This Time, To The Believed Path

This Time, To The Believed Path
Ambush



Leana segera mendekati Lorei yang tergeletak lemas di lantai penuh simbol.


Kondisinya saat ini seperti sedang dikorbankan untuk sesuatu.


"Lorei, bertahanlah."


Leana mengeluarkan ramuan sihir dan memberikannya kepada Lorei. Tidak lama, kulitnya yang pucat kembali berwarna. Sepertinya ia tidaklah terlambat.


"Soveil. Tolong bawa Lorei kembali ke Alphiella."


"Baik nyonya. Saya akan segera kembali."


Salah satu bayangan Alphiella membawa tubuh Lorei dan menggunakan sihir teleportasi untuk kembali ke mansion Alphiella.


Leana mengalihkan pandangannya kepada simbol menyala di lantai tersebut. Lilin yang harusnya berwarna  kekuningan memiliki warna ungu lavender yang terlihat mistis.


Ia tidak menyadari sebelumnya karena terlalu berfokus pada Lorei tetapi ia bisa merasakan aura 'kematian' di ruangan tersebut.


Ini adalah perasaan yang tidak dirasakannya semenjak perang besar.


"NYONYA LEANA!"


Mendengar seruan dari Dean melewati telepati ia segera menoleh ke sampingnya.


CLANG


Seketika Forde sudah berdiri di hadapannya menghadang sesuatu yang menyerangnya.


Bayangan Alphiella dan Volfelance bergerak menyerang penyerang mereka namun ia segera menghindar dan menjaga jarak.


Forde melirik ke arahnya dan memastikan kondisi Leana.


"Leana, kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja."


Leana menyentuh alat komunikasinya. Ia tidak dapat menyambungkan koneksi dengan Dean.


Ia pun berdiri di belakang Forde dan memperihatikan sosok musuh mereka.


Melihat penampilannya yang seperti Osca, pria tersebut pasti merupakan bayangan Duke Leon.


Hanya satu orang dan ia melawan tujuh orang di hadapannya. Sepertinya ia sangat percaya diri dengan kemampuannya.


Leana diam-diam melirik kearah Eclipse dan benar saja, ia memasang ekspreai kesal karena merasa direndahkan. Entah kenapa ia sudah dapat menduganya.


"Waduh, wahai tamu tak diundang. Ini adalah ruangan yang tidak boleh kalian masuki. Tempat ini hanya dapat di akses oleh Duke Gwertivare seorang." ujarnya dengan nada mencemooh.


"..."


Leana teringat dengan Osca saat melihat sikap musuhnya saat ini. Ia mulai bertanya-tanya apakah setiap bayangan di kediaman Duke Gwertivare memiliki sikap seperti itu.


Dengan keadaan mereka saat ini, mereka bisa saja keluar dengan sedikit pertarungan namun di saat yang sama mereka tidak dapat bersikap gegabah.


'Apa yang harus dilakukan?'


Mereka belum mencapai tujuan yang dicari dan opsi untuk membatalkan misi akan memiliki dapat kedepannya.


Artinya mereka tidak punya pilihan lain selain untuk maju.


Dalam diam, Eclipse mengangkat tangannya dan ke arah musuh kemudian dengan cepat bayangan Volfelance bergerak cepat menyerangnya.


Musuh tersebut berhasil menghentikan serangan dari kedua bayangan dengan mudah hanya dengan


Dari gerakannya saja sudah membenarkan dugaannya. Musuh mereka memiliki level yang sama kuatnya dengan Osca.


Tetapi dengan bayangan Volfelance di sampingnya, mereka seharusnya dapat menjatuhkan musuh mereka.


"Etris, Zwein, bawa dia ke tempat lain."


"Siap tuanku!"


Dua bayangan Volfelance kembali menyerang musuh mereka dan dengan kerja sama akhirnya mereka menangkapnya kemudian mengirimnya ke tempat lain dengan teleportasi.


Eclipse menoleh ke arah Leana dan Forde.


"Dengan begini, pengganggu sudah diatas. Mari kita lanjutkan penyelidikan." ujarnya dengan luwes.


Meskipun tidak cocok dengan kejadian yang baru mereka alami, Eclipse dengan mudahnya mencairkan suasana tegang tersebut.


Leana kemudian memanggil Telsia seperti sebelumnya dan menunjukan ruangan tersebut.


"Ternyata benar. Ini adalah penyebab anomali labirin sihir."


Ia menunjuk kepada salah satu lingkaran sihir.


"Tulisan ini bukan berasal dari dunia ini, begitu juga dengan beberapa lingkaran sihir lainnya. Tidak hanya satu tapi dari beberapa dunia yang berbeda." jelas Telsia.


"Bagaimana bisa Duke Gwertivare mengetahui bahasa dari dunia lain?"


"Saya menduga bahwa seseorang telah membantunya."


Telsia membuka Cordelia dan membaca sesuatu yang tertera di sana. Ia menghela napas kemudian menutup bukunya.


"Dan sepertinya mencari 'seseorang' itu adalah tujuan kita selanjutnya."


Telsia mengibaskan tangannya pelan dan perlahan sosoknya memudar seperti asap.


"Saya berharap anda sekalian akan berhasil dalam mencapai tujuan kalian kali ini." ucap Telsia kemudian menghilang.


Leana menoleh kepada bayangannya.


"Qulip, tolong ambil gambar ruangan ini secara detail. Jangan sampai ada yang terlewati."


"Serahkan pada saya nyonya." jawabnya dan segera bekerja.


"Tuan Eclipse, jika anda memerlukan bukti maka ada hal yang cocok untuk itu."


"Jika anda meminta penyihir untuk mengidentifikasikannya, harusnya semua bukti dapat ditemukan disini."


