This Time, To The Believed Path

This Time, To The Believed Path
Silver Dust



Pada hari keempat setelah keberangkatan mereka, kini pasukan Lima Pilar telah tiba di wilayah utara Orzxenberg. Tiga hari telah berlalu semenjak mereka tiba di wilayah tersebut


Perjalanan panjang mereka hampir tidak dipenuhi dengan banyak kata dan hanya berfokus pada satu tujuan, yaitu labirin.


Namun tidak jarang beberapa diantara mereka membuka suara untuk saling berbincang dan menghibur diri.


Tentu saja mereka ditegaskan untuk tetap waspada pada wilayah sekitar mereka.


"Aku tidak menyangka kau akan ikut dalam misi ini, Iscan."


Iscan menoleh ke arah seniornya, Faunt yang berjalan di sampingnya.


Meskipun tugasnya saat ini adalah untuk menjaga Marquis Grandall dari dekat, sebagai kesatria baru, ia ditempatkan cukup jauh dari komandan mereka.


Jika bukan karena seniornya yang mengajaknya untuk berjalan di sampingnya, ia mungkin sudah berada pada posisi paling belakang.


"Saya diberikan kesempatan untuk dapat berpartisipasi dalam misi ini, jadi saya juga mencobanya sebaik mungkin."


Seperti bagaimana Hardie direkomendasikan ke tim inti, Iscan juga diharuskan mengikuti tes kelayakan untuk memasuki tim inti.


Tetapi tidak seperti Hardie, Iscan hanya memiliki waktu kurang dari 3 hari sebelum misi penaklukan di mulai.


Diluar dugaan mereka, Iscan mampu lolos dalam tes tersebut dengan nilai cemerlang yang melebihi ekspektasi mereka. Dalam waktu yang tersisa, Weiss menawarkan diri untuk melatih Iscan.


Dengan segala persiapan dan pertimbangan, Iscan dengan lapang dada menjadi bagian dari tim inti untuk menaklukan labirin di Orzxenberg serta memenuhi kewajibannya untuk menjaga Marquis Grandall.


"Awalnya aku pikir tidak adil untuk memasukan orang baru sepertimu dalam misi berbahaya seperti ini namun saat melihat kemampuanmu, aku dapat memahami mengapa nyonya Leana merekomendasikan dirimu."


Bagi Iscan sendiri ia tidaklah mengerti mengapa Leana yang mengakui kemampuan hebatnya itu lebih memilih untuk menggunakannya kepada orang lain dibandingkan dengan dirinya sendiri.


Iscan tidak memilih salah satu diantara dua majikannya itu namun ia sedikit sedih karena harus ditugasnya jauh dari majikan yang telah mengangkatnya untuk berjaga di sampingnya.


Pasukan Lima Pilar sendiri sudah memiliki kesatria yang cukup kuat, mungkin saja menambah satu orang tidak akan memiliki perubahan yang signifikan.


Iscan melirik ke arah lengannya. Disana sebuah gelang merekat dalam bentuk lengannya. Gelang tersebut merupakan alat yang dapat menghubungkannya dengan bayangan Alphiella.


Selama perjalanan ini, tidak satupun dari mereka mencoba untuk membuka komunikasi. Iscan yang memperhatikan sekitarnya sudah menyadari tanda dari bayangan Alphiella berkat informasi dari Adde.


Bayangan menggunakan teknik night cloak dan shadow step selama perjalanan sehungga tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan mereka. Kecuali bayangan Volfelance.


Urutan barisan pasukan yang berjalan dari depan adalah Pilar Perisai Kuning, Pilar Tombak Merah, Pilar Sayap Putih, Pilar Jubah Hitam, dan yang terakhir adalah Pilar Rantai Ungu.


Para komandan memimpin di depan masing-masing pasukan. Beberapa dari mereka yang telah bosan dalam perjalanan terkadang memulai perbincangan bahkan dengan topik yang tidak berkaitan dengan misi sekalipun.


Rumornya hal tersebut diperlukan untuk menjaga rasionalitas mereka selama misi penaklukan.


Seperti pada barisan paling depan pasukan Pilar Perisai Kuning.


“Fuaah, wilayah utara memang sangatlah dingin melebihi musim dingin di ibukota.” Ujar Baron Zenesia memeluk tubuhnya dengan erat.


Wakil komandannya pun menawarkan sebuah permen yang dapat menghangatkan tubuh.


