
Setelah perintah larangan kedatangan keluarga Wordlock ke Grandall, ayah Leana mengajukan komplain kepada Forde sementara Leana sendiri mendapatkan surat dari ibu tirinya.
Leana yang terlalu lelah untuk menanggapi ibu dan saudari tirinya itu segera membakar surat tersebut dan Forde mengancam Baron Wordlock hingga tidak dapat berkata apapun.
Grandall pun kembali ke kedamaiannya seperti biasa.
“Forde, bisakah aku ikut denganmu saat inspeksi dua bulan lagi?”
Forde menghentikan tangannya dan menatap Leana di sampingnya. Ia melihat bagaimana istrinya memasang wajah memohon kepadanya.
Marquis Grandall memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi lima kota diluar Adreandel dan Alphiella. Lima kota tersebut yaitu Donis, Solam, Navia, Hecar, dan Zettanica.
Kelima kota ini meminta perlindungan dan arahan secara langsung dari Marquis Grandall.
Awalnya yang meminta perlindungan adalah kota Donis yang pernah diselamatkan oleh Forde yang pada saat itu masih menjadi pasukan bayaran.
Setelah sang Kaisar menerima permintaan agar Grandall mendapat kendali atas pemerintahan di kota Donis, keempat kota lainnya ikut meminta hal yang sama untuk mencari perlindungan sebagaimana empat kota tersebut berada di area dekat dengan tebing.
Alphiella adalah wilayah tambahan yang diberikan oleh Kaisar kepada Grandall dan pihak kekaisaran juga tidak berharap banyak dari wilayah yang telah mereka hapuskan.
Inspeksi dilakukan setiap setahun sekali di mana Marquis akan langsung turun tangan dalam mengecek keadaan kota dan pekerjaan para bawahannya.
Masing-masing kota diurus oleh bawahan Forde yang juga merupakan orang yang direkomendasikan oleh faksi bangsawan yang ingin memanfaatkan dan mengendalikan kekuatan Grandall.
Leana mencurigai adanya kecurangan yang dilakukan oleh para bawahan Forde dan dengan dokumen bukti yang telah di dapatkannya, ia berencana untuk mengganti mereka dengan orang pilihannya.
“Kau tahu ‘kan kalau inspeksi ini tidak seperti inspeksi pada umumnya?” ujar Forde.
“Iya, aku sudah mendengarnya dari Albert.”
Ada dua inspeksi yang dilakukan oleh Forde. Inspeksi terbuka dan inspeksi tertutup.
Inspeksi terbuka adalah ketika Forde bertemu dengan para bawahannya yang mewakili masing-masing dari lima kota dan memberi laporan penuh kepadanya.
Sementara itu inspeksi tertutup adalah ketika Forde turun ke kota secara langsung untuk melihat kondisi kota tersebut tanpa memberitahukan para bawahannya.
Forde melakukannya karena ia adalah orang yang sangat teliti.
Inspeksi tertutup dilakukan setidaknya dua minggu sebelum tanggal inspeksi terbuka.
Forde yang biasanya ingin dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya tanpa menunda akan menunggangi kuda ke masing-masing kota.
Tetapi karena Leana berencana untuk ikut, Forde pasti akan menyiapkan kereta kuda yang memakan waktu lebih lama untuk sampai ke tujuan.
“Aku tahu kamu mulai membantuku dengan dokumen wilayah tapi aku tidak bisa melibatkanmu dalam kerja lapang.” Ujar Forde.
“Aku berjanji tidak akan membebanimu.”
“Ini akan jadi perjalanan yang panjang dan berat, Leana.”
“Aku jauh lebih kuat dari yang kamu bayangkan! Aku juga bisa menunggangi kuda sendirian!” seru Leana.
“Kamu berencana untuk menunggangi kuda?” nada Forde berubah menjadi sedikit berat.
