
Sembilan bulan kemudian
"Oekkk...oekkk..." tangisan bayi yang menggema di sepenjuru ruangan membuat tangisan haru pecah dari bibir Kaysar dan seluruh keluarga Mayra
"Anakku lahir" ucap Kaysar penuh haru
Pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok dokter yang membantu istrinya dalam persalinan
"Alhamdulillah nyonya Mayra telah melahirkan seorang putra yang tampan dengan selamat" ucap dokter tersebut membuat seluruh keluarga Mayra yang menunggu di depan pintu ruang tunggu tersenyum bahagia. Sedangkan Kaysar mendampingi istrinya melahirkan yang penuh dengan perjuangan
"Terima kasih sayang kau sudah memberikan hadiah terindah dalam hidup aku" ucap Kaysar dengan mencium kening Mayra dengan lembut dan cukup lama
Seorang suster memberikan putra kecil Kaysar pada pria itu setelah di bersihkan. Kaysar memeluk putranya dengan penuh rasa bahagia
Kaysar mengazani putranya itu dengan suara lantunan yang sangat merdu. Mayra menatap kejadian itu dengan tersenyum bahagia. Pengorbanannya tidak sia sia, dia bahagia setelah merasakan rasa sakit yang luar biasa
Setelah beberapa saat, Mayra di pindahkan ke ruang rawat VIP. Sebuah keranjang bayi berada di sisi kiri ranjang Mayra dan Kaysar selalu setia menatap ke arah putranya yang baru lahir itu
"Hei anak papa" ucap Kaysar
Kaysar mengusap lembut pipi mungil putranya itu. Wajah menggemaskan bayinya begitu memikat hati Kaysar
"Besok kau harus menjadi anak yang hebat, anak yang kuat, dan tangguh dalam menghadapi apapun"
"Kau akan menjadi penerus papa ya" ucap Kaysar
Mayra menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya. Tapi hal itu benar adanya bahkan Kaysar sudah membangun sebuah perusahaan yang akan di pegang oleh putranya kelak. Kaysar benar benar mempersiapkan masa depan putranya
"Jadi sejak ada dia aku di lupain gitu" ucap Mayra dengan cemberut dan bersedekap dada
Kaysar menoleh ke arah istrinya. Astaga saking fokusnya dengan anaknya dia melupakan istrinya yang ternyata cemburu saat perhatiannya di ambil oleh anaknya sendiri
"Hei menantu mama" sapa Rettha yang baru saja masuk ke dalam ruangan
Lihatlah di tangan wanita itu sudah ada banyak sekali tentengan paper bag dan kantong plastik. Bukan hanya di tangannya saja, namun di tangan papa mertuanya pun tak kalah banyak
"Mama sama papa bawa apa aja" tanya Mayra mengernyit
"Ini ada banyak makanan sama buah buahan ada juga cemilan dan minuman yang bagus buat kesehatan kamu" ucap Rettha menjelaskan apa saja yang ia beli tadi di supermarket
"Ha? Banyak banget itu ma" ucap Kaysar melongo
"Gak apa ini gak seberapa dengan perjuangan Mayra yang sudah melahirkan cucu mama" ucap Rettha
"Ini ada beberapa hadiah buat kamu" Rettha memberikan lima paper bag yang terisi penuh. Entah apa yang menjadi isi dari paper bag tersebut
Mayra membuka satu persatu dari paper bag tersebut. Astaga satu paper bag yang besar saja terisi penuh dengan sepuluh kotak perhiasan yang sangat mahal harganya
"Ini..."
"Itu buat kamu semuanya" ucap Rettha
"Mama yakin?" tanya Mayra dan Rettha mengangguk tanpa ragu
"Makasih ma" Mayra beralih pada satu papaer bag lagi dan ternyata isinya adalah tas. Mayra mengambil tas itu ternyata tidak kosong. Rettha mengisinya dompet dan segepok uang
Mayra meraih dompet itu dan ternyata dompet tersebut terisi penuh dengan black card dan kartu atm. Astaga bahkan dia sudah memiliki itu semua dengan cukup banyak
Tamat