"Sepertinya tahun ini musim menjadi lebih ganas dari biasanya karena kemunculan labirin." Ucap sang wakil komandan.


Sebagaimana labirin disebut juga sebagai fenomena sihir, area di sekitar labirin akan mengalami suatu perubahan akibat adanya alur sihir baru di area tersebut.


Cuaca maupun lingkungan disekitar labirin akan mengalami hal baik ataupun hal buruk tergantung pada labirin itu sendiri.


Oleh karena itulah Lima Pilar dilatih untuk dapat menahan segala kondisi yang dihasilkan oleh labirin sihir.


Ditengah perbincangan, mereka pun menyadari perubahan pemandangan di hadapan mereka.


Jalan yang sebelumnya dipenuhi oleh banyak pepohonan kini membentuk sebuah area lapangan cukup luas untuk menampung seluruh anggota Lima Pilar.


Baron Zenesia menghentikan pergerakan mereka dan memperhatikan area tersebut. Tidak lama, dua anggota dari Pilar Jubah Hitam datang kepada mereka.


Baron pun memberikan perintah kepada mereka.


"Segera periksa area ini."


Keduanya mengangguk dan lekas bergerak. Saat satu dari mereka bergerak menuju area lapang itu, yang lainnya dengan cepat melesat kembali ke barisan belakang.


Tidak lama beberapa anggota Jubah Hitam datang untuk memeriksa area tersebut.


Margave Santica pun datang ke barisan depan.


"Ada sesuatu?" Tanyanya.


"Saya hanya curiga jika ada sesuatu di area itu. Tidak ada salahnya untuk mengecek, bukan?" Ujar Baron Zenesia.


Margrave Santica mendengus dan menoleh ke arah area luas tersebut. Anggota Jubah Hitam masih sibuk dengan tugas mereka dalam mengecek tempat itu.


"Jika aman, tempat ini bagus untuk beristirahat. Namun sekarang masih tengah hari dan kita belum setengah jalan dari labirin." Ujar Margrave Santica.


"Saya juga berpikir begitu, tapi cuaca disini cukup keras untuk kita melanjutkan perjalanan terus menerus. Kita juga tidak tahu apakah akan mendapatkan tempat untuk beristirahat lagi seperti ini atau tidak."


Wilayah utara Orzxenberg kebanyakan memiliki area gunung salju dengan banyak hutan. Keberadaan labirin saat ini berada di area terdalam Orzxenberg yang jarang di datangi oleh manusia.


Banyak rumor mengenai adanya monster di dalam hutan sehingga tidak ada yang berani untuk pergi ke sana kecuali penghuni dari pihak Duke Oxenfort.


Tetapi dengan dibentuknya Lima Pilar yang memiliki tugas utama untuk menaklukan labirin, Duke Oxenfort tidak perlu turun tangan menghadapi labirin sihir. Hal tersebut juga berlaku di semua wilayah kekaisaran Solfilyan.


Itulah kenapa Lima Pilar disebut memiliki kekuasaan tertinggi ketiga di kekaisaran serta dihormati oleh masyarakat di penjuru kekaisaran Solfilyan.


Setelah menunggu selama kurang lebih satu jam, anggota Jubah Hitam menghadap kepada Baron Zenesia dan memberikan laporannya.


"Area ini sudah dipastikan aman. Tidak ada musuh atau monster beberapa kilometer di sekitar area ini."


"Baiklah. Kerja bagus."


Baron Zenesia menoleh ke arah Margrave Santica yang mengangguk kepadanya.


"Kalau begitu kita akan beristirahat di sini. Sementara kalian beristirahat, para pemimpin akan meninjau ulang rute dan rencana."


"Dimengerti!"


Anggota Jubah Hitam pun kembali ke barisan belakang dan memberitahu setiap Pilar mengenai keputusan Baron Zenesia dalam mendirikan tandu untuj beristirahat.


"Kalau begitu saya akan menemui anda setelah semua tenda telah dipasang."


Margrave Santica kembali ke pasukannya dan Baron Zenesia kembali menggerakan pasukannya ke dalam area tersebut.


Setiap Pilar pun menyiapkan tempat peristirahatan di posisinya masing-masing dan ditengah-tengah mereka terdapat tenda besar yang digunakan sebagai tempat rapat para pemimpin Pilar.


Baron Zenesia, Margrave Santica, Count Vivaldi, Marquis Grandall, dan wakil komandan dari Pilar Jubah Hitam, Scheregraff, pun berkumpul di sana.


