
“Jelaskan siapa kalian sebenarnya.”
Dean menghadap kepada Forde dan bersimpuh diikuti oleh bayangan lainnya tapi ia segera dihentikan oleh Forde.
“Langsung saja ke intinya.”
Dean dan bayangan kembali bangkit.
“Salam saya, Marquis Grandall. Saya adalah Dean dan kami dikirim untuk mengawasi dan membantu anda dalam misi penaklukan kali ini.”
Forde makin mengerutkan keningnya dan Rantai Ungu seketika membeku. Mereka diam-diam melirik sang komandan dengan takut.
Komandan mereka tidak suka dilindungi oleh orang lain, semua orang tahu itu. Mereka tidak dapat membayangkan siapa yang berani untuk meragukan kekuatan komandan Rantai Ungu.
Tetapi diluar dugaan mereka, Forde tidak menunjukan tatapan tajamnya kepada Dean dan bayangan.
“Saya tidak perlu perlindungan dari siapapun. Tetapi bantuanmu kali ini adalah suatu hal besar, jadi aku akan menutup mata soal itu." Ucap Forde dengan tenang.
"Terima kasih, Marquis–"
"Jadi siapa yang mengirim kalian?”
Forde segera memotong kata-kata Dean dan tidak menutupi rasa tidak sukanya kepada bayangan Alphiella.
Ditengah tekanan yang diberikan Forde, Dean mengepalkan tangannya agar dapat menjaga ketenangannya.
“Mohon maaf, tetapi saya tidak dapat memberitahukannya.”
Forde memperhatikan pakaian mereka yang mengingatkannya kepada salah satu pemimpin Lima Pilar.
“Apakah Grand Duke yang mengirim kalian?”
Dean menguatkan genggamannya.
“Maaf, saya tidak bisa mengatakannya.”
"Ha..!"
Forde semakin mengeluarkan aura tidak sukanya kepada mereka. Sebelum kesalahpahaman terbentuk, Dean lekas membuka mulutnya.
“Marquis Grandall. Kami tidak memiliki niatan apapun selain tugas yang telah diberikan kepada kami."
Dean segera mengisyaratkan bayangan untuk menuntun Rantai Ungu ke lingkaran teleportasi
"Tugas kami akan selesai setelah anda dapat kembali bersama pasukan Lima Pilar dengan aman. Kami akan menuntun anda."
Veil datang mendekati Dean dan berbisik kepadanya. Dean pun menunjukan lingkaran sihir yang sama dengan yang telah mengirim Rantai Ungu ke ruangan tersebut kepada mereka.
"Lingkaran teleportasi ini aman untuk anda gunakan. Anggota saya sudah mengeceknya. Jika anda khawatir, saya sendiri akan pergi bersama anda."
"Tidak perlu. Kami akan mengurus urusan kami sendiri. Kembalilah kepada siapapun majikanmu berada." Ujar Forde dengan dingin.
Ia menoleh ke arah Faunt dan Percival yang tengah sibuk mengambil sebagian tanduk kristal dari monster yang mereka kalahkan.
"Aku akan meninggalkan sebagian dari tanduk itu sebagai bayaran karena telah membantu kami."
"Marquis, itu tidak perlu–"
"Aku tidak suka berhutang budi, jadi ambil lah. Jika tidak mau, tinggalkan saja."
Tanpa menoleh kembali, Forde dan Rantai Ungu pergi menuju lingkaran teleportasi dan menghilang terkirim ke area lantai satu labirin.
Dean menghela napas dan kemudian menatap bayangan Alphiella yang beberapa diantaranya ambruk setelah melepas ketegangan mereka.
Wajah mereka pucat dan dipenuhi oleh keringat dingin.
"Huwaa seram…"
"Ya ampun, ku kira tips itu cuman hal yang berlebihan saja…!"
"Tips itu... bukan sembarang tips..."
"Aku belum mau mati…"
Bayangan Alphiella mulai mengoceh mengenai kesan pertama mereka kepada Marquis Forde Grandall.
Dean hanya dapat bersimpati sebagaimana ia dapat mengerti perasaan mereka.
'Padahal Marquis adalah orang yang sangat peduli dan lembut. Setidaknya hanya untuk nyonya Leana saja…'
Dean mendengus dan menoleh ke arah setengah dari tanduk kristal yang masih berada di kepala sang monster.
Saat melihat tanduk kristal tersebut, bayangan seseorang muncul di pikirannya.
Veil datang ke samping Dean dan ikut memperhatikan tanduk kristal itu.
"Alscan pasti akan sangat senang dengan tanduk kristal itu."
Dean mendengus lucu.
"Benar sekali. Meskipun ini adalah hal yang seharusnya tidak kita ambil, tetap saja kita tidak dapat menolak kebaikan dari Marquis."
Tentu saja mereka akan membawa material berharga dan langka itu. Siapa tahu Alscan dapat membuat alat sihir yang lebih canggih dengan tanduk tersebut.
Dean menoleh ke arah bayangan Alphiella yang mencoba unyuk membenahi diri mereka.
"Kalau begitu sebelum kembali ke Alphiella, sebagian dari kalian akan mengambil tanduk itu dan sebagian lainnya akan mengambil informasi mengenai monster dan ruangan ini. Paham?!"
