.


Penjara timur adalah area paling dingin dan kumuh. Tanpa pengawasan pun, mereka yang di masukan ke sana akan kehilangan nyawa mereka hanya dalam beberapa hari.


Ia tidak pernah kesana sebelumnya tapi banyak rumor yang berputar mengenai tempat itu. Seperti bagaimana terdapat kutukan dan monster di sana.


Ia berencana untuk meminta Alscan untuk membuatkan alat sihir yang dapat menangkal kutukan dan monster, dengan begitu ia tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan apa yang bersemayang di penjara timur.


“Tuan Illiam, apakah anda pernah bertarung dengan bayangan milik Duke Gwertivare?”


“Tidak, nyonya. Kami sebisa mungkin menghindari pertemuan yang tidak diperlukan dengan mereka.” jawabnya.


Benar. Leana juga akan melakukan hal yang sama. Ia akan menghindari konflik dengan musuh terutama jika tujuannya hanyalah untuk memantau atau mencari informasi.


Bayangan Alphiella yang menghabisi Osca adalah tindakan balas dendam yang bersikap pribadi. Biasanya bayangan tidak memiliki hak tersebut namun Leana memberikan izin kepada mereka.


Baginya memenuhi balas dendam mereka adalah cara tercepat untuk mendapatkan kepercayaan mereka.


Ia yakin Adde mengetahui niatan Leana jauh di dalam hatinya. Tetapi sebagaimana ia adalah penyelamatnya, Adde tidak berkata apa-apa.


"Apa yang akan anda lakukan, nyonya Leana?" Tanya Eclipse.


"Saya akan pergi secara langsung menyelamatkan Lorei. Saya mengetahui struktur kediaman Duke Gwertivare jadi tidak sulit bagi saya untuk menyusup ke tempat tersebut." Ujar Leana.


Forde meraih tangan Leana.


"Apa kamu harus pergi secara langsung? Kenapa tidak suruh saja bayanganmu untuk pergi menggantikanmu?"


"Itu karena…"


"Ada sesuatu yang aneh di tempat itu." Telsia segera  memotong.


Eclipse mengernyit.


"Hal yang aneh?"


"Sebelumnya saya sudah bilang kalau ada anomali pada kemunculan labirin sihir, bukan? Ada suatu aura dari tempat tersebut yang mungkin berhubungan dengan hal tersebut."


Eclipse mengepalkan tangannya dengan kesal.


"Duke Leon Gwertivare… mau seberapa jauh ia berbuat gila seperti itu…"


"Saya belum bisa memastikannya jadi saya meminta Leana untuk datang ke tempat itu dan mengeceknya." Ujar Telsia.


Forde kembali menatap kesal Telsia.


"Kau mau membuat istriku dalam bahaya lagi?"


"Saya tidak bisa bebas pergi ke luar labirin besar dan satu-satunya cara untuk memastikan kondisi di luar adalah melalui Leana yang merupakan perantara saya. Selain itu saya percaya Leana tidak selemah yang anda kira, Marquis."


Forde kembali menatap Leana dengan khawatir. Ia menggertakan giginya dan menahan emosinya.


"Kalau begitu aku akan ikut denganmu ke kediaman Duke Gwertivare. Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian ke sana."


"Forde, aku tidak sendirian. Bayangan Alphiella akan ikut denganku."


"Aku masih belum mempercayai kekuatan mereka untuk melindungimu."


"Forde…"


Leana sedikit kecewa karena kekuatan bayangan Alphiella masih dipertanyakan oleh suaminya namun ia senang karena Forde yang khawatir mau ikut bersamanya dalam misi penyelamatan Lorei.


Entah kenapa ia merasa aman.


"Kalau begitu saya juga akan ikut dengan anda. Tentu saja secara langsung." Ucap Eclipse yang mengangkat tangannya.


"Saya sangat menghargai bantuan anda, Grand Duke." Ujar Forde yang sedikit menundukan kepalanya.


Leana terkejut dengan Forde yang menerima bantuan dari Eclipse. Ia pikir Forde akan menggunakan kekuatannya sendiri untuk membantu Leana, tetapi sepertinya ia mengetahui bahwa misi penyelamatan ini tidak akan berakhir hanya dengan menyelamatkan Lorei.


"Tidak masalah. Tujuan saya adalah menangkap Duke Gwertivare dan mengungkap kejahatannya. Justru saya yang harus menghargai bantuan istri anda yang mempermudah segalanya." Ujar Eclipse.


"Sepertinya kita harus mengakhiri diskusi kita sampai sini. Saya masih harus menyapa tamu lainnya sebelum hari semakin larut."


Eclipse bangun dan diikuti oleh Leana serta Forde.


"Saya akan menyerahkan waktu misi kita kepada anda, nyonya Leana. Kalau begitu saya permisi duluan."


Dengan berakhirnya diskusi mereka, Forde dan Leana pun kembali ke kediaman Grandall.


Saat ia menuju ke kera kuda mereka, ia menyadari sosok Xero dan Veil dari kejauhan. Seperti biasa, mereka memantau dan menjaga dirinya jika terjadi sesuatu.


Leana tidak dapat melihat mereka dengan jelas namun mengingat kabar mengenai Lorei yang tertangkap, emtah kenapa ia merasa ekspresi keduanya sedikit muram.


Keduanya menghilang saat Leana dan Forde telah berangmat pergi dari kediaman Grand Duke. Diperjalanan ia bersumpah akan menyelamatkan Lorei dan membawanya kembali ke Alphiella.