Melihat dari perubahan nada yang digunakan oleh suaminya, sepertinya ia memang berencana untuk membawa kereta kuda untuk Leana.
“Forde, aku tahu kalau inspeksi tertutup bersifat rahasia jadi aku tidak bisa bersikap egois dan menjadi beban untukmu.” ujar kesal Leana.
“Tapi, Leana…”
Leana mendekatkan dirinya kepada Forde. Matanya terus memancarkan tekad kuat untuk tetap berpegang teguh pada rencananya.
“Bukankah aku sudah berjanji untuk membantumu? Aku berencana untuk melakukannya sampai akhir. Jadi tolong percayalah padaku.” Ucap Leana.
Sedikit panik dengan Leana yang sangat dekat dengan wajahnya, Forde akhirnya menyerah.
“Aku mengerti. Tapi kamu tidak diperbolehkan untuk berpisah dariku, kamu mengerti?”
“Terima kasih Forde.” Leana tersenyum senang.
Saking senangnya, tanpa sadar ia meraih wajah Forde dan mengecup pipinya dengan cepat. Forde seketika membeku sementara Leana bergegas bangkit dari samping Forde.
“Kalau begitu aku akan mempersiapkan keperluan yang diperlukan nanti.”
Ketika Leana menghilang, Forde masing terdiam memegang pipinya yang terasa hangat. Ia menatap lembaran dokumen yang telah selesai diurus oleh Leana kemudian menatap langit-langit dengan pikiran kosong.
Perlahan wajahnya memerah karena merasa malu bercampur senang.
Seperti rencana mereka, Leana dan Forde beserta Iscan, Hardie, dan beberapa kesatria lainnya berangkat untuk melakukan inspeksi tertutup ke lima kota.
Inspeksi tertutup akan mereka mulai dari kota Zettanica, Navia, Solam, Hecar, dan tujuan terakhir adalah kota Donis yang juga menjadi tempat di mana inspeksi terbuka dilakukan.
Dalam perjalanannya Leana merasakan bahwa dua bayangannya, Liam dan Eson, tengah mengikuti mereka dari kejauhan.
Kedatangan mereka pasti adalah pekerjaan dari Adde.
Saat mereka tiba di kota Zettanica, Liam memberikan alat komunikasi sihir kepadanya dan kini ia bisa mendapatkan laporan dari kejauhan.
Liam membawakan informasi mengenai kondisi masing-masing kota yang sebelumnya sudah diperiksa oleh Xero.
Keadaan kelima kota menurun dalam dua tahun terakhir. Donis adalah satu-satunya kota yang masih menjaga kedamaian masyarakatnya namun keempat lainnya perlahan memburuk
Melihat kondisi tersebut membuat Leana teringat akan Alphiella.
kondisi paling buruk berada di kota Hecar. Kota tersebut hampir tidak terurus namun bangsawan yang berada disana dapat hidup dengan mewah tanpa memperhatikan rakyat jelata.
Sebuah peraturan tidak tertulis tiba-tiba muncul yang memyatakan bahwa rakyat jelat tidak diperbolehkan untuk bekerja di kota tersebut.
Mereka seakan ingin membuat kota khusus untuk bangsawan dan mengusir rakyat jelata yang dianggap kotor oleh mereka.
Namun akhirnya kota tersebut terlihat sepi dan mereka yang miskin hanya bisa bersembunyi di pinggir kota.
Di kota Navia, pemerintah menaikan pajak ke angka yang tidak masuk akal. Pada dua tahun terakhir ini, setidaknya sudah 50 toko yang mengalami kebangkrutan. Tingkat pengangguran juga semakin bertambah seiring berjalannya waktu.
Terlebih kabarnya terdapat jasa peminjamaan uang yang memalsukan bunga dari yang telah dijanjikan.
Cara ini mengingatkannya dengan cara kerja Duke Leon.
Apakah faksi bangsawan yang menahan Forde adalah orang-orang dari Duke Leon?