"Siap laksanakan!"
***
Ketika membuka mata, mereka sudah berada di depan pintu labirin. Ia memastikan tempat tersebut adalah lantai satu labirin seperti yang dikatakan oleh Dean.
Tidak lama, mereka mendengar suara panggilan tidak jauh dari mereka.
“Marquis Grandal!!”
Forde menoleh dan mendapati pasukan Lima Pilar lainnya segera datang ke tempat mereka.
Baron Zenesia pun berseru.
"Kemana saja kalian?! Tiba-tiba menghilang dan tidak bisa ditemukan?! Saya kira anda sekalian sudah–UGUH!!"
Eclipse segera meraih Baron Zenesia dan membungkamnya dengan satu tangan.
"Yup! Cukup sampai di situ. Selamat datang kembali, Marquis. Saya lega anda dapat kembali dengan selamat." Ucap Eclipse dengan ringan.
Forde hanya menatap datar sikap sang Grand Duke itu seperti biasa.
Ia menatap sejenak Baron Zenesia yang meronta kemudian membuka mulutnya.
"Kami terkirim ke sebuah ruangan dengan monster raksasa."
"Monster–!"
"–Raksasa katamu?!"
Seru Margrave Santica dan Count Vivaldi secara bersamaan. Keduanya berhimpit mendekati Forde seakan mencoba mencuri giliran pertama.
Forde pun mengisyaratkan Faunt dan Percival yang membawa tanduk kristal untuk diperlihatkan kepada mereka.
"Ini…"
"Ini tanduk kristal yang dimiliki monster tersebut. Dan ini hanya sebagian ujungnya."
"SEBAGIAN UJUNGNYA?!" Seru Count Vivaldi dengan antusias.
Ia menatap dengan seksama tanduk tersebut dan bergumam. "Sungguh sangat disayangkan…"
Count memandang sedih tanduk itu. Sepertinya ia memikirkan bagian lain dari tanduk tersebut.
"Jadi maksud anda… Kalian berhasil mengalahkan monster itu?" Tanya Margrave Santica.
"Benarkah?! Seperti apa rupanya?! Seperti apa kekuatan mereka!?"
Count Vivaldi tidak henti-hentinya berbinar di setiap kata yang Forde keluarkan.
"Awalnya kami melawannya sendiri, namun di pertengahan akhir sekelompok orang datang membantu kami."
"Sekelompok orang?"
Eclipse menajamkan pandangannya.
"Apakah mereka musuh?" Tanyanya.
Kali ini Forde menatap balik Eclipse.
"Tidak. Mereka hanya datang dan pergi tanpa diundang."
"Berarti setidaknya mereka bukanlah orang jahat."
"..."
Forde menatap Eclipse yang tersenyum seakan mencoba menutupi sesuatu dengan curiga.
"Baiklah, sudah dulu. Karena kita sudah berhasil mencapai pintu keluar, maka kita akan kembali membahas mengenai apa yang terjadi di labirin setelah sampai pada titik peristirahatan." Ujar Margrave Santica.
"Saat ini akan lebih baik kalau kita berfokus untuk kembali pulang." Tambahnya.
Mengingat apa yang terjadi dalam perjalanan menuju pintu keluar labirin, mereka kini tidak dapat menurunkan kewaspadaannya.
Berbeda dengan Forde, aura ketegangannya seketika menghilang dalam sekejap setelah mendengar kata-kata Margrave Santica.
“Benar… Saya bisa pulang…” ucap Forde. Matanya sedikit berbinar karena senang.
Forde sudah tidak sabar untuk segera bertemu kembali dengan istrinya, Leana. Ia sudah terlalu merindukannya untuk bertahan di tempat itu lebih lama lagi.
Tanpa berpikir panjang, ia menjadi orang pertama yang berjalan keluar dari labirin. Tidak menghiraukan bagaimana diluar masih terdapat badai salju meskipun tidak ganas sebelumnya.
Butuh beberapa menit untuk Lima Pilar dalam menghentikan pemimpin Rantai Ungu yang sangat ingin kembali ke pelukan istrinya untuk berjalan duluan sendirian.
Semua pasukan Lima Pilar hanya dapat keheranan begitu melihat sikap Forde.
Tetapi karena seketika merasakan deja'vu, mereka pun menepis perasaan tersebut.
Eclipse hanya mendengus melihat tingkah dari Lima Pilar yang jauh lebih hidup daripada biasanya.
Sementara itu di Alphiella, satu minggu sebelum tibanya Forde ke Grandall ke kediaman Grandall, Leana mendapatkan laporan mengejutkan dari bayangannya.
“Nyonya, kami berhasil menemukan labirin yang anda cari.” ujarnya sembari menaruh tangan kanannya di dada kirinya. Pandangannya tidak berhenti memancarkan cahaya kebanggaan.
Leana pun menaruh alat tulisnya dan menyandarkan dirinya di kursi. Dengan senyum di wajahnya, ia merasa tidak sabar untuk segera pergi ke tempat yang selama ini ia cari.
"Akhirnya, labirin besar telah ditemukan."