***


"Gailes, dengan terjadinya insiden peledakan di kekaisaran Solfilyan, sebuah virus baru  telah ditemukan pada korban. Aku ingin kau menyusup ke kediaman Duke Gwertivare dan mengambil penawar virus."


Gailes. Codename Lorei. Pria berumur 22 tahun. Gailes memiliki rambut kekuningan dengan mata hijau seperti rerumputan. Sementara Lorei memiliki rambut hitam keunguan dengan mata berwarna gelap. Ia adalah orang yang memiliki komitmen sangat kuat terhadap sesuatu yang ia harus lakukan.


Dikehidupan pertamanya, ia menjadi anggota bayangan setelah desa yang ditinggalinya hancur karena serangan monster. Tetapi di kehidupan ini, desa tersebut terpapar sebuah penyakit yang sampai saat ini belum di datangi oleh dokter maupun orang suci untuk menyembuhkan korban yang sakit.


Dengan janji untuk menyembuhkan kedua adiknya yang sakit, ia menerima ajakan Adde kepadanya untuk menjadi bagian dari bayangan Alphiella.


Seperti anggota bayangan lainnya, ia tinggal di wilayah Alphiella bersama dengan kedua adiknya.


Tanpa bertanya lebih lanjut, Gailes pun menerima tugas yang diberikan Leana kepadanya.


"Saya mengerti."


Adde kemudian menyerahkan sebuah dokumen kepada Gailes.


“ini adalah informasi yang diperlukan dalam misimu.”


Identitas, karakteristik, penampilan, dan latar belakang. Kebutuhan Lorei dalam misi ini sudah dipersiapkan oleh Alphiella. Sebagai penyusup yang menyamar, ia akan bekerja sendirian namun dari kejauhan ia akan dipantau oleh bayangan Alphiella yang memiliki tugas untuk memantau pergerakan Duke Leon.


“Gailes. Kau mengingat pesan yang setiap kali ku sampaikan kepada bayangan Alphiella, bukan?”


“Saya mengingatnya, nyonya.”


‘Jika dalam misi kau dalam keadaan bahaya yang bisa mengancam keselamatan, pilihlah nyawamu dan pergi dari tempat itu. Meskipun kita gagal, kita tidak kehilangan apapun.’


Itu adalah pesan yang disampaikan Leana. Memang tidak mencerminkan bayangan, tetapi ia juga tidak berniat untuk mengorbankan seseorang serta meninggalkan jejak bagi musuh.


Dalam keadaan apapun, selama kita masih hidup, kita akan menutupi kegagalan tersebut dengan keberhasilan sebanyak yang kita inginkan.


Prinsip itu terdengar mudah namun sebenarnya cukup sulit untuk dijalani. Karena jika gagal dalam menjalankan misi maka ia akan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan. Meski begitu dengan menyelamatkan diri, mereka dapat menjaga informasi seputar kehidupannya.


“Semoga kau berhasil dan kembali kepada kami, Lorei.”


Leana mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat ia mengirim Lorei ke kediaman Duke Gwertivare. Dengan penuh doa, Leana melepas Lorei dalam misinya.


Ia tahu bahwa misi ini tidaklah mudah tetapi saat ia tertangkap, Leana tidak dapat menghilangkan rasa bersalah.


Pada hari misi penyelamatan mereka, semua orang yang terlibat berkumpul di area pelatihan Alphiella.


Di pijakan mereka terdapat sebuah simbol teleportasi yang telah digambar oleh Alscan yang terlihat kelelahan berdiri tidak jauh di luar area tersebut.


“Kalau begitu bersiaplah. Saya akan mengaktifkan sihir teleportasi."


Leana menoleh kepada Adde dan Eclipse untuk mengecek kesiapan mereka. Ketiak keduanya menngangguk, Leana pun mengangguk kepada Alscan.


“Baiklah. Saya akan mendoakan keberhasilan anda sekalian. Teleport!”


Saat perlahan lingkaran sihir menyala, Forde meraih tangan Leana dan menggenggamnya. Leana menoleh kepada Forde yang tersenyum simpul kepadanya dan ia pun membalas genggaman tersebut.


Dengan sihir teleportasi, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di kediaman Gwertivare. Mereka ditempatkan masing-masing sesuai dengan tujuan mereka di dalam mansion tersebut sehingga mereka tidak perlu repot untuk membobol ke dalam.


Meskipun disebut sebagai misi penyelamatan, terdapat tiga tujuan yang harus dicapai dalam misi ini sehingga terbentuklah tiga tim.


Tim bayangan Alphiella yang dipimpin oleh Adde. Mereka akan pergi menuju penjara timur untuk menolong Lorei.


Tim bayangan Volfelance yang diketuai oleh Eclipse. Mereka bertugas mencari dokumen rencana serta menangkap Duke Leon.


Kemudian tim Leana dan Forde bersama masing-masing dua bayangan Alphiella dan Volfelance. Mereka akan pergi menuju ruang rahasia yang disembunyikan oleh Duke Leon untuk mencari anomali yang terjadi pada kemunculan labirin di dunia ini.


Atau itulah rencananya…


“Tuan Eclipse, apa yang anda lakukan di sini?”


Eclipse kini berada bersama dengan tim Leana dan Forde. Ia tersenyum seakan tidak mengerti dengan pertanyaan yang Leana ajukan kepadanya.