Peta dengan banyak tanda serta dokumen seputar area labirin sudah berada lengkap di atas meja.


“Apakah Grand Duke tidak ikut kali ini?” tanya Count Vivaldi.


“Komandan sedang menerima utusan dari Kaisar. Belau akan segera menyusul." Jawab Scheregraff.


“Begitu ya… Semoga ia bisa menyusul secepatnya.” dalam hatinya ia melanjutkan 'Ia adalah salah satu orang terkuat di Lima Pilar, akan sangat disayangkan jika tidak dapat menggunakan kekuatannya.'


“Kita tahu bahwa cuaca di Orzxenberg saat ini sangatlah ganas. Meskipun kita berharap untuk segera sampai di labirin, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya.” ujar Baron Zenesia.


Baron Zenesia menunjuk pada lokasi mereka sekarang di peta. Posisi mereka saat ini masih belum setengah jalan dari keseluruhan rute menuju labirin.


"Rute yang kita gunakan saat ini merupakan rute tercepat menuju labirin. Area ini hanya satu-satunya yang berbentuk lapangan cukup luas dan senpurna untuk dijadikan tempat beristirahat. Setrlah itu kita tidak akan mendapatkan tempat yang sama kecuali pepohonan yang padat." Jelas Baron Zenesia.


"Dari istana sampai pada titik ini saja sudah memakan waktu hampir seminggu, kita harus mempercepat pergerakan agar bisa sampai di labirin dalam waktu tiga hari." Ujar Margrave Santica.


"Pilar Jubah Hitam akan mencari rute lain yang dapat memungkinkan untuk sampai ke labirin dengan cepat." Ucap Scheregraff.


Count Vivaldi yang memperhatikan dokumen mengenai labirin pun angkat bicara.


“Tapi apakah benar labirin kali ini baru muncul baru-baru ini?”


“Lebih tepatnya labirin ini ditemukan baru-baru ini. Kita tidak tahu sudah berapa lama semenjak kemunculan awalnya." Jawab Forde. Ia menaruh dokumen yang sedari tadi dibacanya.


Suasana di tenda itu pun menjadi tegang. Mereka semua mulai memikirkan berbagai kemungkinan berdasarkan informasi yang telah mereka dapatkan.


Labirin memiliki banyak pintu. Jika labirin tidak segera ditaklukan dalam waktu satu bulan semenjak kemunculannya, satu per satu pintu akan terbuka dengan sendirinya dan mengeluarkan apapun yang berada di dalamnya.


Itu sebabnya mereka tidak dapat telat untuk mencapai lokasi labirin dalam jangka waktu satu bulan itu.


"Bukankah ini menjadi masalah baru?" Ucap Baron Zenesia.


"Benar. Dengan menyadari hal tersebut, kita tidak bisa melepas kemungkinan bahwa tenggat satu bulan sudah dekat." Tambah Count Vivaldi.


Semua orang setuju dan mulai memikirkan cara terbaik untuk menangani masalah tersebut.


Jika monster sudah keluar dari labirin, kemungkinan monster tersebut menyerang desa dan ibukota Heldengaze yang merupakan wilayah Duke Oxenfort tidaklah kecil.


Mereka tidak punya banyak waktu tetapi masalah terus bertambah di hadapan mereka.


"Permisi, wakil komandan!"


"Ada apa?"


Anggota Jubah Hitam datang ke hadapan mereka dan bersimpuh.


"Kita mengalami keadaan darurat. Puluhan monster tengah menuju ke sini dalam radius 30 kilometer."


Semua orang terkejut.


"APA?!" Seru Baron Zenesia.


"Haha, dasar gila…" Margrave menyisir rambutnya dengan frustasi.


Sepertinya mereka telah mendapatkan jawaban dari masalah baru mereka. Sangat cepat hingga membuat mereka sempat kehilangan akal.


Tanpa berdiskusi lebih lanjut, Forde segera bergerak keluar dari tenda rapat dan memberi perintah cepat kepada pasukannya.


"Pilar Rantai Ungu! Angkat senjata kalian dan buat formasi! Monster akan datang dalam radius 30 meter!" Serunya dengan lantang.


Pasukan Rantai Ungu pun segera menyiapkan diri mereka dan membuat formasi pertahanan Tidak lama pasukan lainnya yang mendapatkan perintah yang sama juga lekas membuat formasi yang sama.