"Begitu ya. Saya akan mengingatnya. Apakah ada hal lain yang diperlukan sebagai bukti?"


"Tentu saja. Ruangan ini memiliki tempat rahasia yang dapat tersambung dengan brankas Duke Gwertivare."


Leana menari sebuah buku dari lemari dan kemudian sebuah suara terbuka terdengar tidak jauh darinya.


Ia mengambil beberapa buku yang menghalangi tempat rahasia tersebut dan membuka pintunya. Ia membuka brankas tersebut dengan kode yang diingatnya kemudian menyerahkan beberapa lembar dokumen kepada Eclipse.


"Brankas ini berisi dokumen penting yang berisikan semua rencananya."


Eclipse yang melihat kata demi kata dalam dokumen tersebut tersenyum.


"Ha! Akhirnya kejahatannya bisa terungkap."


Leana menatap aneh Eclipse yang tertawa seram menatap dokumen di tangannya.


Mengingat Dean yang berseru kepadanya sebelumnya, ia segera menghubunginya.


"Dean! Kau baik-baik saja?"


Untuk beberapa saat masih tidak ada jawaban darinya namun kemudian ia bisa mendengar suara pelan terdengar di telinganya.


"Kami baik-baik saja, nyonya. Sempat terjadi penyerangan tapi kami berhasil menang."


"Haa... Syukurlah kalau begitu. Aku sempat kaget saat mendengar suara teriakanmu."


"Maafkan saya. Karena serangan tiba-tiba ini, saya menjadi panik dan tidak sengaja berseru karena mengkhawatirkan kondisi anda."


"Tidak perlu minta maaf. Saat kau berseru, disini juga terjadi serangan. Untung saja Forde menjagaku."


"Syujurlah...Dan nyonya, kami tidak menemukan Lorei disini."


"Ah, mengenai Lorei, kami telah menemukannya di sini jadi kau tidak perlu khawatir."


Leana dapat mendengar helaan napas lega dari Dean dan ia hanya dapat tersenyum membayangkan reaksi mereka.


"Saya mengerti. Kalau begitu kami akan segera berkumpul dengan anda." kemudian koneksi mereka terputus.


"Nyonya Leana."


Leana menoleh kearah Eclipse yang sudah berdiri di depan pintu.


"Kelompok Illiam telah berhasil menangkap Duke Gwertivare. Kita akan berkumpul di ruang kerja sang Duke."


Mereka pun berjalan menuju ke ruang kerja Duke. Sesampainya ia pun tekejut.


Disana mereka melihat bagaimana Duke Leon sudah terikat di tengah ruangan dalam kondisi bersimpuh.


Leana tertegun melihat sosok Duke Leon yang menyedihkan itu. Pria yang telah memperalatnya kini telah tertangkap dan berlutut sama seperti dirinya di kehidupan sebelumnya.Ia merasa seakan beban di pundaknya terangkat.


Di ruangan itu juga terdapat bayangan Duke Gwertivare yang telah tumbang oleh bayangan Volfelance.


Satu... Dua...


Leana menghitung jumlah anggota bayangan yang telah tumbang. Seperti dugaannya, bayangan Duke Gwertivare memiliki jumlah yang sedikit namun memiliki kekuatan yang tidak main-main.


Melihat kembali, disana ia masih belum menemukan anggota bayangan Alphiella.


Duke Leon menatap tajam kepada mereka dan ia menggertakkan giginya.


"Beraninya kalian! Aku adalah Duke Gwevare! Kalian tidak bisa bertindak seenaknya seperti ini!"


"Ha!"


Eclipse pun mendengus. Ia berjalan mendekat kehadapan Duke Leon dan memandangnya dari atas seakan merendahkannya.


Senyuman yang sebelumnya ia perlihatkan sebelumnya seakan hanyalah ilusi semata. Yang terlukis diwajahnya sekarang hanyalah ekspresi dingin yang dapat membunuh seseorang.


"Tenang saja, Duke. Saya telah mendapatkan surat resmi yang dibutuhkan untuk menangkap anda."


"Aku tidak melakukan apapun untuk mendapat perlakuan hina seperti ini!"


Eclipse mengeluarkan dokumen dari jaketnya dan memperlihatkannya kepada Duke Leon yang menjadi pucat.


Ia melambaikan dokumen tersebut seperti kipas.


"Ini adalah bukti dari semua kejahatanmu. Aku akan memperlihatkannya kepada Kaisar dan membongkar rencana busukmu."


"..." Duke Leon semakin menggertakan giginya.


Jika bukti tidak berada ditangan Eclipse, pasti ia akan menangkal segala tuduhan yang ditujukan kepadanya.


Namun karena bukti tersebut telah jatuh ditangan Gramd Duke Volfelance, ia tidak dapat beralasan atau berkata-kata sekalipun.


Dengan sang Duke yang terdiam, Eclipse pun menyatakan.


"Duke Leon Gwertivare! Dengan ini saya nyatakan bahwa anda ditangkap karena telah mencoba untuk menjatuhkan dan mengancam kedamaian di kekaisaran Solfilyan."


Leana menghela napas lega. Forde meraih pundak Leana dan menepuknya pelan.


"Kamu baik-baik saja, Leana?" tanya Forde dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja, mungkin hanya sedikit lelah."


"Tetaplah di sisiku. Kita akan segera menyelesaikan urusan ini."


Leana hanya mengangguk menanggapi perkataan Forde dan mendekat kepadanya.


Duke Leon yang geram pun segera dibawa pergi oleh bayangan Volfelance untuk segera diamankan.


Dengan tertangkapnya Duke Leon, misi mereka kali ini pun telah seesai.