Diingat lagi, sepertinya Duke Leon memiliki ketidaksukaan pada Grandall di kehidupan pertamanya.
Tetapi saat ia bertanya, Duke Leon menjawab bahwa hal tersebut terjadi di masa lalu dan ia sudah tidak mempunyai perasaan itu lagi kepada Marquis Grandall.
Meski begitu Leana juga merasakan hal aneh kepada Forde. Alasan mengapa ia mengadakan inspeksi tertutup adalah untuk melihat keadaan kota secara langsung, namun kenapa ia membiarkan keadaan kota seperti saat ini selama dua tahun terakhir?
Leana mencurigai bahwa seseorang menahan Forde untuk mengambil keputusan dalam menyembuhkan kondisi kota. Atau bisa jadi terdapat konspirasi yang digunakan bangsawan untuk menjaga Forde tetap duduk tanpa melakukan tindakan pembersihan.
Sepertinya kondisinya cukup dalam dan rumit hingga ia harus melakukan pengecekan ulang.
Saat Leana menempati penginapan di Hecar, Leana melemparkan kertas yang telah ia lipat sekecil mungkin ke pepohonan yang merupakan tempat persembunyian Liam dan Eson.
Ia ingi Liam atau Eson untuk menyampaikan pesan di mana ia memberikan dua tugas baru kepada Xero.
Pertama adalah untuk menyampaikan kecurigaannya mengenai campur tangan Duke Leon kepada Grandall ke Grand Duke Volfelance, dan yang kedua adalah menyelidiki faksi bangsawan yang tengah bermain di belakang Grandall.
Siangnya saat ia menyusuri kota Hecar dan melihat keadaan pinggir kota yang sangat buruk, ia mendapati Forde yang tengah memberi arahan kepada kesatria yang dibawanya.
Saat Forde selesai berbicara, ia menoleh dan mata keduanya bertemu. Forde pun datang menghampirinya.
“Maaf membuatmu harus melihat keadaan ini.”
Leana menggelengkan kepalanya. “Tidak. Menurutku melihat secara langsung keadaan merupakan hal yang sangat bagus seburuk apapun hasilnya.”
Dengan begitu ia dapat terus membulatkan tekadnya untuk menjatuhkan siapapun yang membuat kondisi kota menjadi seperti ini.
“Forde, apakah ada sesuatu yang menahanmu?” tanya Leana blak-blakan.
Forde terdiam dan mengalihkan pandangannya kepada rakyat yang tergeletak lemas di pinggir jalan.
“Aku malu mengakuinya, tapi sesuatu memahan menahanku. Saat ini aku mencari hal yang tepat untuk menyelesaikan keadaan ini hingga tuntas.” Ujar Forde.
Leana memiliki hal yang diinginkan oleh Forde, namun ia hanya akan memberitahunya jika mereka sudah berada dalam kondisi yang jauh lebih aman.
Bahkan dengan pengawasan bayangan pun, ia harus tetap memasang akting sempurna demi menyingkirkan sedikit kemungkinan musuh curiga kepada mereka.
Dibandingkan dengan menghapus saksi mata, akan lebih baik jika mereka menggunakan saksi mata tersebut dan memperalatnya untuk membuat keuntungan dipihak mereka. Itu adalah cara kerja Leana.
Menurut Adde, cara kerja Leana cukup riskan namun juga licik. Jika mereka bisa menggunakan cara tersebut dengan sempurna, maka tidak akan ada yang mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu.
Adde sendiri tidak tahu apakah sebenarnya Leana terlalu naif atau memang sengaja bersikap seperti itu. Pada akhirnya ia masih belum menemukan jawabannya.
Leana menatap langit yang keabuan diatasnya. Melihat bagaimana uap napasnya pergi mengikuti angin musim dingin, ia berpikir apakah salju akan segera turun pada saat itu juga.